Tutup Iklan

Gagal Santet Suami, Aulia Batal Beli Senjata Api karena Kemahalan

 Solopos Digital Media - Panduan Informasi dan Inspirasi

SOLOPOS.COM - Solopos Digital Media - Panduan Informasi dan Inspirasi

Solopos.com, JAKARTA — Aulia Kesuma, 45, otak pembunuhan dan pembakar jasad Edi Chandra Purnama alias Pupung, 54, dan anak tirinya M Adi Pradana alias Dana, 23, sempat mencoba beberapa cara untuk menghabisi suaminya. Setelah gagal melakukan santet, Aulia sempat berencana membeli senjata api namun batal karena kemahalan.

“Upaya tersangka ini juga mencari senjata api untuk menghabisi suaminya. Nanti ada eksekutornya untuk menembak,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, di Jakarta, Senin (3/9/2019).

Argo menjelaskan, Aulia Kesuma kembali mengeluarkan uang sebesar Rp25 juta untuk mendapatkan senjata api, dan kembali merogoh koceknya sebesar Rp10 juta. “Dia mengeluarkan uang senilai Rp25 juta untuk membeli senjata api. Uangnya kurang harga senjata apinya Rp50 juta, maka ia nambah Rp10 juta. Akhirnya tidak jadi menembak karena harganya mahal,” ujarnya lagi.

Tersangka Aulia akhirnya kembali pada rencana semula yaitu membunuh Edi dan Dana dengan cara diracun dan dibakar. Dia menjalankan aksinya dengan bantuan keponakannya, yakni Giovani Kelvin alias GK, 25, serta dua eksekutor asal Lampung yakni Kusmawanto Agus alias A dan Muhammad Nur Sahid alias S.

“Akhirnya terpikirkan kembali untuk menghabisi dengan membakar. Itu sudah direncanakan dari awal juga. Dia tidak sendiri, dibantu keponakannya, dua tersangka dari Lampung, juga ada orang lain yang ikut serta dalam pembunuhan tersebut,” kata Argo.

Polisi telah menetapkan empat tersangka atas kasus pembunuhan orang dan pembakaran dua jasad di dalam mobil di Cidahu, Sukabumi, Jawa Barat ini. Aulia tega membunuh suaminya karena motif ekonomi setelah terbelit utang Rp10 miliar di dua bank. Uang tersebut digunakan untuk membiayai usaha restoran dan bengkel yang kemudian kolaps. Aulia pun kewalahan untuk membayar cicilan sebesar Rp200 juta per bulan.

Aulia kemudian meminta kepada suaminya untuk menjual rumah yang mereka tempati di Lebak Bulus untuk membayar utang, namun permintaan itu ditolak mentah-mentah oleh Edi. Padahal, kata Aulia, suaminya sendiri yang memintanya berutang ke bank karena nama Edi sudah masuk blacklist perbankan.

Peristiwa pembunuhan itu terjadi pada Jumat (23/8/2019), setelah sebelumnya tersangka meminta tolong kepada pembantunya untuk dicarikan eksekutor untuk membantu membunuh suaminya. Aulia Kesuma kemudian memulai aksinya dengan mencampurkan obat tidur jenis Vandres sebanyak 30 butir ke dalam minuman jus yang biasa diminum Edi.

Seusai Edi terlelap, Aulia memanggil Kusmawanto Agus dan Muhammad Nur Sahid. Dengan bantuan kedua eksekutor itu, Aulia membekap mulut Edi menggunakan kain yang dicampur dengan alkohol. Sahid bertugas memegang perut dan kaki Edi. Hal itu dilakukan karena Edi sempat memberontak dan mencakar Aulia.

Korban Edi diketahui sempat memberontak dan mencakar lengan sebelah kanan Aulia Kesuma. Selanjutnya, Aulia mengikat tangan Edi menggunakan sumbu kompor. Sementara, Agus dan Sahid membantu mengikat kaki Edi.

Kemudian pada pukul 23.00 WIB, Dana tiba di rumah. Sebelum naik ke lantai atas, Dana sempat menenggak jus oplosan tersebut. Di lantai atas, Dana bertemu dengan Kelvin yang sudah menyiapkan wiski yang telah dicampur Vandres. Dana pun menenggak minuman tersebut dan akhirnya tertidur karena pengaruh alkohol dan obat tidur.

Lalu pada pukul 04.30 WIB, ketika DN sudah mabuk dan tertidur, Kelvin langsung membekap Dana dengan kain yang dicampur alkohol. Saat itu Aulia turut membantu memegang tangan Dana. Sedangkan Sahid memegang perut Dana dan Agus memegang kaki Dana.

Jasad keduanya kemudian dibawa dengan mobil ke Sukabumi, Jawa Barat, Mobil tersebut dibawa ke tepi jurang, rencananya mobil tersebut akan dibakar dan didorong hingga jatuh ke jurang dan tampak seperti kecelakaan.

Namun, saat membakar mobil tersebut, tersangka GK tersambar api dan menderita luka bakar 30 persen dan gagal mendorong mobil tersebut ke jurang. Polisi yang mendatangi TKP setelah menerima laporan warga soal mobil terbakar dengan dua jasad di dalamnya, kemudian mengadakan penyelidikan dan berhasil mengamankan keempat tersangka di tempat terpisah.

Atas perbuatannya, keempat tersangka terancam dijerat pasal 340 dan atau 338 KUHP dengan ancaman hukuman pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau paling lama 20 tahun.

Berita Terkait

Berita Terkini

171 Siswa-Guru SDN Laweyan No 54 Solo Mendadak Dites Antigen, Ada Apa?

Sebanyak 171 siswa, guru, dan tenaga pendidik SDN Laweyan No 54 mendadak di tes swab antigen pada Senin (27/9/2021).

Bungkam Vanuatu di PBB, Ini Sosok Diplomat Muda RI Sindy

Sosok Sekretaris Ketiga Perwakilan Tetap RI di New York, Sindy Nur Fitri menjadi sorotan saat berbicara di Sidang Umum PBB. Siapa Sindy?

WhatsApp Kembangkan Penggunaan Satu Akun Dioperasikan 2 HP

WhatsApp dikabarkan tengah mengembangkan pembaruan yang menjadikan satu akun bisa dioperasikan dengan dua HP.

The Alana Surabaya Ajak Setiap Keluarga, Piknik di Dalam Kamar!

Menyambut Alana is Back, The Alana Hotel Surabaya terus berinovasi demi kenyamanan dan keamanan pelanggan.

Hanya 2 Hari, Vaksinasi Covid-19 di 5 Lokasi Solo Ini Dapat Beras 5 Kg

Peserta vaksinasi Covid-19 di lima lokasi Kota Solo yang berlangsung selama dua hari, Senin-Selasa, mendapat bantuan beras 5 kg.

Berkedok Tempat Pijat, Praktik Prostitusi Gay di Solo Terbongkar

Aparat Polda Jateng mengungkap praktik prostitusi berkedok tempat pijat di sebuah indekos di kawasan Banjarsari, Kota Solo.

Gadis 14 Tahun Asal Kediri Ini Diduga Dibunuh Kekasihnya

Polisi berhasil mengungkap kasus dugaan pembunuhan terhadap gadis asal Kediri, A, 14, melalui handphone korban yang ditemukan di lokasi kejadian.

Lebihi Target, Vaksinasi di Boyolali Capai Lebih 50%

Percepatan vaksinasi terus dilakukan di Boyolali dengan pendekatan cukup agresif melalui tim di masing-masing desa.

6 KDRT Terjadi di Karanganyar, Ada Korban Alami Paksaan Hubungan Seks

Selain kekerasan seksual, dalam periode yang sama di Karanganyar juga terdapat 22 kekerasan terhadap anak yang dilaporkan.

Tak Cuma Rossi, Marc Marquez Juga Komentar Soal Balapan di Mandalika

Sirkuit Mandalika di Lombok, Nusa Tenggara Barat, akan menjadi salah satu tuan rumah Moto GP musim 2022. Sejumlah pembalap top Moto GP turut berkomentar.

Jekek Lanjutkan Program Beasiswa Mahasiswa Berprestasi Wonogiri

Joko Sutopo melanjutkan program karena mahasiswa penerima beasiswa sudah memberi kontribusi yang berdampak positif bagi warga dan pembangunan daerah.

Kebakaran Sumur Minyak Ilegal di Jambi Belum Padam

Kebakaran sumur minyak ilegal telah memasuki hari ke-10

29 Motor yang Disita Polisi Karanganyar Bisa Diambil, Ini Syaratnya!

Ada 29 sepeda motor yang tidak sesuai dengan spesifikasinya seperti tidak menggunakan spion, plat nomor dan menggunakan knalpot brong yang diamankan.

Edyaan! Pemuda Ini Siram Pacarnya Pakai Air Keras sampai Meninggal

Kisah tragis dialami seorang remaja asal Medan, Sumatra Utara, yang meninggal akibat disiram pacarnya dengan air keras.