Penampilan kelompok musik pimpinan Peni Candrarini yang membawakan komposisi berjudu Gelung akan membuka Post Festival 2019 di Ndalem Joyokusuman, Solo, Sabtu (31/8/2019) malam. / Istimewa -Wardhani Era Sartene

Solopos.com, SOLO - Konser suara gamelan berjudul Gelung bakal membuka Post Festival (Post Fest) 2019 di Ndalem Joyokusuman, Gajahan, Solo, Sabtu (31/8/2019) malam.  Dikomandoi pesinden sekaligus komposer asli Solo, Peni Candrarini, sekitar 30 pengrawit perempuan Jurusan Karawitan ISI Solo bakal membawakan komposisi baru dari gamelan lawas bernama Nyi Menggung. Kemurnian suara Nyi Menggung menyatu padu dengan lengkingan vokal pesinden dan keindahan arsitektur Jawa rumah joglo di Kompleks Keraton Surakarta Hadiningrat tersebut.

Peni dalam jumpa pers di Ndalem Joyokusuman, Kamis (29/8/2019), mengatakan Gelung adalah komposisi baru dengan format neo tradisi. Karya ini tercipta melalui penghayatan pada kearifan serta nilai-nilai kehidupan yang terdapat pada dunia sinden. Sajiannya berbentuk bedhayan dan dilagukan pada wilayah laras slendro pathet sanga.

Karya Gelung sekaligus sebagai simbol kegelisahan. Bahwa di zaman sekarang ini kehidupan manusia terlalu dilewatkan untuk bekerja, beraktivitas, dan mengejar pundi-pundi rupiah. Dampaknya banyak orang frustrasi, stres, depresi, karena dalam hidupnya banyak melewatkan waktu tanpa kontemplasi. Peni juga melibatkan para guru seniornya seperti Muriah Budiarti, dan Sri Suparsih untuk mendukung pentasnya. “Saya melibatkan tiga generasi pesinden, yaitu para guru saya, saya, dan generasi muda mahasiswa saya,” terangnya.

Tak hanya Peni, pembukaan festival seni bergengsi ini juga menampilkan musikus jazz terkemuka Dwiki Dharmawan yang akan berduet dengan musisi Smiet dari Palu. Disusul eksperimen musik Chi Him Chik dari Hongkong, dan deretan karya Fotografi Installation oleh grup fotografi Argus Photowork. Pertunjukan dengan mengambil lokasi Ndalem Joyokusuman kembali digelar pada Sabtu (14/9/2019) dengan menghadirkan musisi Erhu Kontemporer yaitu Wang Jin Yu dari Shanghai, serta performance art kolaborasi seni multimedia oleh Otniel Tasman,  Zen Al Ansory dan Mahamboro.

Agenda Post Fest 2019 juga digelar di enam lokasi lainnya yaitu Kampus UNS Mesen, UNS Inn, Pendapa Balai Kota Solo, Kebun Binatang Jurug, Bentara Budaya Balai Soedjatmoko Solo, dan kampus IELC Panularan. Post Fest menawarkan gagasan baru mengenai festival yang berkonsep interdisiplin atau lintas bidang seni, baik itu seni rupa, seni pertunjukan, seni media rekam, film, dan seni multimedia.  Mereka melibatkan banyak lokasi dan ruang kreatif di Kota Solo dalam rentang waktu sekitar dua pekan hingga penutupan pada Minggu (15/9/2019). Detail penampil dan tanggalnya bisa dilihat langsung pada akun instagram resmi mereka @Postfestdikotasolo.

Post Fest adalah gerakan yang digagas oleh seniman Solo, Sardono W. Kusumo.  Pada awalnya diselenggarakan oleh Pascasarjana Institut Kesenian Jakarta (IKJ) pada 2017 dengan tujuan memberikan gagasan baru tentang festival yang didasari oleh riset, pelatihan, dan eksperimentasi. Agenda ini dimentori pakar-pakar seni dengan mengedepankan kekuatan tiga pilar utama, yaitu para seniman individu, institusi, serta komunitas kreatif.

“Ciri dari Post Fest adalah kompatibel dan bisa bersentuhan dengan potensi seni serta ruang budaya yang beragam, itu sebabnya tahun ini dapat serentak dilaksanakan di Jakarta dan Solo,” jelas Sardono.

 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten