GAGASAN : Kids Zaman Now Membaca Media Cetak?

GAGASAN : Kids Zaman Now Membaca Media Cetak?

SOLOPOS.COM - Koran (foto: liputan6.com)

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (12/2/2018) dan Harian Bisnis Indonesia edisi Sabtu (10/2/2018). Esai ini karya Lahyanto Nadie, pengampu Manajemen Media Massa di Kwik Kian Gie School of Business dan pengurus Yayasan Lembaga Pers dr. Soetomo Jakarta.

Solopos.com, SOLO--Siapa yang sudah membaca koran hari ini? Pertanyaan itu sering saya lontarkan ketika mengajar di Kwik Kian Gie School of Business atau saat memberikan training jurnalistik dalam 10 tahun terakhir.

Jawabannya selalu saragam: tidak ada. Jika jawabannya selalu sama dalam setiap ruang dan waktu, mungkin banyak yang sepakat tentang senja kala media cetak. Perdebatan mengenai prospek hidup atau mati media cetak selalu menarik.

Sesungguhnya perdebatan soal tiras media cetak di Indonesia mengalami penurunan cukup signifikan bukan hal baru. Diskusi, seminar, hingga kovensi digelar membahas soal itu. Lagi pula, pers Indonesia tidak sendirian. Jauh sebelumnya media cetak di Amerika Serikat, Eropa, Asia, juga turun.

Menurut data yang dilansir Biro Audit Sirkulasi ABC (sebuah kantor berita di Amerika Serikat) dalam beberapa tahun terakhir, oplah koran di Amerika Serikat menurun signifikan. USA Today mengalami penurunan oplah 13,58% menjadi 1,83 juta eksemplar per hari, The Los Angeles Times turun 14,74% (616.606 eksemplar), The Washington Post turun 13,06% (578.482 eksemplar), dan The New York Times melemah 8,47% (951.063 eksemplar).

Di Indonesia, jumlah media cetak per 2017 sebanyak 793 penerbit dengan oplah sebanyak 17,175 juta eksemplar. Jumlah tiras itu turun dibandingkan 10 tahun lalu yang sekitar 20 juta eksemplar. Memang tampaknya penurunan itu tidak terlau signifikan, namun tren menurun itu akan terus terjadi pada tahun-tahun mendatang.

Dari data Serikat Penerbit Pers (SPS) Pusat menunjukkan dari jumlah oplah sebanyak itu, perinciannya adalah jumlah surat kabar harian 399 penerbit dan 7,1 juta eksemplar; surat kabar mingguan 67 penerbit (173.724 eksemplar), majalah 194 penerbit (6,4 juta eksemplar); dan tabloid 133 penerbit (3,4 juta eksemplar).

Selanjutnya adalah: Kemerosotan sirkulasi pers cetak, ditambah meluasnya digitalisasi

Berita Terkait

Berita Terkini

Israel Tewaskan 7 Warga Palestina di Tepi Barat

Tujuh orang warga Palestina meninggal dunia pada Jumat (14/5/2021) akibat aksi kekerasan pasukan Israel yang membubarkan aksi unjuk rasa mereka.

Pengrajin Jamu Gendong Asal Sukoharjo Tak Pulang Kampung, Sebelum Ramadan Sudah Kulakan Dulu

Sebagian pengrajin jamu asal Nguter Sukoharjo memilih tidak pulang ke kampung halaman saat Lebaran 2021. Mereka kulakan bahan baku jamu dalam jumlah besar untuk menambah stok jamu sebelum bulan puasa.

Ini Alasan Mantan Tetap Ingin Berteman, Terima atau Tidak?

Ada sejumlah penyebab melandasi niatan sang mantan ingin tetap berteman.

Benarkah Makan Bawang Merah Berlebihan Bikin Bau Vagina Tak Sedap?

Makan bawang merah bisa memicu bau tak sedap pada vagina.

Partai Golkar Kecam Keras Serangan Israel ke Palestina

Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto menyatakan pihaknya mengecam keras serangan tentara Israel terhadap rakyat Palestina.

Penonton Liga Inggris Bisa Sepenuhnya Datangi Stadion di Musim Ini

Pengelola Premier League Inggris berencana membuka akses bagi para penonton untuk menonton di stadion pada musim 2021- 22 ini.

Duh! Sampah Petasan Kotori Alun-Alun Pengging Boyolali

Alun-Alun Pengging Boyolali dikotori dengan keberadaan sampah. Sebagian besar sampah itu adalah serpihan-serpihan kertas bekas petasan.

Makin Brutal, Pemboman Israel Tewaskan Satu Keluarga Palestina

Pemboman oleh pasukan Israel pada Kamis (13/5/2021) malam menumpas habis seluruh anggota sebuah keluarga Palestina di wilayah utara Jalur Gaza.

Ada Larangan Mudik, Bus dan Truk yang Masuk Solo Turun Drastis

Jumlah bus dan truk yang keluar masuk Kota Solo menurun drastis selama pemberlakuan larangan perjalanan mudik oleh Kementerian Perhubungan.

Satgas Covid-19 Evaluasi Kasus Selama Libur Lebaran

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Sukoharjo, Yunia Wahdiyati, mengatakan belum bisa memperkirakan apakah terjadi lonjakan kasus Covid-19 selama libur Lebaran.

Resiliensi Sektor informal

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa, 4 Mei 2021. Esai ini karya Muhammad Taufik Nandito, mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyan Surakarta dan aktif di Lingkar Studi Sasadara di Kleco, Kota Solo.

Lebaran, 8 Balon Udara Dilaporkan Terbang di Langit Indonesia

Sebanyak 8 balon udara dilaporkan berada di langit Indonesia saat momentum Lebaran tahun ini. Sejauh ini, belum ada laporan balon udara melintas di langit Solo.