Gaji Pekerja China Lebih Tinggi, Kedubes Berdalih Indonesia Belum Mampu
Polisi menjaga lokasi groundbreaking pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung di Cikalong Wetan, Bandung Barat, Jawa Barat, Kamis (21/1/2016). (JIBI/Solopos/Antara/Hafidz Mubarak A.)

Solopos.com, JAKARTA -- Kedutaan Besar atau Kedubes China untuk Indonesia mengakui gaji pekerja atau tenaga kerja asing (TKA) asal negara itu jauh lebih tinggi daripada pekerja lokal. Mereka berdalih tenaga kerja asal China di Indonesia adalah tenaga terampil.

Hal itu dikatakan Minister Counselor Kedutaan Besar China di Indonesia Wang Liping. Dia mengatakan pekerja lokal bisa hanya menerima gaji 10 persen dari upah yang diterima tenaga kerja asing asal Negeri Tirai Bambu.

Gembar-Gembor New Normal, Ini Kekhawatiran Sekolah di Karanganyar

Dia mengklaim tenaga kerja asal China di Indonesia kebanyakan menduduki jabatan manajerial selain tenaga ahli dan terampil sehingga mendapat gaji besar. Hal itu karena Indonesia dinilai belum mampu menyediakan tenaga kerja terampil yang dibutuhkan perusahaan terkait.

Dengan demikian, meski biayanya tinggi investor China memutuskan mengambil tenaga terampil dari negerinya.

Ribuan Spesimen Covid-19 Terlambat Verifikasi Tiap Hari, Ini Alasan Pemerintah

"Seorang pekerja terampil China pada umumnya dibayar US$30.000 per tahun. Ditambah biaya penerbangan internasional dan akomodasi yang wajib ditanggung oleh perusahaan. Sementara itu, seorang pekerja lokal Indonesia dibayar 10 persen dari total biaya pekerja China," katanya dalam konferensi pers virtual, Selasa (2/6/2020).

Dia melanjutkan, pekerja asal China dengan gaji lebih besar daripada pekerja lokal itu tersebar di berbagai industri. Mereka terkonsentrasi antara lain di Sulawesi, Kalimantan, dan Jawa Barat.

Mantan Sekretaris MA Nurhadi Ditangkap KPK, Kok Baru Sekarang?

Akan Diubah

Selain itu, meski dibayar mahal, tetapi proporsi TKA dibandingkan dengan pekerja lokal tetap lebih kecil. Contohnya, di PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) proporsinya 1 banding 10, sedangkan JD.id 1 banding 70, dan di Julong Group 1 banding 150.

Menurut Wang, meski perusahaan-perusahaan mempekerjakan tenaga kerja terampil dari China dengan gaji tinggi, berencana mengubah kebijakan. Mereka sedang menggodok rencana meningkatkan tenaga kerja lokal sekaligus demi menekan biaya.

Kerusuhan Demo George Floyd, Laki-Laki Bertato Peta Indonesia Minta Maaf

Sebagai contoh, proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung akan secara bertahap menggunakan tenaga lokal. Selain itu, Huawei Technologies sedang melakukan pelatihan untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan Teknologi Informasi dan Komunikasi (ICT) pekerja lokal.

"Hingga kini pekerja Indonesia yang menerima pelatihan tersebut telah melebihi 7.000 orang," ujarnya.

Update Covid-19 Sukoharjo: Jadi 73 Kasus, Kwarasan & Cemani Tertinggi


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho