Gali Tanah, Petani Ampel Boyolali Temukan Granat Nanas
Lokasi penemuan granat nanas di ukuh Selomiring RT 007/ RW 007, Desa Seboto, Kecamatan Ampel, Boyolali. Foto diambil Selasa (27/12/2016). (Aries Susanto/JIBI/Solopos)

Seorang petani di Kecamatan Ampel, Boyolali, menemukan granat saat menggali tanah.

Solopos.com, BOYOLALI -- Seorang petani warga Dukuh Selomiring RT 007/ RW 007, Desa Seboto, Kecamatan Ampel, Boyolali, menemukan granat jenis nanas saat menggali tanah untuk membuat pagar rumah, Minggu (25/12/2016).

Granat itu sempat disimpan selama dua hari di rumah petani bernama Mahliyantono, 40, tersebut sebelum dilaporkan ke polisi. Beruntung, selama dua hari disimpan, granat jenis nanas tersebut tak meledak atau memakan korban jiwa.

Informasi yang dihimpun Solopos.com di Polsek Ampel, Selasa (27/12/2016), granat itu ditemukan sekitar pukul 14.00 WIB. Saat itu, Mahliyantono sedang menggali tanah untuk membikin pagar rumah. Baru menggali beberapa sentimeter, dia melihat sebuah benda dari besi berbentuk granat nanas.

Lantaran penarasan, Mahliyanto mengambil granat tersebut dan membawanya pulang. Beruntung, saat diambil dan dibawa pulang, tak terjadi apa-apa. Namun, Mahliyanto akhirnya merasa waswas.

Ia pun menyampaikan temuannya itu kepada warga lainnya. Dua hari berikutnya, granat itu ia serahkan kepada perangkat desa. Saat itu juga, bersama perangkat desa warga melaporkan temuan Mahliyantono ke Polsek setempat.

“Kami segera menindaklanjuti temuan warga dengan memanggil tim penjinak bom dari Solo,” ujar Kapolsek Ampel, AKP Edi Sukamto.

Polisi segera menyisir lokasi dan memastikan lokasi tersebut kini sudah aman. Setelah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), tim penjinak bom memeriksa granat tersebut.

Hasilnya, granat jenis nanas tersebut sudah tidak aktif. “Petugas mencoba meledakkan granat itu, namun sudah tak bisa. Granat dipastikan sudah tak lagi aktif,” papar dia.

Di sekitar lokasi, kata Edi, polisi juga menyelidiki kemungkinan adanya temuan granat serupa. Namun, hasilnya nihil. Meski demikian, Edi mengingatkan warga agar tak gegabah saat menemukan benda mencurigakan.

Ia meminta warga melapor petugas dan tak memegang benda-benda yang dicurigai sebagai bom. “Untungnya, granat sudah tak aktif. Kalau aktif dan meledak bagaimana coba?” ujarnya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom