Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, saat melakukan syuting film Sang Prawira di Akpol, Semarang, Rabu (10/7/2019). (Semarangpos.com-Humas Pemprov Jateng)

Semarangpos.com, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, mewujudkan keinginan orang tuanya saat masa kanak-kanak, yakni menjadi polisi. Tak tanggung-tanggung, Ganjar langsung memegang jabatan sebagai perwira polisi berpangkat komisaris besar (Kombes).

Namun, Ganjar menjadi polisi berpangkat Kombes itu tidak terjadi di kehidupan nyata. Menjadi polisi berpangkat perwira itu hanya dilakoni Ganjar saat berperan dalam film berjudul Sang Prawira besutan sutradara Ponti Gea yang akan tayang di bioskop pada 1 Oktober 2019.

Dalam film yang dibintangi 95 persen personel anggota Polda Sumatra Utara dan bintang ternama dari Jakarta, Anggika Bolsterli, itu Ganjar berperan sebagai dosen Akademi Kepolisian (Akpol) berpangkat Kombes dan mengajar mata kuliah Pancasila di tingkat IV.

“Bapak saya dulu mengharapkan ada anaknya yang menjadi polisi. Harapan itu ditujukan kepada saya. Kalau jadi polisi angkatan 90, mungkin sekarang berpangkat Kombes atau bintang satu. Akhirnya saya menjadi polisi, tapi di film,” gurau Ganjar seusai syuting di Akpol, Semarang, Selasa (9/7/2019).

Sementara itu, sutradara Sang Prawira, Ponti Gea, mengatakan film berdurasi 100 menit itu bercerita tentang perjalanan seorang anak desa dari pinggiran Danau Toba yang bercita-cita menjadi polisi. Selain melibatkan Ganjar Pranowo sebagai pemain, dirinya juga mengajak Bripka Herman Adi Basuki, operator PLD Sub Bagian Humas Polres Purworejo atau yang dikenal dengan Pak Bhabin Herman dalam akun Polisi Motret di akun Youtube.

"Kenapa kami melibatkan Bapak Gubernur Jateng, karena kami ingin menunjukkan kerja sama yang kuat antara kepolisian dengan pemerintah," ujarnya.

Ponti menambahkan, film itu menyuguhkan pergulatan sebuah keluarga di mana antara isteri dan suami tidak sepaham dalam merancang masa depan anaknya ketika anaknya duduk di bangku SMA.

Si Ibu, kata Ponti, ingin menuruti kemauan anaknya jadi polisi sementara si bapak lebih condong anaknya bekerja di luar negeri agar dapat menolong keuangan keluarga yang selama ini tergolong miskin.

Lokasi syuting mengambil 130 titik dan tersebar di beberapa daerah seperti Karo, Simalungun, Tobasa, humbahas Tanjung Balai, Sibolga, Nias, Medan, Semarang (Akpol) dan Jakarta (Mabes Polri).

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten