Ganjar dan Undip Siap Jadikan Jateng Ladang Riset
Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, dan Rektor Undip, Prof. Yos Johan Utama (tengah), saat pemberian hibah kendaraan operasional dari Bank Jateng di Semarang, Senin (10/12/2018). (Semarangpos.com-Humas Pemprov Jateng)

Semarangpos.com, SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, menerima tantangan Rektor Universitas Diponegoro (Undip), Prof. Yos Johan Utama, untuk menjadikan Jateng sebagai provinsi riset. Apalagi, Jateng memiliki beberapa perguruan tinggi terkemuka baik di level nasional maupun internasional dengan hasil risetnya.

Dalam serah terima hibah kendaraan operasional dari Bank Jateng di Semarang, Senin (10/12/2018), Rektor Undip, Prof. Yos Johan Utama, menyampaikan progres riset yang dilakukan civitas academica Undip cukup luar biasa, untuk sisi penganggaran misalnya, melonjak berkali lipat. Bahkan dalam pemeringkatan riset, Undip menduduki peringkat pertama se Indonesia.

"Alokasi dana riset yang semula Rp8 miliar kini melonjak jadi Rp43 miliar. Kalau Jateng jadi pusat riset, akan sangat menguntungkan masyarakat. Kalau mengandalkan SDA cepat atau lambat akan habis. Tapi kalau kita mengembangkan riset dan teknologi provinsi ini akan lari kencang," kata Yos dalam keterangan resmi yang diterima Semarangpos.com, Senin (10/12/2018).

Dengan alokasi anggaran tersebut, kata Yos, pihaknya memperbarui laboratorium-laboratorium penelitian. Terlebih saat ini secara nasional, Undip menduduki peringkat ke 5.

Sementara itu, Ganjar pun menyambut baik ambisi Undip menjadikan Jateng sebagai provinsi riset. Terlebih, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menginstruksikan agar perguruan tinggi melakukan hilirisasi hasil riset untuk meningkatkan sumber daya manusia.

"Ide Prof Yos saya sambut. Jateng jadi provinsi riset karena di-support perguruan tinggi besar. Nah saya langsung menyambut, beberapa hasil yang sudah ada bisa kita implementasikan, bukan nanti tapi sudah kita lakukan," kata Ganjar.

Undip misalnya, kata Ganjar, telah banyak membantu dan hasil risetnya sudah beberapa kali diaplikasikan. Namun Ganjar menginginkan agar penerapannya masuk pada rencana lebih besar lagi, seperti pada sektor pertanian, usaha, dan pemerintahan.

"Undip sudah membantu kita yang pengembangan bawang termasuk komoditas pertanian yang di dalamnya dulu ada ozon, itu hasil riset. Dari purifikasi air untuk penanggulangan bencana saya pernah dibantu, soal reformasi birokrasi saya sering minta pakar-pakar beliau untuk menyeleksi. Undip juga membantu merevitalisasi BUMD," katanya.

Yang terbaru, Ganjar mengatakan hasil riset Undip dalam bidang kedokteran, khususnya soal perawatan kecantikan. Dengan hasil itu perawatan kecantikan tidak perlu jauh-jauh ke Singapura karena telah ada di Jawa Tengah. Maka Ganjar minta agar hasil riset soal kecantikan itu diterapkan di 6 rumah sakit daerah yang dikelola Pemprov Jateng.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom