GAGASAN : ”Akad” Populer karena Berbeda

GAGASAN : ”Akad” Populer karena Berbeda

SOLOPOS.COM - Payung Teduh (foto: mousaik.com)

Perbedaan

Perbedaan itu bisa dilihat dari garapan musiknya dan pencipta lagu menggunakan frasa-frasa lagu yang sedikit berbeda dari karya-karya sebelumnya, seperti Untuk Perempuan yang Sedang Dalam Pelukan atau Resah.

Di lagu Akad ini Payung Teduh menawarkan sesuatu yang lebih sederhana agar mudah dicerna. Terlihat juga dari pemilihan diksi yang lebih mudah untuk dipahami khalayak umum. Kita bisa sebut lagu ini adalah lagu yang sangat nge-pop.

Salah satu diksi yang menarik perhatian saya dan penikmat musik kebanyakan adalah pemilihan kata ”istriku”, kata yang merepresentasikan tingkat status hubungan laki-laki dan perempuan di tingkat yang paling tinggi.

Kata ini jarang digunakan pada lagu-lagu cinta yang pernah populer. Yang justru sering kita temui dan dengar adalah penggunaan kata ”kekasihku”, ”pacarku”, ddan lainnya yang justru berada pada status yang masih bias. Bisa kita sebut kepemilikan tanpa surat resmi.

Perhatikankanlah, jika kita gabung kata ”istriku” dengan kata-kata sebelumnya dan menjadi ”ku ingin kau menjadi istriku” akan mengisyaratkan bahwa kalimat inilah yang ditunggu oleh setiap perempuan. Momentum yang akan selalu diingat dalam hidup ketika sang kekasih menyatakan kalimat ini.

Tidak mengherankan lagu ini sering dijadikan lagu wajib di pesta pernikahan seperti halnya yang dilakukan Raisa saat menikah. Masalahanya adalah lagu ini tidak hanya didengarkan oleh kalangan usia siap nikah, tetapi juga didengarkan oleh anak-anak dan remaja.

Pada usia remaja, katakanlah di bawah usia 23 tahun, diksi ”istriku” adalah sesuatu yang dianggap ”tabu”. Jika kita perhatikan progres kalimat dari awal, pemilihan diksi-diksi lagu Akad mengikat pendengar pada suasana hati yang kasmaran.

Begitu masuk ke dalam frasa ”ku ingin kau menjadi istriku” seolah-olah ada beban untuk mengucapkan kalimat ini. Kata ”istriku” mempunyai sifat subjektif dan memiliki kekhususan, serta tidak bisa mewakili pendengar secara umum.

Selanjutnya adalah: Kasus yang terjadi adalah bagaimana seorang Hanindhya…

Berita Terkait

Berita Terkini

Jembatan Baru akan Dibangun di Perbatasan Wonogiri-Sukoharjo, Nilainya Rp35 Miliar

Semula pembuatan DED direncanakan dilaksanakan pada 2020, sedangkan pembebasan lahan pada 2021 namun realisasinya ditunda lantaran pandemi Covid-19.

Wong Sragen Wajib Tahu, Pertempuran Melawan Agresi Militer Belanda I dan II Pecah di 6 Lokasi Ini

Sejumlah tempat di Sragen memiliki nilai sejarah karena menjadi lokasi pertempuran pejuang melawan Belanda pada masa Agresi Militer I dan II,

Duh! Balai Desa Doyong Sragen Dibobol Maling, Seperangkat Komputer Raib

Balai Desa Doyong, Kecamatan Miri, Sragen, yang berlokasi di tepi jalan Solo-Purwodadi dibobol maling pada Rabu (4/8/2021) dini hari WIB.

UNS Gelar Sertifikasi Dosen, Rektor dan Guru Besar Jadi Peserta Uji Kompetensi

Konsep Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) menuntut para dosen dituntut memiliki berbagai kompetensi kerja sesuai dengan tuntutan global

Seluruh Desa Sudah Terpasang Air PDAM, Musim Kemarau Tahun Ini Pracimantoro Wonogiri Bebas Kekeringan

Meski sudah memasuki musim kemarau, belum ada warga Kecamatan Pracimantoro, Wonogiri, yang mengalami dampak kekeringan.

70.000 Pelajar Kota Solo Jadi Sasaran Vaksinasi Covid-19

Sebanyak 70.000 pelajar usia 12-17 tahun di Kota Solo menjadi sasaran program vaksinasi Covid-19 yang dimulai Rabu (4/8/2021).

Menko Airlangga: Butuh Solidaritas Antar Negara Atasi Pandemi Covid-19

Dalam menghadapi pandemi Covid-19, harus menguatkan solidaritas antar negara, terus bergandengan tangan sebagai sesama manusia.

Libur Tahun Baru Hijriyah Mundur, Enggak Jadi Ada Hari Kejepit Lur

Libur Tahun Baru 1443 Hijriyah dimundurkan sehari jadi Rabu (11/8/2021) sehingga tidak ada hari kejepit.

Strategi Vaksinasi Pemdes Cemeng Sragen, Ketua RT yang Datangkan Lansia Terbanyak Diganjar Bonus Rp500.000

Untuk menggejot capaian vaksinasi, Pemdes Cemeng, Sambungmacan, Sragen, memberi stimulus berupa hadiah kepada ketua RT Rp500.000.

Klasemen Akhir Bulu Tangkis Olimpiade Tokyo 2020, Indonesia Posisi 3 Besar

Indonesia menempati tiga besar cabor bulu tangkis Olimpiade Tokyo 2020 dengan 1 emas dan 1 perunggu.

Kisah Abon Ksatria Solo Mulai Usaha dari Nol hingga Raup Omzet Rp50 Juta Sebulan

Pemilik usaha Abon Ksatria Solo ini harus jatuh bangun dengan kegagalan saat awal memproduksi abon dan dendeng sapi tersebut.

Semarang, Demak, & Pekalongan Diprediksi Tenggelam, Ini Kata Pakar Tata Kota

Pakar tata kota menjelaskan tentang prediksi wilayah Semarang, Demak, dan Pekalongan, di pesisir pantai utara yang terancam tenggelam.