ilustrasi (JIBI/dok)

Solopos.com, WONOGIRI -- Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, telah menetapkan nilai penghasilan tetap (siltap) bagi kepala, sekretaris, dan perangkat desa, akhir November lalu.

Besaran siltap sama dengan yang diusulkan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Wonogiri sebelumnya. Dengan demikian besaran siltap bagi pamong desa akan sama.

Konsekuensinya, ada sejumlah kepala desa (kades) dan sekretaris desa (sekdes) yang siltapnya justru turun dibanding sebelumnya.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, Senin (9/12/2019), Bupati menetapkan siltap pamong desa melalui Peraturan Bupati (Perbup) No. 56/2019 tentang Penetapan Besaran Siltap dan Tunjangan Kades dan Perangkat Desa.

Bupati menandatangani perbup itu pada 28 November lalu. Perinciannya, siltap kades senilai Rp4 juta/bulan, sekdes Rp2,75 juta/bulan, dan perangkat desa Rp2,05 juta/bulan. Aturan ini diterapkan mulai Januari 2020.

Pemuda Sukoharjo Nyolong Belasan Kali Demi Gaya Hidup dan Ngapelin Pacar

Kepala Dinas PMD Wonogiri, Semedi Budi Wibowo, saat ditemui Solopos.com di kantornya, Senin, menyampaikan besaran siltap yang diusulkan PMD sudah melalui kajian. Bahkan, juga melalui beberapa model simulasi hingga akhirnya diperoleh angka itu yang kemudian diusulkan kepada Bupati.

Oleh karena itu lelaki yang akrab disapa Medi tersebut menilai wajar jika Bupati menyetujuinya. Apabila aturan baru diterapkan, siltap mayoritas pamong desa bakal naik.

Bercermin pada siltap tahun ini, secara umum kades menerima lebih kurang Rp3 juta/bulan, sekdes Rp2,1 juta/bulan, dan perangkat desa Rp1,5 juta/bulan. Namun, ada siltap kades dan sekdes yang bakal turun.

Ditangkap, Ini Nasib ABG yang Matikan PJU Flyover Palur Karanganyar

Hanya, Medi tak hafal siltap kades dan sekdes mana yang akan turun. Dia menyebut kades dan sekdes yang siltapnya turun hanya beberapa orang.

Menurut Medi, siltapnya pamong desa bisa turun karena sebelumnya pemerintah desa menetapkan siltap yang sudah tinggi. Itu karena jumlah perangkat desanya sedikit (paling sedikit 10 orang, paling banyak 22 orang) sehingga alokasi dana desa (ADD) sebagai sumber siltap yang diterima memungkinkan untuk memberi siltap yang cukup tinggi.

"Jumlah kades dan sekdes yang siltapnya akan turun enggak sampai satu persen dari total desa [di Wonogiri ada 251 desa],” kata Medi.

Dia mengaku sudah menyosialisasikan Perbup Siltap kepada seluruh pemerintah desa sejak awal Desember lalu. Mereka, termasuk kades dan sekdes yang siltapnya bakal turun, tidak ada yang keberatan.

Gempa Gunungkidul Terasa Sampai Solo, Lantai V Kompleks Balai Kota Bergoyang

Meski siltap turun mereka tetap bisa mendapatkan penghasilan lebih dari Rp4 juta. Hal itu karena mereka juga akan memperoleh tunjangan yang disesuaikan dengan kemampuan keuangan desa.

Saat Solopos.com menghimpun data kades dan sekdes mana saja yang siltapnya akan turun, Bidang Pemerintahan Desa tidak memilikinya. Hal itu bukan termasuk objek yang didata.

Sementara menurut informasi yang dihimpun Solopos.com, pamong desa yang siltapnya akan turun, yakni Kades Karangtengah, Kecamatan Karangtengah dan Sekdes Sendang, Kecamatan Wonogiri.

Garam Ditakuti Ular Cuma Mitos, Ini yang Sebenarnya

Sekdes Sendang, Agung Susanto, mengonfirmasi siltapnya akan turun. Sebelumnya dia menerima siltap Rp3,2 juta/bulan.

Sementara siltap Kades Sendang Sukamto tetap dan siltap perangkat desa akan naik senilai Rp50.000/bulan. Sebelumnya, perangkat desa menerima siltap Rp2 juta/bulan.

Meski siltapnya akan turun Agung tak mempermasalahkannya. Kondisi ini justru memancingnya berinovasi meningkatkan pendapatan asli desa.

“Agar siltap bisa naik pendapatan asli desa harus tinggi. Jadi, pamong harus kreatif dan berinovasi menciptakan terobosan yang muaranya untuk meningkatkan pendapatan asli desa. Saya kira ini tuntutan buat semua pemerintah desa juga,” kata Agung.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten