GAGASAN : Membaca Kebudayaan Melalui Komunitas

GAGASAN : Membaca Kebudayaan Melalui Komunitas

SOLOPOS.COM - Damar Tri Afrianto (Istimewa)

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (19/01/2018). Esai ini karya Damar Tri Afrianto, pengajar di Institut Seni dan Budaya Sulawesi Selatan dan pengurus Komunitas Seni dan Budaya Bandul Nusantara di Karanganyar, Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah damar.tri.a@gmail.com

Solopos.com, SOLO--Sejak berakhirnya Orde Baru terdapat pergeseran fokus yang pada mulanya ke arah identitas regional kini menuju ke ruang-ruang lokal dan kedaerahan. Tiap-tiap daerah merayakan keberagaman yang kait-mengait menjadi identitas.

Demokratisasi tatanan politik dan desentralisasi administrasi pemerintah dengan sistem otonomi daerah menyebabkan tidak ada kekuasaan mutlak negara yang mengatur nilai-nilai ideologis dan identitas-indentitas.

Implikasinya tiap-tiap masyarakat dapat merayakan nasionalisme secara tidak harus tersentralisasasi dan dapat melalui kekayaan daerah masing-masing. Inilah kiranya yang mendorong tumbuhnya berbagai komunitas dalam merayakan identitas.

Komunitas-komunitas ini hadir di tengah masyakakat sebagai bentuk kebebasan dalam menarasikan ideologi. Motivasi terbentuknya komunitas sangatlah berbeda, berkaitan dengan visi dan misi ideologis yang ingin dicapai.

Dalam One Place After Another, studi mengenai site-specifict art, Kwon menekankan bahwa komunitas bisa menggambarkan kelompok-kelompok yang mumpunyai beraneka sisi. Di satu sisi, istilah ”komunitas” diasosiasikan dengan kelompok sosial yang secara sistematis telah diasingkan dari proses politik dan kebudayaan yang memengaruhi.

Selanjutnya adalah: Komunitas digunakan untuk menamai kelompok

Berita Terkait

Berita Terkini

Kisah ABG Klaten Terobos Penyekatan: Niat Beli Makan Ke Jogja, Pulang Jadi Tersangka

ABG Klaten yang nekat terobos penyekatan pemudik di Pospam Prambanan niatnya pergi ke Jogja untuk beli makan buat buka puasa.

Dikhawatirkan Picu Kerumunan, Pasar Tiban di Pekalongan Dibubarkan

Meningkatnya aktivitas warga menjelang Lebaran, terutama di Alun-alun Kota Pekalongan rawan memicu penyebaran virus corona.

Jadwal Imsak dan Magrib di Solo Hari Ini, Selasa 11 Mei 2021

Di bawah ini ada jadwal imsak dan magrib Kota Solo di Jawa Tengah hari ini, Selasa, 11 Mei 2021 dari Kementerian Agama atau Kemenag.

Warga di 12 Padukuhan di Sleman Dilarang Salat Id Berjamaah

Kalau sudah zona merah, salat Idulfitri baik di masjid maupun lapangan tidak dibolehkan.

Kemenag Jateng Sebut Sudah 300 Ulama Meninggal Akibat Covid-19

Data dari Kementerian Agama pusat ada 300 ulama yang meninggal akibat terpapar Covid-19 se-Indonesia.

Kemenhub Ungkap Potensi Warga Mudik Besok

Kemenhub memperkirakan aktivitas mudik bakal terjadi lagi, Selasa (11/5/2021) besok dan Rabu (12/5/2021) lusa.

Tambang Emas Longsor di Sumbar, 4 Meninggal

Asnedi mengatakan longsor di lokasi tambang itu bukan sekali ini terjadi. Sebelumnya, menurut Asnedi, lokasi tambang itu pernah longsor Januari lalu.

Ustaz Tengku Zulkarnain Meninggal, Dinkes Tracing Safari Dakwah

Dinkes Riau meminta puskesmas yang wilayahnya ketempatan safari dakwah Ustaz Tengku Zulkarnain segera melalukan tracing kontak fisik.

Mudik Dilarang, Pedagang di Madiun Ngeluh Pasar Sepi Jelang Lebaran

Jika dibandingkan dengan momen Lebaran tahun-tahun sebelumnya, tahun ini kondisi pasar menjadi paling sepi.

Usulan Liga 1 Tanpa Degradasi, Presiden Pasoepati: Ini Kompetisi atau Tarkam?

Presiden Pasoepati, Maryadi Gondrong, menyayangkan munculnya gagasan kompetisi tanpa degradasi di Liga 1 maupun Liga 2. Menurut Gondrong, liga tanpa degradasi sama saja mengebiri ruh kompetisi.

Dishub Semarang Catat 8 Titik Kemacetan Jelang Lebaran

Larangan mudik tak menyebabkan Semarang bebas macet, bahkan Dishub Kota Semarang mendeteksi adanya delapan titik kemacetan di kota ini.