Ganjar Minta PLN Sosialisasi Panas Bumi Gunung Ungaran
Ilustrasi proyek panas bumi. (dok. Solopos.com)

Semarangpos.com, SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, meminta PT PLN memberikan sosialisasi dan edukasi terhadap masyarakat tentang pentingnya penggunaan energi baru terbarukan berupa panas bumi.

Hal itu disampaikan Ganjar menyusul rencana PLN yang bakal menggarap proyek geothermal Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Gunung Ungaran yang sempat mangkrak di tangan swasta.

Penggunaan energi baru terbarukan, menurut Ganjar harus dimulai saat ini, mengingat konsumsi bahan bakar minyak terus berkurang, gas belum optimal, batu bara mencemari dan tercemari. Sementara energi baru terbarukan dari angin belum bagus dan energi surya belum optimal.

"Maka sebenarnya panas bumi ini yang paling jos. Dan kita punya. Rumusnya sederhana, di mana ada gunung berapi, di situ ada panas buminya. Kita punya potensi Gunung Lawu, Gunung Slamet, Telomoyo dan hari ini ada di Ungaran,” ujar Ganjar dalam keterangan resmi, Selasa (22/1/2019).

Untuk eksplorasi panas bumi Gunung Ungaran saat ini telah dipegang oleh PLN. Ganjar berharap hal tersebut bisa mempercepat pengerjaan proyek, terlebih dengan meningkatnya porsi energi baru terbarukan dalam bauran energi 2025 yang ditargetkan mencapai 23%.

“Dan ini yang perlu disosialisasikan ke masyarakat agar mengerti apa itu panas bumi. Kendala biasanya sosial, maka saya pesan agar ada pendekatan, sosialisasi kepada masyarakat. Kan kita sudah belajar dari Gunung Lawu, orang bilang enggak setuju karena takut,” imbuh Ganjar.

Sementara itu, Direktur Bisnis PLN Regional Jawa Bagian Timur, Bali, dan Nusa Tenggara, Djoko Rahardjo Abumanan, menyebutkan enam wilayah potensial di Jateng yang memiliki panas bumi, yakni Gunung Ungaran, Gunung Lawu, Baturaden, Gucci, Telomoyo dan Dieng. Untuk WKP Ungaran mampu memproduksi 55 MW.

"Kalau untuk Jateng kita berharap, jika Ungaran sudah jadi, kemudian Baturaden jadi, akan mempercepat bauran energi. Kita punya road map. Kalau satu pembangkit itu sudah menaikkan 12%, kalau dua sudah 24%. Padahal selama ini pertumbuhan kita dalam satu tahun secara histori 2-1%,” ujarnya.

Untuk menggenapi target pada 2025, lanjut Djoko, delapan blok panas bumi yang telah ditugaskan ke PLN, yakni WKP Mataloko 22,5 MW, Atedei 10 MW, dan Ulumbu 50 MW di Nusa Tenggara Timur, Songa Wayaua 10 MW di Maluku Utara, Gunung Tangkuban Perahu 60 MW di Jawa Barat, Tulehu 2x10 MW di Ambon.

Ungaran 55 MW di Jawa Tengah, dan Kepahiang 110 MW di Bengkulu. Sedangkan tiga wilayah yang masih diproses yaitu WKP Danau Ranau di Sumatera Selatan 110 MW, serta Oka Ile Ange 10 MW dan Gunung Sirung 5 MW di Nusa Tenggara Timur.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom