GAGASAN : Guru Sejarah Melawan Intoleransi
Nur Fatah Abidin

Strategi Belajar

Untuk itu para guru harus berani mengubah strategi dan kebiasan belajar dan mengajar yang telah (dianggap) mapan dan menggantinya dengan strategi yang lebih aktual.

Menurut pandangan saya terdapat satu dimensi pembelajaran yang kurang diperhatikan dalam sarasehan tersebut, yaitu dimensi peserta didik. Dalam konteks pembelajaran, peserta didik adalah subjek yang khusus dan dinamis.

Sifat khusus berasal dari keunikan pengetahuan, kompetensi, dan keahlian yang dimiliki oleh setiap peserta didik. Peserta didik tidak dapat dipukul rata dengan menganggap mereka memiliki pengetahuan, pemikiran, dan perspektif yang sama.

Sifat dinamis peserta didik terutama pada kemampuan untuk berkembang secara mandiri dengan menyerap pengetahuan yang hadir disekeliling mereka. Dalam era milenial, peserta didik dapat mengakses pengetahuan dari media Internet, media massa, diskusi, dan sumber-sumber lain.

Pengetahuan ini dapat tertanam dan dibawa oleh peserta didik ke dalam kelas. Konsekuensi dari sifat khusus dan dinamis ini adalah keberagaman pengetahuan, ideologi, pemikiran, atau perspektif yang dibawa oleh setiap peserta didik di dalam kelas.

Peserta didik adalah subjek pembelajaran yang memiliki pengetahuan awal sebelum proses pembelajaran. Dengan demikian, peserta didik dapat menerima atau menolak pengetahuan sejarah yang diberikan kepada mereka.

Dimensi peserta didik ini menggugurkan asumsi bahwa pengayaan materi dan strategi inovatif dapat serta-merta mengubah mentalitas seorang peserta didik. Muncul pertanyaan: seberapa efektif pengayaan materi dan strategi pembelajaran dalam menanggulangi intoleransi dan radikalisme?

Membangun logika

Kami menyodorkan pendekatan alternatif, yaitu pembelajaran sejarah yang membangun logika berpikir peserta didik. Pendekatan ini tidak hanya mengukur keberhasilan proses pembelajaran dari kuantitas ilmu yang diperoleh peserta didik.

Pendekatan ini lebih fokus pada cara mengembangkan logika berpikir peserta didik. Pengembangan logika berpikir peserta didik dapat dilakukan melalui penggunaan model-model pembelajaran yang dapat mengasah dan melatih logika berpikir di dalam kelas.

Selanjutnya adalah: Model pembelajaran adalah fase…



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya








Kolom