Gaji Belum Kunjung Dibayar, Moral Pemain Persis Solo Bisa Anjlok
Pemain Persis Solo berfoto sebelum pertandingan persahabatan melawan Semen Padang di Stadion Manahan, Solo, Kamis (5/3/2020). (Solopos/ M. Ferri Setiawan)

Solopos.com, SOLO — Persis Solo belum kunjung mencairkan gaji para pemain sejak bulan Maret 2020. Kondisi tersebut berpotensi membuat moral pemain turun drastis lantaran ketidakpastian penghasilan di masa pandemi Covid-19. Sejumlah pentolan suporter Persis pun mendesak manajemen melakukan segala upaya untuk melunasi tanggungjawabnya pada pemain.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, kali terakhir pemain Persis Solo menerima gaji bulan Februari 2020 yang dibayarkan pertengahan Maret 2020 lalu atau sebelum peliburan kompetisi. Setelah itu tak ada pemasukan sama sekali yang masuk kantong skuat Laskar Sambernyawa.

Nonton Foto Makanan di Medsos Saat Puasa Bikin Pahala Berkurang?

Padahal PSSI telah memberi arahan tegas agar klub membayar gaji pemain, pelatih dan ofisial maksimal 25% dari gaji normal selama kondisi force majeure pada Maret-Juni 2020.

“Saya harap manajemen peduli dengan nasib pemain. Jangan sampai moral mereka down ketika kompetisi digelar hanya karena masalah keterlambatan gaji,” ujar sesepuh Pasoepati, Mayor Haristanto, saat dihubungi Solopos.com, Sabtu (25/4/2020).

Sejumlah pemain Persis memang mulai mengungkapkan keresahannya di media sosial lantaran gaji tak kunjung cair. Maklum, sebagian besar penggawa Persis hanya menggantungkan pemasukan dari pekerjaan sebagai pesepakbola profesional.

Disdik Solo: Anak Positif Covid-19, Orang Tua Harus Tahan Diri di Rumah

Mayor menilai pembayaran 25% gaji tiap bulan sebenarnya sudah menjadi solusi tengah bagi pemain dan klub. “Saya paham klub juga dalam kondisi serba sulit. Saatnya panen malah tiba-tiba kondisi seperti ini. Namun gaji pemain tetaplah tanggungjawab manajemen.”

Gerakan Suporter

Mayor pun membuka peluang melakukan gerakan moral apabila masalah gaji pemain di Persis Solo tak kunjung teratasi. Gerakan tersebut, imbuhnya, bisa berupa penggalangan dana dari suporter untuk menambal gaji pemain. “Mungkin nanti yang terkumpul tidak besar, tapi setidaknya bisa menjadi perhatian bagi manajemen,” ujar Mayor.

Sejauh ini sejumlah pemain yang tidak memiliki usaha sampingan hanya mengandalkan tabungan untuk membuat dapur tetap ngebul. CEO Persis, Azmy Al Qamar, mengakui ada kendala gaji menyusul pandemi Covid-19. Namun lelaki yang akrab disapa Mimi ini memastikan manajemen segera memenuhi tanggung jawabnya. “Gaji Maret akan segera kami bayar pekan depan,” ujarnya.

Mau Masuk Sragen, Pemudik Diminta Putar Balik

Mimi mengatakan gaji bulan Maret akan dibayar sesuai pedoman PSSI yakni 25% dari gaji normal. Pihaknya mengaku kesulitan memenuhi permintaan pemain yang berharap gaji Maret dibayar secara penuh. “Kami berharap semua pihak saling memahami kondisi sulit saat ini. Yang jelas saya dan Pak Vijaya Fitriyasa [bos Persis] selalu berupaya memenuhi hak pemain,” ujarnya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho