Galon Isi Ulang Disebut Mengandung BPA, Benarkah Berbahaya bagi Tubuh?

Di Amerika Serikat dan Uni Eropa, larangan kandungan BPA pada kemasan pangan diterapkan untuk produk bayi dan food contact material.

 Pekerja menyiapkan air minum kemasan galon di tempat usaha BUM Desa Sendang Songo, Desa Ronggojati, Kecamatan Batuwarno, Kabupaten Wonogiri, Senin (8/3/2021). (Istimewa)

SOLOPOS.COM - Pekerja menyiapkan air minum kemasan galon di tempat usaha BUM Desa Sendang Songo, Desa Ronggojati, Kecamatan Batuwarno, Kabupaten Wonogiri, Senin (8/3/2021). (Istimewa)

Solopos.com, JAKARTA — Galon isi ulang atau galon guna ulang (GGU) yang selama ini lazim digunakan masyarakat terancam hilang di pasaran seiring dengan rencana Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) merevisi Peraturan BPOM No. 31/2018 tentang kemasan pangan olahan.

Revisi aturan itu disebutkan bakal mewajibkan galon isi ulang yang berbahan polikarbonat (PC) untuk mencantumkan label mengandung Bisfenol A (BPA).

Label BPA free atau bebas BPA, dapat dicantumkan pada produk air minum dalam kemasan (AMDK) selain berbahan polikarbonat, yakni botol sekali pakai berbahan polietilena (PET) dan tidak mengandung BPA.

Migrasi BPA ke tubuh manusia melalui bahan pangan ditengarai berdampak buruk pada kesehatan, meski sejumlah penelitian menunjukkan efeknya terbatas pada suhu tinggi. Di sejumlah negara seperti Amerika Serikat dan anggota Uni Eropa, larangan kandungan BPA pada kemasan pangan diterapkan untuk produk bayi dan food contact material.

Baca Juga: 880 Juta Galon Isi Ulang Terancam Punah, Ini Penyebabnya

Lantas seberapa berbahayakah air minum di dalam kemasan galon isi ulang? Sejumlah ahli, seperti dokter spesialis onkologi dan dokter spesialis kebidanan serta kandungan menegaskan bahwa hingga saat ini belum pernah menemukan pasien sakit kanker dan gangguan janin karena mengonsumsi air minum dalam kemasan galon isi ulang.

Pakar pangan bahkan menjelaskan bahwa semua air kemasan yang sudah memiliki izin edar aman untuk dikonsumsi. Hal-hal tersebut terungkap dalam webinar bertajuk ‘Keamanan Menggunakan Air Galon Guna Ulang di Tengah Isu BPA’.

Dokter spesialis onkologi Bajuadji menjelaskan bahwa penyakit kanker dibagi dua, yaitu solid (padat) seperti kanker payudara, kanker usus besar, kanker paru, tulang, prostat, dan nonsolid seperti kanker darah (leukemia). Secara etiologi, kanker ada yang berasal dari dalam dan dari luar.

“Faktor internal menjadi paling dominan, di mana 85 persen keganasan kanker itu diturunkan secara genetik, sehingga terjadi kegagalan repair dari sel DNA ke gen yang akan menjadi gen abnormal yang menetap. Inilah yang akan menjadi sel kanker,” ujarnya sebagaimana dikutip dari Bisnis.com, Sabtu (4/12/2021).

Baca Juga: 880 Juta Galon Isi Ulang Terancam Punah, Ini Penyebabnya

Sementara itu, dari faktor eksternal atau lingkungan, kata dia, bisa disebabkan zat kimia, radiasi, sinar ultraviolet atau zat karsinogen misalnya zat pewarna, atau formalin yang ada pada makanan yang memicu terjadinya keganasan.

“Jadi, penyebab paling utama adalah genetik. Keduanya faktor lingkungan, seperti kebiasaan merokok, minum alkohol, terpapar sinar ultraviolet matahari, radiasi ionisasi,” ujar Badjuadji.

Selain itu, lanjut dia, ada juga faktor makanan yang mengandung zat kimia bersifat karsinogen seperti pewarna dan formalin. Kemudian, ada juga karena virus dan karena penggunaan hormon sehingga terjadi ketidakseimbangan hormon.

Namun demikian, dia menegaskan bahwa belum pernah mengetahui ada orang terkena penyakit kanker karena mengonsumsi air kemasan galon isi ulang.

Baca Juga: Belum Melanggar Batasan WHO, Galon Mengandung Banyak Mikroplastik

“Jujur, saya sendiri belum pernah ada pasien datang karena riwayat penggunaan air galon isi ulang yang kemudian mengakibatkan terjadinya kelainan pada tubuhnya atau kelainan pada organ yang lain,” tegasnya.

Hal senada disampaikan dokter Alamsyah. Menurutnya, belum ada seorang ibu hamil yang janinnya terganggu kesehatannya hanya karena mengonsumsi air galon guna ulang.

Menurutnya, faktor utama yang mempengaruhi kesehatan janin itu adalah asupan gizi. “Artinya, apa yang dimakan atau dikonsumsi oleh ibu ini akan sangat berpengaruh terhadap perkembangan dari janin itu sendiri,’ ujarnya.

Adapun pada awal tahun ini, BPOM sebenarnya telah mengeluarkan pernyataan terkait kandungan BPA dalam galon. Berdasarkan pengawasan BPOM terhadap kemasan galon AMDK yang terbuat dari PC selama lima tahun terakhir, migrasi BPA di bawah 0,01 bpj atau 10 mikrogram/kg, masih dalam batas aman.

Baca Juga: Belum Melanggar Batasan WHO, Galon Mengandung Banyak Mikroplastik

Adapun persyaratan keamanan kemasan pangan termasuk batas maksimal migrasi BPA ditetapkan 0,6 bpj atau 600 mikrogram/kg dari kemasan PC, yang diatur dalam Peraturan BPOM No.20/2019 tentang kemasan pangan.

Berita Terkait

Espos Plus

Jaksa Ajukan Banding, Jurnalis Tempo Masih Dilindungi LPSK

+ PLUS Jaksa Ajukan Banding, Jurnalis Tempo Masih Dilindungi LPSK

Jurnalis Tempo di Kota Surabaya, Jawa Timur, Nurhadi, hingga kini masih dalam perlindungan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Jaksa penuntut umum mengajukan banding atas vonis terhadap dua polisi penganiaya Nurhadi.

Berita Terkini

Pertimbangkan Ini Sebelum Memutuskan Bercerai atau Bertahan

Sebelum memutuskan apakah hendak bercerai atau bertahan, ada sejumlah poin yang harus Anda pertimbangkan baik-baik.

Ruam di Kulit Efek Samping Vaksin Booster Setelah Sepekan Disuntik

Salah satu efek samping yang muncul sepekan atau lebih setelah mendapatkan suntikan adalah ruam.

Paspor Jepang dan Singapura Masih Terkuat di Seluruh Dunia

Jepang dan Singapura masih menjadi paspor paling kuat dengan akses bebas visa ke 192 negara di seluruh dunia.

Unik! Pria Ini Pamer Modifikasi Sepeda-Motor Sport, Ini Penampakannya

Seorang pria memamerkan sepeda yang dimodifikasi dengan motor sport sehingga terlihat unik.

Heboh Makam Upin dan Ipin, Label Produksi Beri Klarifikasi

Setelah digegerkan makam bertuliskan Upin dan Ipin, label produksi serial tersebut memberikan klarifikasi soal isu kartun diadaptasi dari cerita nyara seseorang.

Mengenal Layanan PCR O+ yang Mampu Deteksi Probable Omicron

Ada tiga hasil yang didapat dari PCR O+ yakni positif probable Omicron, positif non Omicron atau negatif.

Berapa Usia Ideal untuk Membekukan Sel Telur Seperti Luna Maya?

Berapakah usia yang ideal untuk membekukan sel telur agar memperbesar peluang kehamilan di masa depan?

Doa Tolak Bala, yang Dilengkapi Latin dan Artinya

Berikut ini terdapat doa tolak bala sebagaimana dijelaskan Nahdlatul Ulama (NU Online) yang dilengkapi latin dan artinya.

NFT Ramai Gegara Ghozali, Pria Ini Malah Temui Foto Seblak di Opensea

Bukannya menjual foto atau hasil karya untuk NFT, beberapa orang diketahui mengunggah foto-foto seblak di Opensea layaknya marketplace

Ketahui Risiko Membekukan Sel Telur Seperti Luna Maya

Sebelum melakukan prosedur membekukan sel telur ini, sebaiknya kenali terlebih dulu risikonya.

Ada Beragam Jenis Pipa di Pasaran, Kenali Karakter dan Fungsinya!

Kenali berbagai macam jenis pipa dan fungsinya yang banyak dijual di pasaran dan dibutuhkan untuk kebutuhan rumah!

Berapa Biaya Membekukan Sel Telur Seperti Dilakukan Luna Maya?

Biaya untuk membekukan sel telur bisa jadi sangat beragam untuk setiap penyedia layanan ini tergantung dari fasilitas dan teknologi yang dimiliki.

Viral! Video Makam Upin dan Ipin, Netizen: Jadi Selama ini Kita...

Dua makam anak dengan nisan bertuliskan Upin dan Ipin menjadi sorotan netizen di media sosial baru-baru ini.

Begini Proses Membekukan Sel Telur Seperti Dilakukan Luna Maya

Membekukan sel telur seperti dilakukan artis Luna Maya bisa jadi belum begitu familier, termasuk proses dan biayanya.

Perempuan Menyatakan Cinta kepada Pria? Begini Caranya

Para perempuan tidak perlu khawatir untuk menyatakan cintanya lebih dulu karena akan membuka peluang hubungan yang romantis kepada pria.

Begini Cara Membedakan Perasaan Jatuh Cinta atau Tertarik Sesaat

Ya, seringkali memang tak mudah membedakan apakah jatuh cinta atau hanya tertarik sesaat?