GAGASAN : ”Akad” Populer karena Berbeda

GAGASAN : ”Akad” Populer karena Berbeda

SOLOPOS.COM - Payung Teduh (foto: mousaik.com)

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (14/10/2017). Esai ini karya Romensy Augustino, mahasiswa Jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah romensyetno@yahoo.com.

Solopos.com, SOLO – -Youtube adalah salah satu media sosial yang menjadi rujukan seberapa populer sebuah karya musik band, solo vocal, dan lain-lain. Setelah Surat Cinta untuk Starla dari Virgeon dan Dia dari Andji menjadi tren di media sosial kemudian disusul Armada dengan Asal Kau Bahagia dan kini Payung Teduh dengan Akad yang jadi berita di banyak media.

Akad dirilis pada Juni 2017. Awalnya lagu ini dikritik oleh fans Payung Teduh karena dianggap menghilangkan identitas band ini. Lagu ini akhirnya mendapat respons yang sangat baik. Akad adalah jagoan keempat dalam konteks albumnya.

Hingga Jumat, 6 oktober 2017, klip video lagu ini sudah ditonton lebih dari 24,5 juta viewer Youtube. Kepopuleran Akad bukan hanya berkah bagi pelantun lagu aslinya tetapi juga berdampak pada permasalahan-permasalah yang timbul setelah itu. Setelah dikritik fans kemudian muncul masalah tentang perizinan penggunaan foto seorang ibu bernama Kaori Okado yang diceritakan meninggal dalam klip video.

Setelah itu muncul masalah pelanggaran hak cipta atas lagu ini. Pelanggaran hak cipta sekarang dianggap sebagai tindakan kriminal. Penekanan yang paling sering adalah tentang masalah plagiarisme atau penduplikasian.

Plagiarisme merupakan salah satu pelanggaran berat dalam dunia kekaryaan. Seorang doktor pun akan dicopot gelarnya dan diberhentikan dari profesinya ketika ketahuan melakukan plagiarisme. Apakah regulasi ihwal pelanggaran hak cipta ini bisa diterapkan pada industri musik dan apa sanksi yang akan diberikan?

Dunia musik adalah dunia yang sedikit membatasi kreativitas pelakunya. Dunia musik populer Indonesia seolah-olah memaksa para pelakunya untuk membuat musik yang laku dijual dan harus membuang idealisme mereka dalam bermusik.

Sedikit mengingat kasus masa lalu ketika D’masiv kali pertama dikenal di dunia industri musik dengan single mereka Cinta Ini Membunuhku. Kala itu band ini mendapat banyak cibiran karena dianggap menjiplak salah satu lagu milik My Chemical Romance.

Selanjutnya adalah: Risiko demikian akan selalu ada di dunia musik pop…

Berita Terkait

Berita Terkini

Tabung Gas Bocor, 2 Warga Gemolong Sragen Alami Luka Bakar 30%

Dua ibu-ibu di Gemolong, Sragen, menderita luka bakar saat berupaya memadamkan api yang muncul akibat kebocoran tabung elpiji.

Vespa LX dan S Tampil Lebih Berjiwa Muda

Tampilan baru Vespa LX dan S, didesain dengan warna baru untuk menampilkan semangat dan keberanian generasi muda.

PPKM Kulonprogo, 1.697 Kendaraan Bermotor Diminta Putar Balik

Total kendaraan yang diperiksa selama PPKM darurat periode 3-20 Juli 2021 di Kabupaten Kulonprogo mencapai 6.554 kendaraan bermotor.

Instagram Reels Kini Berdurasi 2 Kali Lebih Panjang

Instagram Reels melakukan pembaruan, sekarang pengguna dapat membagikan video dengan durasi 60 detik.

Dinilai Rawan Covid-19, 3 Pusat Perbelanjaan di Solo Ini Diberi Posko PPKM Level 4

Polresta Solo mendirikan posko PPKM Level 4 di Pasar Klewer, PGS, dan BTC karena dinilai rawan penyebaran Covid-19.

Rest Area di Kabupaten Brebes Ini Berikan Nuansa Klasik

Rest area KM 260 B merupakan hasil proses revitalisasi pabrik gula yang sekarang menjadi rest area kekinian.

Dapat Bantuan Dobel, 27 Warga Gentan Klaten Kembalikan Duit Rp300.000

Jumlah warga di Desa Gentan, Gantiwarno, Klaten, yang terdaftar memperoleh bantuan di tengah pandemi Covid-19 mencapai 156 penerima manfaat bantuan.

Tipe-Tipe Kursi yang Umum Ditemukan

Ada berbagai macam tipe kursi yang bisa ditemukan. Pastikan kalian membeli kursi sesuai dengan kebutuhannya.

Akan Dikembangkan Mirip Dam Guatape, Wisata WGM Wonogiri Mungkin Tutup Sampai Proyek Rampung

Belum ada kepastian Wisata WGM Wonogiri bisa dibuka atau tidak sebelum pekerjaan fisik dimulai mengingat saat ini masih PPKM.

Hanya Punya Duit Rp5.000 untuk Beli Nasi Padang, Pedagang ini Dapat Donasi Rp108 Juta dari Netizen

Pedagang agar-agar asal Garut, Mang Eman, yang videonya membeli nasi padang dengan uang Rp5.000 viral, mendapat donasi Rp108 juta.

7 Ornamen yang Bisa Mempercantik Dinding Rumahmu

Nilai keindahan bisa terpancar dari ornamen atau benda yang kita pasang di dinding. Bukan hanya sebagai penghias, ornamen bisa memiliki fungsi praktis yang bisa digunakan oleh penghuni rumah.

Peringatan 30 Tahun Mengabdi, Alumni Akpol Angkatan Kapolri Gelar Vaksinasi Massal di Solo

Alumni Akpol angkatan 1991 menggelar vaksinasi massal dan pembagian paket sembako di Kota Solo.