Ganjar Pranowo (kedua dari kiri) bertemu masyarakat adat PRKJ di Dusun Daunlumbung, Desa Tambakreja, Kecamatan Cilacap Selatan, Kabupaten Cilacap, Jateng, Rabu (6/6/2018). (Instagram-@ganjar_pranowo)

<p><strong>Solopos.com, CILACAP</strong> - Di tengah masa kampanye Pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur Jawa Tengah (Pilgub Jateng) dalam rangkaian pilkada serentak 2018, Ganjar Pranowo berkunjung ke beberapa daerah di Kabupaten Cilacap, Jateng, Rabu (6/6/2018). Pada kunjungan itu, <a href="http://semarang.solopos.com/read/20180414/515/910100/pilkada-2018-ini-riwayat-hidup-dan-sepak-terjang-ganjar-pranowo">Ganjar Pranowo</a> juga bertemu dengan masyarakat adat yang tergabung dalam Paguyuban Resik Kubur Jerotengah (PRKJ) di Dusun Daunlumbung, Desa Tambakreja, Kecamatan Cilacap Selatan, Kabupaten Cilacap.</p><p>Di hadapan masyarakat adat tersebut, Ganjar Pranowo melontarkan ajakan untuk menciptakan suasana adem pada pilkada atau tepatnya Pilgub Jateng 2018. "<em>Sing penting Jawa Tengah niki ayem tentrem, Jawa Tengah niki guyub rukun</em> [Yang penting Jateng ini adem dan tentram, Jateng ini guyub rukun]," ungkap politikus PDI Perjuangan tersebut seperti pada video yang diunggah ke akun Instagramnya, <em>@ganjar_pranowo</em>.</p><p>Cagub yang berdampingan dengan cawagub <a href="http://semarang.solopos.com/read/20180416/515/910562/pilkada-2018-begini-riwayat-hidup-taj-yasin">Taj Yasin</a> pada Pilgub Jateng 2018 itu tak ingin agenda lima tahunan seperti pilkada justru menimbulkan perselisihan. "<em>La wong pilkada niki urusan mung limang tahunan gelutane ora bar</em> [Pilkada ini hanya lima tahun sekali kok sampai berselisih]," ujar <a href="http://semarang.solopos.com/read/20180414/515/910100/pilkada-2018-ini-riwayat-hidup-dan-sepak-terjang-ganjar-pranowo">Ganjar Pranowo</a>.</p><p>Terlepas dari urusan pilkada atau Pilgub Jateng 2018, <a href="http://semarang.solopos.com/read/20180414/515/910100/pilkada-2018-ini-riwayat-hidup-dan-sepak-terjang-ganjar-pranowo">Ganjar Pranowo</a> merasa kagum karena di tengah masyarakat adat yang bertemu dengannya memiliki rumah bersama yang masih dijaga hingga sekarang. "Masyarakat adat ini, punya rumah bersama yang disebut Pasemuan Rumah Adat Daunlumbung," tulis ayah satu anak itu.</p><p>Menurut Ganjar, masyarakat adat yang ia temui itu masih sangat teguh menjaga kebudayaan leluhurnya. "Saya mengapresiasi masyarakat Daunlumbung yang konsisten menjaga ajaran dan budaya leluhur," pungkas cagub nomor urut 1 di pilkada atau tepatnya Pilgub Jateng 2018 tersebut.</p><p><em><strong><a href="http://semarang.solopos.com/">KLIK</a> dan <a href="https://www.facebook.com/SemarangPos">LIKE</a> di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya</strong></em></p>


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten