GAGASAN : Demitologi Jurnal Internasional

GAGASAN : Demitologi Jurnal Internasional

SOLOPOS.COM - Nur Fatah Abidin (Istimewa)

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (24/01/2018). Esai ini karya Nur Fatah Abidin, alumnus program pascasarjana Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah ikbenfatah@gmail.com.

Solopos.com, SOLO--Belakangan ini dunia pendidikan tinggi Indonesia terguncang seiring penerapan Peraturan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Nomor 44 Tahun 2015 dan Nomor 20 Tahun 2017.

Peraturan tersebut mewajibkan dosen dengan jabatan lektor kepala menghasilkan satu publikasi di jurnal internasional. Seorang profesor wajib menghasilkan satu publikasi di jurnal internasional bereputasi dalam jangka waktu tiga tahun.

Mahasiswa minimal wajib memublikasikan hasil penelitian di jurnal internasional sebagai syarat kelulusan. Kewajiban ini disertai sanksi pemberhentian tunjangan profesi atau ketidaklulusan. Kewajiban ini mengundang polemik dari akademisi, baik di mimbar akademik maupun di ruang publik.

Harian Solopos telah memuat dua esai terkait masalah ini yaitu Intelek Banal Kampus Milenial tulisan Adi Putra Surya Wardhana (Solopos edisi 9 Desember 2017) dan Kanibalisasi Akademis tulisan Abdul Gaffar (Solopos edisi 11 Januari 2018). Dua esai itu mengkritik objek yang sama yaitu kriteria jurnal bereputasi, kapitalisme global, dan bobroknya nalar akademisi.

Dalam aspek tertentu saya sepakat dengan kedua esai tersebut, tetapi dari segi prespektif dan idealisasi, saya memiliki pandangan yang berbeda. Hemat saya, saat ini pendidikan Indonesia sedang berada di periode krusial, yaitu fase ketika Indonesia semakin terintegrasi dalam komunitas keilmuan global yang kapitalistis.

Selanjutnya adalah: Fase ini tidak dapat dihindari dan bergantung pada peran

Berita Terkait

Berita Terkini

Lebaran Virtual, ShopeePay Bagikan 4 Ide THR Unik dan Berkesan untuk Orang Tersayang

ShopeePay sediakan beragam produk dan layanan digital sebagai inspirasi THR Lebaran

Masjid Istiqlal Batal Gelar Salat Id

Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta, Nasaruddin Umar, mengatakan pilihan membatasi jemaah tak bisa dilakukan sebab kapasitas maksimal masjid 250.000 orang dan 10 Persen dari jumlah itu masih terlalu banyak.

Antisipasi Keramaian, Pemkot Solo Swab Acak Pengunjung di 3 Mal

Pemerintah Kota Solo melakukan swab acak kepada pengunjung dan pegawai di tiga mal Kota Solo pada Senin (10/5/2021) sore.

GEMBIRA, Rahasia Kak Seto Bisa Parkour di Usia 70 Tahun

Di usia nyaris 70 tahun, Kak Seto masih sanggup parkour.

Resmi! KPK Nonaktifkan Novel Baswedan dan 74 Pegawai

Penyidik senior KPK, Novel Baswedan, bersama 74 pegawai KPK lainnya dinyatakan tidak lolos TWK dan dinonaktifkan KPK.

Ganjar Perkirakan Kasus Covid-19 di Jateng Bakal Naik Seusai Lebaran

Seluruh kepala daerah tidak boleh lengah, meski pun kasus Covid-19 di Jateng tengah mengalami tren menurun.

Memoles Perhiasan Lama Terlihat Gilap Seperti Baru, Catat Tipsnya!

Memoles Perhiasan Lama Tampak Gilap Seperti Baru

Keracunan Massal Karangpandan: 29 Orang Masih Dirawat Di RS Dan Puskesmas

Sebanyak 29 orang dari total 55 korban keracunan massal Puntukringin, Gerdu, Karangpandan, Karanganyar, masih dirawat di RS dan puskesmas

Wisatawan Luar Daerah Boleh Piknik ke Objek Wisata Klaten Saat Lebaran 2021

Pemkab Klaten tidak membatasi daerah asal pengunjung yang ingin datang ke objek wisata di wilayah Kabupaten Bersinar saat Lebaran 2021.

Pemudik Ini Tiba-Tiba Kesurupan saat Dihentikan Petugas di Pos Penyekatan

Dalam video itu terlihat seseorang yang memakai ikat batik berteriak sambil melakukan gerakan tak biasa.

Mengenal Prepekan, Tradisi Berbelanja Jelang Lebaran di Pasar Tradisional

Dalam tradisi menjelang Lebaran di wilayah Sragen ada istilah yang dikenal dengan sebutan prepekan. Tradisi prepekan itu adalah tradisi orang Jawa berbelanja ke pasar untuk memenuhi kebutuhan saat Lebaran.

Plosorejo Karanganyar Sempat Masuk Zona Merah Covid-19, Ternyata Klaster Ini Penyebabnya

Desa Plosorejo, Kecamatan Matesih, Karanganyar, sempat masuk zona merah risiko Covid-19 karena ada satu klaster dengan 18 kasus positif.