Ilustrasi Kekeringan (Dok/JIBI/Solopos)

Solopos.com, MADIUN -- Pemerintah Kabupaten Madiun melindungi para petani dengan memberikan asuransi pertanian. Dengan asuransi pertanian ini, kerugian petani akibat gagal panen bisa diminimalisasi.

Keberadaan asuransi pertanian ini penting, terlebih saat musim kemarau seperti sekarang. Karena potensi gagal panen cukup tinggi pada saat musim kering seperti sekarang.

Koordinator Penyuluh Pertanian Dinas Pertanian, Paryoto, mengatakan tahun ini ada sekitar 16.000 hektare lahan pertanian di Madiun yang diasuransikan. Pemkab memberikan subsidi premi asuransi kepada para petani.

Dia menuturkan saat musim kemarau seperti sekarang ini banyak petani yang mengajukan klaim karena sawahnya gagal panen. Musim kemarau panjang membuat lahan pertanian tak mendapat suplai air sehingga tanaman padi mati. Belum lagi serangan hama seperti tikus.

"Ada beberapa petani yang sudah mengajukan klaim karena gagal panen. Untuk per hektarenya diberi uang klaim sekitar Rp6 juta," kata dia seusai menjadi narasumber tentang kondisi pertanian di Madiun, Kamis (17/10/2019).

Uang klaim yang diterima tersebut bisa dimanfaatkan untuk modal masa tanam berikutnya. Untuk masa tanam ketiga tahun ini, kata dia, lahan persawahan yang ditanami padi sekitar 25.000 hektare. Sedangkan sisanya ditanami palawija.

"Kalau musim kemarau seperti sekarang memang tidak semua petani menanam padi. Karena tanaman padi memang membutuhkan air yang tidak sedikit," kata dia.

Saat ini tiga waduk di Kabupaten Madiun terpaksa ditutup karena airnya habis. Tiga waduk yang telah ditutup ini adalah Waduk Saradan, Waduk Notopuro, dan Waduk Dawuhan. Padahal banyak petani yang mengandalkan suplai air dari waduk tersebut.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten