Gagal di Pilkada Solo, Tikus Pithi Hanata Baris Siap Bidik Kursi Gubernur Jateng
Ketua Tikus Pithi Hanata Baris (TPHB), Tuntas Subagyo ketika peresmian Kantor Sekretariat Yayasan Surya Nusantara (YSN) di Sanggung, Gatak, Sukoharjo, Kamis (28/1/2021). (Istimewa)

Solopos.com, SOLO -- Organisasi kemasyarakatan Panji-Panji Hati atau lebih dikenal dengan nama Tikus Pithi Hanata Baris (TPHB) kembali membuat sensasi. Setelah jagoan mereka, yakni Bagyo Wahyono-F.X. Supardjo (Bajo), gagal mengalahkan Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa di Pilkada Solo 2020, mereka belum kapok.

Organisasi masyarakat yang berada di bawah naungan Yayasan Surya Nuswantara (YSN) itu terus menggalang kekuatan. Bahkan mereka telah menetapkan target berikut yang lebih besar. Tidak main-main, TPHB berencana mengajukan calon independen di pemilihan gubernur (Pilgub) Jateng 2023, seperti halnya Bajo yang maju dari jalur perseorangan.

Baca Juga: Rekam Jejak Tikus Pithi, Getol Suarakan Calon Independen Sejak Pilpres 2019

Hal itu diungkapkan Ketua TPHB, Tuntas Subagyo, saat diwawancara seusai peresmian Kantor Sekretariat YSN di Sanggung, Gatak, Sukoharjo, Kamis (28/1/2021). “Insya Allah, Bismillah kami akan ikut Pilkada Jateng 2023,” ujar dia.

Tuntas mengaku mendapat banyak pelajaran dari pertarungan di Pilkada Solo 2020. Pelajaran tersebut menjadi bahan penting untuk menentukan langkah dan strategi ke depan, termasuk dalam perhelatan pilkada berikutnya.

“Kami melihat politik kemarin adalah sebuah perlombaan dan kita kebetulan kalah. Kami mengakui kalah secara ksatria tanpa melihat apa yang terjadi di lapangan. Dan itu akan menjadi acuan bagi kami melangkah ke depan,” urai dia.

Baca Juga: Tikus Pithi Pengusung Bajo di Pilkada Solo 2020 Bantah Kerajaan Uka-Uka

Disinggung persiapan untuk menghadapi Pilkada Jateng 2023, Tuntas menyatakan sedang dilakukan. Salah satunya mengembangkan organisasi TPHB di seluruh provinsi di Tanah Air agar jumlah anggotanya semakin banyak.

Tata Organisasi

Penataan organisasi juga dilakukan salah satunya dengan pengoperasian Kantor YSN sebagai pusat koordinasi anggota TPHB di Tanah Air. “Kami operasikan kantor dengan 50 staf untuk mendata dan monitoring kegiatan,” imbuh dia.

Kantor YSN, menurut Tuntas, dibangun setahun terakhir di lahan seluas 700 meter persegi dan menyedot biaya Rp700 juta. Sumber dananya dari kas organisasi dan iuran para anggota.

Baca Juga: Rekonstruksi Penembakan Mobil Bos Duniatex di Solo Digelar 2 Versi

Penuturan senada disampaikan pengurus TPHB, Robert Hananto. Ia mengtakan TPHB tidak hanya bergerak di bidang politik, tapi juga sosial budaya. Ada beberapa agenda kegiatan yang sudah dan akan berjalan.

“Seperti di Solo kami rutin melakukan penyemprotan cairan disinfektan di kampung-kampung. Kami juga akan aktif dalam kegiatan search and rescue [SAR] karena saat ini musim penghujan. Ada juga beberapa kegiatan lain,” kata dia.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom