Gangguan Haid hingga Penyumbatan Darah, Ini Risiko Setelah Terinfeksi Covid-19

Infeksi Covid-19 sering kali menimbulkan gangguan kesehatan serius pada penderitanya dalam jangka panjang.

Newswire
Minggu, 27 Desember 2020 - 12:00 WIB

SOLOPOS.COM - Ilustrasi Covid-19. (Freepik)

Solopos.com, SOLO – Infeksi Covid-19 yang disebabkan virus SARS-CoV-2 ternyata memiliki risiko jangka panjang. Meski bisa sembuh, ada beberapa masalah kesehatan yang kemungkinan terganggu akibat terjangkit Covid-19.

Dikabarkan Detik.com dari The Vox, Minggu (27/12/2020), gangguan menstruasi hingga penyumbatan darah merupakan risiko ke depan setelah seseorang terinfeksi Covid-19. Tim peneliti sekaligus pasien Covid-19, The Patient-Led Research Grup, melakukan survei terhadap 640 pasien lama Covid-19.

Waduh! Polresta Solo Kandangkan 215 Sepeda Motor, Ini Penyebabnya

Gangguan Hormon

Hasil penelitian itu mencatat ada lebih dari 200 gejala yang dialami pasien, termasuk nyeri testis, masalah buang air kecil, hingga perubahan hormon yang menyebabkan gangguan menstruasi.

"Banyak orang dengan Covid-19 yang lama menyadari bahwa gejala mereka menjadi lebih buruk sebelum menstruasi terjadi," kata Louise Newson, seorang dokter dan spesialis menopause.

Geger! Pasien Covid-19 & Nakes Diduga Mesum Sesama Jenis di Wisma Atlet Jakarta

Adapun hormon yang terpengaruh akibat infeksi Covid-19 menyebabkan gejala berupa kabut otak, kelelahan, pusing, sampai nyeri sendi yang juga merupakan gejala menopause.

Survei lain yang dilakukan terhadap 842 pasien Covid-19 menunjukkan kemungkinan virus tersebut bakal memengaruhi produksi hormon dalam waktu yang lama, khususnya pada wanita.

Newson menyebut hormon estrogen berperan penting dalam kesehatan reproduksi wanita.

Infeksi Covid-19 di Paru-Paru

Selain memengaruhi hormon reproduksi, infeksi Covid-19 juga menyebabkan masalah di paru-paru. Sebab, virus tersebut dapat menyerang langsung jarigan paru-paru, yakni mengisi kantung udara dengan cairan dan membuatnya kurang elastis dan lebih sulit untuk mengembang saat seseorang bernapas.

Masalah pada paru-paru ini juga terjadi pada pasien SARS dan MERS yang juga disebabkan oleh keluarga virus corona. Dalam penelitian terbaru bahkan disebutkan bahwa infeksi Covid-19 yang tidak menimbulkan gejala pun dapat menyebabkan kerusakan paru-paru.

Rokok Biang Kerok Kebakaran Indekos di Gembongan? Ini Kata Polisi

Pembekuan Darah

Infeksi Covid-19 juga menyebabkan pasien mengalami pembekuan darah. Hasil penelitian yang diterbitkan di junal Science menunjukkan setelah dari 172 pasien Covid-19 mengalami kelainan autoantibodi-protein yang semestinya membantu pertahanan tubuh, malah menyerang sel-sel sehat di dalam tubuh.

Ketika autoantibodi ini disuntikkan ke tikus laboratorium, hewan tersebut mengalami pembekuan darah. Para peneliti mengira protein inilah yang dapat memicu lingkaran berbahaya antara pembekuan dan hiperinflamasi.

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif