GAGASAN : Guru Honorer

GAGASAN : Guru Honorer

SOLOPOS.COM - Roko Patria Jati (Istimewa)

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (7/2/2018). Esai ini karya Roko Patria Jati, dosen di Institut Agama Islam Negeri Salatiga. E-mail penulis adalah bee.ascholar@gmail.com.

Solopos.com, SOLO--Tragedi yang mencoreng dunia pendidikan Indonesia muncul lagi bak serial drama televisi yang terus bersambung.

Kali ini seorang guru seni rupa di sekolah menengah atas di Madura bernama Ahmad Budi Cahyono menjadi korban ”kekerasan” yang dilakukan oleh seorang siswa.

Roko Patria Jati (foto: istimewa)
Roko Patria Jati (Istimewa)

Kejadian itu tidak di luar lingkungan sekolahan, melainkan di dalam lingkungan sekolahan, bahkan di dalam kelas saat berlangsung belajar mengajar. Sudah pasti hal ini menjadi wilayah kewenangan guru dan menjadi perhatian serta memunculkan keprihatinan.

Dari sisi hukum, pelaku yang masih duduk di bangku kelas XI termasuk dalam kategori anak di bawah umur sehingga diberlakukan penanganan khusus sebagaimana UU No. 11/2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.

Masyarakat yang merupakan pemangku utama dunia pendidikan di Indonesia perlu kiranya mendapatkan pencerahan sebagai early warning system (sistem peringatan dini) agar terhindar dari kejadian serupa pada kemudian hari.

Jumlah guru honorer di Indonesia menurut catatan Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan lebih dari satu  juta orang pada akhir 2017.

Guru honorer sebanyak itu termasuk 252.000 guru berusia di bawah 33 tahun yang telah berijazah sarjana sehingga memenuhi kriteria untuk diangkat menjadi aparatur sipil negara atau pegawai negeri.

Pemerintah masih memiliki tunggakan pekerjaan yang sekian lama tidak terselesaikan untuk segera memberikan kepastian status pada para guru honorer tersebut. Nasib guru honorer yang ”menggantung” sebenarnya berimplikasi pada banyak hal di luar kesejahteraan terkait dengan proses belajar mengajar dan interaksi guru dengan siswa.

Selanjutnya adalah: Pengembangan profesionalisme pendidik terdapat ketimpangan

Berita Terkait

Berita Terkini

Ini Alasan Mantan Tetap Ingin Berteman, Terima atau Tidak?

Ada sejumlah penyebab melandasi niatan sang mantan ingin tetap berteman.

Benarkah Makan Bawang Merah Berlebihan Bikin Bau Vagina Tak Sedap?

Makan bawang merah bisa memicu bau tak sedap pada vagina.

Partai Golkar Kecam Keras Serangan Israel ke Palestina

Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto menyatakan pihaknya mengecam keras serangan tentara Israel terhadap rakyat Palestina.

Penonton Liga Inggris Bisa Sepenuhnya Datangi Stadion di Musim Ini

Pengelola Premier League Inggris berencana membuka akses bagi para penonton untuk menonton di stadion pada musim 2021- 22 ini.

Duh! Sampah Petasan Kotori Alun-Alun Pengging Boyolali

Alun-Alun Pengging Boyolali dikotori dengan keberadaan sampah. Sebagian besar sampah itu adalah serpihan-serpihan kertas bekas petasan.

Makin Brutal, Pemboman Israel Tewaskan Satu Keluarga Palestina

Pemboman oleh pasukan Israel pada Kamis (13/5/2021) malam menumpas habis seluruh anggota sebuah keluarga Palestina di wilayah utara Jalur Gaza.

Ada Larangan Mudik, Bus dan Truk yang Masuk Solo Turun Drastis

Jumlah bus dan truk yang keluar masuk Kota Solo menurun drastis selama pemberlakuan larangan perjalanan mudik oleh Kementerian Perhubungan.

Satgas Covid-19 Evaluasi Kasus Selama Libur Lebaran

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Sukoharjo, Yunia Wahdiyati, mengatakan belum bisa memperkirakan apakah terjadi lonjakan kasus Covid-19 selama libur Lebaran.

Resiliensi Sektor informal

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa, 4 Mei 2021. Esai ini karya Muhammad Taufik Nandito, mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyan Surakarta dan aktif di Lingkar Studi Sasadara di Kleco, Kota Solo.

Lebaran, 8 Balon Udara Dilaporkan Terbang di Langit Indonesia

Sebanyak 8 balon udara dilaporkan berada di langit Indonesia saat momentum Lebaran tahun ini. Sejauh ini, belum ada laporan balon udara melintas di langit Solo.

Ayu Maulida Kenakan Kostum Komodo di Panggung Miss Universe

Ayu Maulida terpilih sebagai Puteri Indonesia 2020 menggantikan Puteri Indonesia 2019 Frederika Alexis Cull.

Pertanyaan TWK KPK: Pacaran Ngapain Aja?

Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) untuk pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ramai disorot karena ada pertanyaan yang dianggap aneh.