Cagub Jateng Ganjar Pranowo (dari kiri ke kanan), Ketua Kadin Jateng Kukrit Suryo Wicaksono, cawagub Jateng Taj Yasin. (Bisnis)

<p><strong><strong>Solopos.com, SEMARANG &mdash;</strong></strong> Calon petahana gubernur Jawa Tengah&nbsp;<a href="http://semarang.solopos.com/read/20180414/515/910100/pilkada-2018-ini-riwayat-hidup-dan-sepak-terjang-ganjar-pranowo">Ganjar Pranowo</a> meminta para pelaku usaha segera menghubungi dirinya jika menemui kesulitan dalam menjalankan roda usaha di Jateng. Ganjar yang yang sudah hampir lima tahun memimpin provinsi ini menjanjikan forum yang menghadirkan wakil pemerintah pusat atau instansi vertikal demi mengurai persoalan yang membelit para pengusaha.</p><p>Dua hal itu mengemuka dalam acara <em>Business Sharing Mengenal Lebih Dekat&nbsp;<a href="http://semarang.solopos.com/read/20180414/515/910100/pilkada-2018-ini-riwayat-hidup-dan-sepak-terjang-ganjar-pranowo">Ganjar Pranowo</a> dan&nbsp;<a href="http://semarang.solopos.com/read/20180416/515/910562/pilkada-2018-begini-riwayat-hidup-taj-yasin">Taj Yasin</a></em> di Hotel Crown Semarang, Jumat (4/5/2018). Acara yang digagas Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jateng itu dikemas dalam dialog interaktif yang dimoderatori praktisi perhotelan, Benk Mintosih.</p><p>Beberapa persoalan disampaikan dalam forum yang dihadiri para ketua Kadin kabupaten/kota dan organisasi profesi lain seperti Apindo, Gapensi, Iwapi, dan REI ini. Persoalan yang mengemuka dalam kesempatan itu antara lain terkait pajak yang terlalu tinggi, pengurusan perizinan di kabupaten kota yang masih berbelit-belit, serta pengurusan sertifikat tanah di BPN yang lama dan mahal.</p><p>Ganjar meminta para pengusaha tidak menunggu pertemuan formal untuk menyampaikan persoalan mereka. Sebagai calon gubernur petahana, ia membuka kanal komunikasi seluas-luasnya. &ldquo;Bapak ibu kalau ada persoalan urgent dan butuh keputusan segera, telepon saya saja, kalau perlu ada terobosan kita dobrak bareng-bareng,&rdquo; katanya.</p><p>Namun, imbuhnya, jika butuh diskusi dengan instansi vertikal maka perlu digelar forum resmi. Ganjar menyanggupi menghadirkan dirjen pajak, otoritas di Kanwil BPN Jateng, atau komunikasi dengan bupati/walikota terkait.</p><p>&ldquo;Saya bisa dudukkan dirjen pajak di sini, bapak ibu bisa tanyakan soal pajak sebanyaknya, bupati walikota yang menyulitkan sampaikan saya bantu komunikasinya,&rdquo; kata Ganjar yang kini tengah cuti karena harus berkampanye demi memperoleh jabatan terkedua kalinya .</p><p><a href="http://semarang.solopos.com/read/20180416/515/910562/pilkada-2018-begini-riwayat-hidup-taj-yasin">Taj Yasin</a>&nbsp;yang mendampingi Ganjar menyoroti bisnis pariwisata yang memiliki potensi besar di Jateng. Menurutnya, Jateng punya keuntungan karena bisnis ini masih dikuasai pemerintah dan swasta lokal.</p><p>Berbeda dengan pariwisata di Bali atau Lombok yang sudah banyak dikuasai pengusaha asing. &ldquo;Pariwisata yang booning akan menumbuhkan pelaku usaha dari kecil sampai besar, baik industri kreatif maupun jasa. Saya ingin mengajak masyarakat Jawa Tengah mandiri, agar pemerintah tidak disibukkan membantu dari awal tapi membantu menumbuhkan usaha menjdi besar,&rdquo; katanya.</p><p>Sementara itu, Ketua Umum Kadin Jateng <a href="http://semarang.solopos.com/read/20180419/515/911321/kadin-suarakan-keluhan-petani-garam-jepara-pemerintah-didesak-perketat-garam-impor">Kukrit Suryo Wicaksono</a> mengatakan Jateng butuh gubernur seperti&nbsp;<a href="http://semarang.solopos.com/read/20180414/515/910100/pilkada-2018-ini-riwayat-hidup-dan-sepak-terjang-ganjar-pranowo">Ganjar Pranowo</a> yang enak diajak rembugan dan komunikasi. &ldquo;Kami para pengusaha ingin jadi SKPD non APBD, karena buntutnya semua kalau industri dan usaha jalan maka akan mengurangi pengangguran dan kemiskinan,&rdquo; tegasnya.</p><p><em><strong><a href="http://semarang.solopos.com/">KLIK</a> dan <a href="https://www.facebook.com/SemarangPos">LIKE</a> di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya</strong></em></p>


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten