GAGASAN : Peringkat dan Mutu Perguruan Tinggi

Redaksi Solopos.com - Solopos.com
Selasa, 19 September 2017 - 06:00 WIB

SOLOPOS.COM - Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Solo (lokanesia.com)

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/9/2017). Esai ini karya Johan Bhimo Sukoco, dosen Ilmu Administrasi Negara di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Slamet Riyadi, Solo. Alamat e-mail penulis adalah johanbhimo@yahoo.co.id.

Solopos.com, SOLO — Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) pada 2017 ini telah menetapkan peringkat perguruan tinggi di Indonesia. Pemeringkatan ini menggunakan sistem pengelompokan atau klaster.

Pemeringkatan ini dilakukan dengan menilai empat komponen utama. Pertama, kualitas sumber daya manusia. Kedua, kualitas kelembagaan. Ketiga, kualitas kegiatan kemahasiswaan. Keempat, kualitas penelitian dan publikasi ilmiah.

Pada 17 Agustus 2017 lalu diumumkan pemeringkatan perguruan tinggi di Indonesia klaster I untuk tahun 2017 diikuti dengan pengumuman peringkat 100 besar perguruan tinggi nonpoliteknik dan 25 besar perguruan tinggi politeknik di Indonesia yang diumumkan pada 21 Agustus 2017.

Hal yang menarik untuk dikaji adalah hanya tiga perguruan tinggi di Soloraya yang berhasil menembus peringkat 100 besar perguruan tinggi nonpoliteknik dan 25 besar perguruan tinggi politeknik di Indonesia pada 2017 ini.

Peguruan tinggi tersebut adalah Universitas Sebelas Maret (peringkat ke-11), Universitas Muhammadiyah Surakart (peringkat ke-69), dan Universitas Slamet Riyadi (peringkat ke-94).

Soloraya memiliki kurang lebih 64 perguruan tinggi, namun ternyata hanya satu perguruan tinggi negeri dan dua perguruan tinggi swasta yang mampu menembus 100 besar pemeringkatan ini.

Tiga perguruan tinggi di Soloraya yang mampu menembus 100 besar perguruan tinggi nonpoliteknik di Indonesia pada 2017 ini layak diapresiasi.

Universitas Sebelas Maret yang berdiri pada11 Maret 1976 meraih peringkat ke-11. Peringkat ini naik satu tingkat dari tahun sebelumnya yang berada di peringkat ke-12. Pada pemeringkatan lain, Universitas Sebelas Maret mampu meraih peringkat ke-5 dari 100 universitas terbaik di Indonesia versi 4 International Colleges & Universities (4ICU) yang diliris pada 29 Juli 2017 lalu.

Selanjutnya adalah: Perguruan tinggi swasta di bawah Persyarikatan Muhammadiyah…

Perguruan Tinggi Swasta

Universitas Muhammadiyah Surakarta sebagai perguruan tinggi swasta di bawah Persyarikatan Muhammadiyah berada di peringkat ke-69. Universitas Muhammadiyah Surakarta mampu menembus peringkat ke-8 World Class University versi Quacquarelli Symonds (QS) World University Ranking yang diliris pada 8 Juni 2017 lalu. Universitas ini merupakan satu-satunya perguruan tinggi swasta di Indonesia yang masuk daftar pemeringkatan tersebut.

Universitas Slamet Riyadi adalah sebuah universitas yang mengedepankan nilai-nilai perjuangan pahlawan yang lahir di Kota Solo, yaitu Brigadir Jenderal (Anumerta) Slamet Riyadi. Universitas ini berada di peringkat ke-94, mengungguli 3.244 perguruan tinggi negeri dan swasta se-Indonesia.

Pada 2017 ini Universitas Slamet Riyadi menunjukkan kenaikan prestasi yang signifikan dari tahun sebelumnya yang berada di peringkat ke-101. Pada 2014 lalu Universitas Slamet Riyadi menorehkan prestasi sebagai peringkat ke-2 perguruan tinggi swasta se-Soloraya terbaik versi Webrometrics.

Untuk dapat menembus pemeringkatan ini, perguruan tinggi negeri dan swasta di Soloraya perlu memahami komponen utama yang digunakan. Komponen kualitas sumber daya manusia sebagai komponen pertama meliputi persentase dosen berpendidikan S3, persentase dosen dalam jabatan lektor kepala dan guru besar, dan rasio jumlah dosen dan jumlah mahasiswa.

Persentase dosen berpendidikan S3 ini telah mendapatkan perhatian dari perguruan tinggi di Soloraya. Universitas Muhammadiyah Surakarta memiliki 120 dosen bergelar doktor. Komponen berikutnya yaitu kualitas kelembagaan yang mengacu pada akreditasi institusi dan akreditasi program studi.

Permasalahan akreditasi ini masih menjadi problem terbesar bagi pengelola perguruan tinggi swasta di Soloraya. Perguruan tinggi swasta di Soloraya yang memiliki akreditasi institusi A hanya Universitas Muhammadiyah Surakarta, sedangkan yang punya akreditasi institusi B hanya Universita Slamet Riyadi dan Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo.

Kebanyakan perguruan tinggi swasta di Soloraya masih terakreditasi institusi C atau bahkan belum terakreditasi institusi, padahal komponen kualitas kelembagaan dalam pemeringkatan pada 2017 ini sudah ditambah dengan indikator jumlah program studi yang memiliki akreditasi/sertifikasi international dan jumlah mahasiswa asing.

Selanjutnya adalah: Menambah problem yang sebelumnya belum dapat dirampungkan…

Menambah Problem

Hal ini tentu menambah problem yang sebelumnya belum dapat dirampungkan pengelola perguruan tinggi swasta di Soloraya. Komponen kualitas kegiatan mahasiswa pada pemeringkatan 2017 ini masih mengarah pada indikator prestasi mahasiswa, namun variabelnya lebih dikerucutkan pada prestasi mahasiswa secara nasional dan internasional, baik dalam kegiatan yang dikelola oleh Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi maupun oleh lembaga lain.

Komponen ini juga diarahkan pada tingkat kepedulian perguruan tinggi/institusi terhadap kegiatan kemahasiswaan. Komponen yang terakhir adalah kualitas penelitian dan publikasi ilmiah. Pada tahun ini tidak hanya diarahkan pada kinerja penelitian dan rasio jumlah publikasi terindeks terhadap jumlah dosen, namun juga ditambah indikator kinerja pengabdian pada masyarakat.

Universitas Sebelas Maret, misalnya, masuk ke dalam 50 perguruan tinggi paling produktif dalam publikasi ilmiah jurnal internasional terindeks Scopus. Selain itu, Universitas Sebelas Maret juga mulai menghilirkan dan mengomersialkan hasil penelitian.

Pemeringkatan oleh Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi pada 2017 ini bermanfaat dalam meningkatkan mutu perguruan tinggi secara berkelanjutan dalam melaksanakan Tridharma Peguruan Tinggi dan meningkatkan kesehatan lembaga.

Melalui sistem pengelompokan atau klaster ini diharapkan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi akan dapat menyusun formula yang tepat dalam pembinaan klaster perguruan tinggi tersebut. Beranjak dari hal ini maka dirasa perlu kesamaan visi dan misi dari pengelola perguruan tinggi dan stakeholders dalam membenahi kelembagaan maupun daya saing sehingga mampu masuk ke pemeringkatan oleh Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi pada  tahun mendatang.

Pemeringkatan ini dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap perguruan tinggi. Masyarakat akan lebih selektif dalam memilih berkuliah di perguruan tinggi, tentu memilih perguruan tinggi yang berkualitas. Pengguna lulusan perguruan tinggi juga akan memerhatikan peringkat perguruan tinggi ketika menyeleksi tenaga kerja berkualifikasi sarjana atau diploma.

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif