GAGASAN : Kebijakan Berbasis Halalan Thayyiban

GAGASAN : Kebijakan Berbasis Halalan Thayyiban

SOLOPOS.COM - Edy Putra Irawady (Istimewa)

Gagasan Solopos, Jumat (22/5/2015), ditulis Edy Putra Irawady. Penulis adalah Deputi Menko Perekonomian Bidang Perniagaan dan Industri.

Solopos.com, SOLO — Saya perhatikan tidak sedikit orang tertawa atau tersenyum-senyum setiap saya menyebut kata-kata kebijakan yang halalan thayyiban dalam berbagai forum yang membahas ekspor produk sumber daya alam (SDA) secara berkelanjutan dalam konsep sustainable production and consumption.

Sustainability dalam pemanfaatan SDA diwujudkan dengan prinsip  kebenaran dan sah (halal) dalam mengambilnya sekaligus memberikan kebaikan secara luas (thayyiban) dalam perdagangannya.

Ini adalah sikap dan tindakan bersama untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup, menambah penerimaan negara, memberikan nilai tambah, memperluas sumber pekerjaan, dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

Kebijakan halalan thayyiban ini dapat dilihat, misalnya, dari upaya Menteri Perdagangan melalui Peraturan Menteri Perdagangan No. 33/M-Dag.PER/5/2015 yang menyempurnakan tertib administrasi ekspor timah.

Langkah ini dilakukan agar Indonesia tidak lagi sampai kecolongan ekspor timah dari perbuatan illegal trading dan illegal mining yang belakangan ini nilainya rata-rata US$720 juta per tahun (data olahan dari untrade.com 2009-2013 dan statistik lainnya) atau setara Rp9,5 triliun.

Pengawasan halalnya pengambilan timah terlihat dari ketentuan produk olahan timah yang boleh diekspor hanya jika dibuat dari bijih timah yang memenuhi ketentuan dan syarat lingkungan (clean and clear), diekspor oleh pengusaha yang terpilih menjadi eksportir terdaftar, dan jumlah timah yang dapat diekspor dikendalikan agar tidak over-exploited dan murahan.

Pengawasan thayyiban atas pengelolaan SDA (yang suka saya sebut mensyukuri ”barang Tuhan” karena langsung diberikan Tuhan di bumi Indonesia) terlihat dari ketentuan yang mengatur bahwa ekspor timah hanya diizinkan jika sudah membayar royalti sebagai hak negara.

Jenis timah yang boleh diekspor hanyalah timah yang bernilai tambah untuk memberikan perluasan lapangan kerja. Harga timah ekspor ditentukan di Indonesia melalui mekanisme perdagangan bursa komoditas.

Ketentuan tersebut ditambah perlu tanggung jawab sosial perusahaan pengelola timah untuk memulihkan lingkungan penambangan serta mendorong kegiatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat sekitarnya.

Kebaikan lainnya dari pengaturan ekspor timah ini adalah kewajiban untuk melaporkan devisa hasil ekspor kepada Bank Indonesia sehingga ikut berperan dalam neraca perdagangan dan menyehatkan overall current account Indonesia. [Inisiatif Baru]

Berita Terkait

Berita Terkini

Ini Alasan Mantan Tetap Ingin Berteman, Terima atau Tidak?

Ada sejumlah penyebab melandasi niatan sang mantan ingin tetap berteman.

Benarkah Makan Bawang Merah Berlebihan Bikin Bau Vagina Tak Sedap?

Makan bawang merah bisa memicu bau tak sedap pada vagina.

Partai Golkar Kecam Keras Serangan Israel ke Palestina

Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto menyatakan pihaknya mengecam keras serangan tentara Israel terhadap rakyat Palestina.

Penonton Liga Inggris Bisa Sepenuhnya Datangi Stadion di Musim Ini

Pengelola Premier League Inggris berencana membuka akses bagi para penonton untuk menonton di stadion pada musim 2021- 22 ini.

Duh! Sampah Petasan Kotori Alun-Alun Pengging Boyolali

Alun-Alun Pengging Boyolali dikotori dengan keberadaan sampah. Sebagian besar sampah itu adalah serpihan-serpihan kertas bekas petasan.

Makin Brutal, Pemboman Israel Tewaskan Satu Keluarga Palestina

Pemboman oleh pasukan Israel pada Kamis (13/5/2021) malam menumpas habis seluruh anggota sebuah keluarga Palestina di wilayah utara Jalur Gaza.

Ada Larangan Mudik, Bus dan Truk yang Masuk Solo Turun Drastis

Jumlah bus dan truk yang keluar masuk Kota Solo menurun drastis selama pemberlakuan larangan perjalanan mudik oleh Kementerian Perhubungan.

Satgas Covid-19 Evaluasi Kasus Selama Libur Lebaran

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Sukoharjo, Yunia Wahdiyati, mengatakan belum bisa memperkirakan apakah terjadi lonjakan kasus Covid-19 selama libur Lebaran.

Resiliensi Sektor informal

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa, 4 Mei 2021. Esai ini karya Muhammad Taufik Nandito, mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyan Surakarta dan aktif di Lingkar Studi Sasadara di Kleco, Kota Solo.

Lebaran, 8 Balon Udara Dilaporkan Terbang di Langit Indonesia

Sebanyak 8 balon udara dilaporkan berada di langit Indonesia saat momentum Lebaran tahun ini. Sejauh ini, belum ada laporan balon udara melintas di langit Solo.

Ayu Maulida Kenakan Kostum Komodo di Panggung Miss Universe

Ayu Maulida terpilih sebagai Puteri Indonesia 2020 menggantikan Puteri Indonesia 2019 Frederika Alexis Cull.

Pertanyaan TWK KPK: Pacaran Ngapain Aja?

Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) untuk pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ramai disorot karena ada pertanyaan yang dianggap aneh.