GAGASAN : Globalisasi dan Toleransi
Lukmono Suryo Nagoro (Istimewa)

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Senin (10/7/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com.

Solopos.com, SOLO--Pidato Presiden ke-44 Amerika Serikat, Barrack Obama, di Kongres Diaspora Indonesia menegaskan dua hal penting: globalisasi dan toleransi. Obama menyatakan para pemuda harus mampu mengambil keuntungan dari globalisasi. Obama memuji Indonesia sebagai negara yang toleran dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

Obama merupakan orator yang piawai sekaligus karismatik. Ketika Obama sedang berpidato, para pendengarnya seperti sedang tersihir sehingga akan memaafkan apabila Obama tidak menguasai materi tersebut. Saya juga terkesima pada saat menonton dan mendengarkan pidato Obama di kanal Youtube.

Bicaranya begitu fasih dan mampu memainkan tekanan kata untuk menandai begitu pentingnya ujarannya tersebut. Jika pidato Obama dicermati sepertinya tidak ada yang perlu diperdebatkan, tetapi ketika ingin mencari kausalitas antara globalisasi dan toleransi akan banyak pertanyaan.

Apakah globalisasi produktif terhadap toleransi atau globalisasi kontraproduktif terhadap toleransi? Globalisasi adalah proses menghilangnya batas-batas bernegara menjadi global village. Olah karena diibaratkan terbentuk sebuah desa, tentunya kehidupan masyarakat desa itu akan damai, guyub, bahkan penuh toleransi.

Apakah hal ini bisa terwujud? Sepertinya susah. Meskipun hidup di global village, suasana nirkonflik mustahil terjadi karena manusia selalu memiliki alasan untuk bersaing dan berkelahi. Manusia tidak segan-segan berkelahi jika ada orang lain melanggar sejengkal tanah hak miliknya.

Manusia juga tidak segan-segan bersaing untuk berebut soal kekuasaan. Artinya, sedikit banyak globalisasi kontraproduktif bagi toleransi. Menurut saya, globalisasi akan produktif bagi toleransi jika tidak ada kesenjangan, misalnya kesenjangan ekonomi yang sudah menjadi fakta sosial.

Selanjutnya adalah: Ada negara super kaya dan ada negara miskin…



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom