Gancik Hill Top Boyolali Masih Tutup, Pengunjung Kecele
Gancik Hill Top di Selo, Boyolali. (Solopos/Nadia Lutfiana Mawarni)

Solopos.com, BOYOLALI – Objek wisata Gancil Hill Top di Boyolali, Jawa Tengah, yang tutup tak kunjung dibuka kembali. Hal ini membuat sejumlah wisatawan kecele.

Seorang wisatawan bernama Jumadi asal Karanganyar mengaku tidak tahu objek wisata hits di Boyolali itu ditutup sejak enam bulan terakhir. Dia kaget ketika sampai di Gancik Hill Top yang ternyata sepi.

“Saya enggak tahu kalau sebenarnya Gancik ditutup, pikirnya ya datang saja, eh kok malah sepi,” ujar Jumadi saat ditemui Solopos.com di lokasi, Jumat (21/2/2020).

Jumadi awalnya bingung sebab tak ada petugas yang menarik uang karcis atau uang parkir di Gancik Hill Top. Tetapi karena tidak ada larangan, dia langsung naik bukit untuk menikmati pemandangan setelah memarkirkan sepeda motor.

Pengunjung lain bernama Widi Haryono yang berasal dari Boyolali juga mengaku tidak tahu objek wisata Gancik Hill Top tutup. Dia sengaja datang ke sana untuk menikmati keseruan naik sepeda. Dia pun berharap objek wisata Boyolali itu segera dibuka kembali.

"Sebenarnya datang untuk naik sepeda dari atas, tapi tidak tahu kalau ditutup,” kata Widi.

Sebagai informasi, wisata Gancik Hill Top di Boyolali tutup sejak enam bulan lalu. Penutupan dilatarbelakangi berbagai hal. Selain karena rehabilitasi bangunan dan rencana perluasan akses jalan, Sekretaris Kelompok Sadar Wisata Desa Selo, Eko Sulistyanto, menyebut belum ada peraturan resmi yang mengatur pengelolaan Gancik Hill Top.

Eko Sulistyanto menyebutkan warga dan pemerintah desa masih menggodok peraturan tersebut. Terutama terkait peran warga dan bagi hasil di dalamnya. Dia pun belum bisa memastikan kapan objek wisata Gancik Hill Top dibuka kembali.

“Kami masih rembukan dengan warga dan belum ada kesepakatan,” kata Eko Sulistyanto.

Gancik Hill Top berada di lereng Gunung Merbabu, tepatnya di jalur pendakian Selo. Objek wisata ini dibangun sejak 2016 dengan suguhan pemandangan asri Gunung Merbabu.

Ada sebuah jembatan kayu yang biasa digunakan untuk menyebrangi dua menara dari kayu dan bambu. Jembatan dan menara setinggi 20 meter itulah yang menjadi tempat favorit pengunjung berswafoto. Sayangnya beberapa bagian kayu yang menyusun menara itu bolong. Sejumlah bambu juga terlihat berlubang.

Di sebelahnya ada dua menara lain dengan ketinggian yang sama. Di antara dua menara itu terdapat dua sepeda yang disangga dengan kawat. Pengunjung yang datang bisa merasakan naik sepeda di ketinggian puluhan meter tanpa takut terjatuh.

Sayangnya, kini dua sepeda itu berhenti. Tak terlihat aktivitas wisatawan di sana. Sebuah gembok juga terlihat menggantung di pintu menara menuju lokasi terparkirnya sepeda.

Matinya objek wisata Gancik Hill Top juga terlihat dari joglo yang kini difungsikan sebagai gudang. Saat itu terlihat beberapa tumpuk sayuran dan kayu bakar terlihat. Padahal biasanya bangunan joglo tersebut digunakan oleh para wisatawan.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom