ilustrasi jembatan gantung. (Solopos-Dok)

Solopos.com, SUKOHARJO -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo kembali mengusulkan anggaran untuk pembangunan jembatan Solo-Sukoharjo di Gadingan, Mojolaban, ke pemerintah pusat.

Proyek ini gagal mendapatkan anggaran pada tahun lalu dari pemerintah pusat. Jembatan antarkabupaten/kota yang bakal menghubungkan wilayah Desa Gadingan, Mojolaban, Sukoharjo, dengan Kelurahan Sewu, Jebres, Kota Solo, ini mendesak direalisasikan guna membuka akses perekonomian warga setempat.

Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sukoharjo, Bowo Sutopo Dwi Atmojo, mengatakan pembangunan jembatan Gadingan akan dibiayai sepenuhnya oleh pemerintah pusat sesuai hasil koordinasi terakhir.

Namun pada tahun lalu pemerintah pusat belum mengalokasikan anggaran pembangunan tersebut sehingga tahun ini Pemkab Sukoharjo kembali mengajukan permohonan bantuan anggaran untuk pembangunan jembatan Gadingan.

"Surat permohonan bantuan anggaran sudah diajukan lagi ke pusat. Surat kami kirim belum lama ini," kata dia, Kamis (4/7/2019).

Dalam pengajuan permohonan bantuan anggaran itu, Pemkab menyerahkan sepenuhnya desain jembatan ke pemerintah pusat. Hanya, Pemkab meminta desain jembatan dibangun dengan lebar tiga meter.

Sebagaimana diketahui sesuai wacana pembangunan jembatan Gadingan didesain berupa jembatan gantung. Jembatan ini akan menjadi ikon bagi Kabupaten Sukoharjo.

"Kami serahkan desainnya ke pusat, apakah mau jembatan gantung atau tidak. Yang penting lebar jembatan tiga meter," katanya.

Bowo mengatakan pembangunan jembatan dengan lebar tiga meter dikerjakan agar mampu dilalui kendaraan roda empat. Dia berharap pembangunan jembatan bisa direalisasikan lantaran dinilai mampu membuka akses ekonomi warga. Selama ini warga harus melewati jembatan sasak melintasi Sungai Bengawan Solo.

Ditanya ada tidaknya lahan warga yang terdampak pembangunan jembatan Gadingan, dia mengaku belum tahu. Apabila sudah ada informasi mengenai hal itu, Pemkab Sukoharjo akan bergerak cepat melakukan pembebasan.

Meski belum terlaksana namun petugas terkait baik dari daerah, kecamatan dan desa sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat di sekitar lokasi pembangunan jembatan.

Sosialisasi dimaksudkan agar masyarakat dan petugas terkait lainnya mengetahui adanya rencana pembangunan jembatan permanen di Gadingan, Mojolaban. Jembatan tersebut sudah lama diidamkan masyarakat untuk mempermudah akses menyeberangi Sungai Bengawan Solo.

Warga Gadingan, Palupi, berharap pemerintah kabupaten segera merealisasikan pembangunan jembatan Gadingan. Jembatan itu dinilai akan berdampak positif bagi warga setempat.

"Selama ini untuk menyeberang ke Solo harus melewati jembatan sasak. Kalau tidak harus memutar sangat jauh lewat Jembatan Mojo," katanya.

Dia mengatakan selama ini warga telah menerima sosialisasi terkait rencana pembangunan jembatan Gadingan. Namun hingga kini belum ada realisasi.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten

%d blogger menyukai ini: