GAGASAN : Melindungi Hak Nasabah Asuransi
Kukuh Tejomurti (Istimewa)

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (4/10/2017). Esai ini karya Kukuh Tejomurti, dosen di Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah kukuhfhuns@gmail.com.

Solopos.com, SOLO -- Joaching Wessling selaku Presiden Direktur  PT Asuransi Allianz Life Indonesia dan Yuliana Firmansyah selaku Manajer Klaim telah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik di Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya).

Penetapan tersangka tersebut atas laporan nasabah yang merasa dipersulit oleh Allianz Indonesia saat hendak mencairkan klaim asuransi. Seorang pemegang polis Allianz bernama Fardhan Putra yang mengidap kanker neuroblastoma hendak mencairkan klaim asuransinya di Allianz, tapi dipersulit.

Laporan ke kepolisian itu dilakukan oleh keluarga Fardhan karena manajemen Allianz menolak klaim pemegang polis dengan alasan penyakit kanker neuroblastoma bukanlah tipe penyakit yang dapat ditanggung sesuai dengan perjanjian dalam polis.

Allianz meminta data rekam medis pasien (klausul tambahan polis), padahal seharusnya sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 269 Tahun 2009 tentang Rekam Medis data rekam medis seorang pasien sifatnya adalah rahasia. Kasus Allianz ini menunjukkan praktik curang pegawai pemasar asuransi yang sering kali terjadi di masyarakat.

Peristiwa yang sering kali terjadi adalah penawaran melalui telemarketing (melalui telepon) yang meminta seseorang mendaftarkan dirinya sebagai pemegang polis asuransi tertentu yang biasanya mengatasnamakan perusahaan asuransi yang bekerja sama dengan bank tempat seseorang yang ditawari tersebut menjadi nasabah.

Selanjutnya adalah: Orang-orang yang tergoda dan terintimidasi…



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom