Gadis Indigo Ungkap Alasan Batu Nisan Perempuan Belanda di Jogja Selalu Miring
Tasha Siahaan, gadis yang terkenal memiliki kemampuan indigo. (Instagram—tashasiahaan)

Solopos.com, JOGJA Permakaman di kawasan Taman Sari, Kota Jogja, Daerah Istimewa Yogyakarta dikenal banyak kalangan. Di sana, ada sebuah kuburan perempuan Belanda yang batu nisan makamnya selalu dalam kondisi miring.

Melihat hal itu, gadis indigo mencoba mengungkap alasan hal tersebut bisa terjadi. Gadis indigo itu adalah Tasha Siahaan.

Ia diajak oleh youtuber khas horor dengan nama panggung Billy Christian untuk tampil bersama dalam vlog-nya berjudul Kisah Cinta Preman Dengan Hantu Cantik Keturunan Belanda.

Cegah Persebaran Covid-19, Astra Motor Jateng Bagikan 4.000 Masker Kain

Mereka berdua melakukan penelusuran di sebuah permakaman yang berada di tengah rumah penduduk. Ada makam dengan nama "Raden Ayu Arten Surokusumo" yang menarik perhatian mereka.

Menurut penglihatan Tasha, sosok perempuan tersebut adalah seorang keturunan Jawa dan Belanda. Sang ibulah yang berasal dari negeri kincir angin itu. Itulah mengapa ada “Raden Ayu” di namanya.

3 Kali Direnovasi

Terkait makamnya, Billy menjelaskan jika posisi batu nisan miliki Raden Ayu Arten tidak pernah lurus. Padahal, menurut para penduduk, makam tersebut sudah direnovasi sebanyak tiga kali.

Semarang Belum New Normal, Disbudpar Sudah Pandu Cara Berwisata

“Yang terkenal dari makam si Raden Ayu Arten ini yaitu batu nisannya yang selalu miring. Padahal sudah diperbaiki beberapa kali namun masih tetap miring," ungkap Billy kepada penonton vlog-nya.

Jika dari vlog Billy, posisi batu nisan yang miring tidak begitu terlihat. Menurut gadis indigo, tingkat kemiringannya hanya sedikit dan samar jika tidak dilihat secara jeli.

Youtuber khas horor itu meminta tolong kepada Tasha untuk berkomunikasi dengan sosok tersebut. Siapa tahu, perempuan Belanda itu memberitahu alasan di balik batu nisannya yang selalu miring walau sudah diganti.

MUI Jateng Izinkan Ibadah di Masjid, Tapi Cuma di Zona Hijau

Tasha langsung diam sambil sesekali memegang makam tersebut. Tiba-tiba dia menyeletuk seolah-olah mendapat sebuah jawaban. "Kakinya patah ya?" ungkapnya.

Sebelumnya, gadis indigo itu bercerita jika saat tentara Jepang masuk dan menyerang para Belanda, sosok perempuan itu menjadi salah satu korban. Ia disiksa dan diperlakukan secara buruk oleh para tentara.

Tasha mengungkapkan jika perempuan Belanda itu dibunuh dengan cara ditusuk di bagian perut.

Polisi Banyumas Cokok Pelaku Pencabulan 2 Perempuan Cilik

Namun, sampai akhirnya tewas ia sama sekali tidak memiliki rasa dendam. Tidak hanya parasnya yang cantik, tetapi hatinya juga baik.

Kaki Sengaja Dihancurkan

"Jadi sebelum dia ditusuk, kakinya ternyata dihancurin dulu supaya enggak bisa kabur. Kenapa ya miring?" tanyanya kepada sosok tersebut seperti yang terpantau Semarangpos.com, Selasa (8/6/2020).

"Aku enggak tahu ya benar atau tidak. Aku tahu kakinya patah itu, kalau makamnya lurus berarti kakinya jadi enggak lurus," paparnya sambil memperagakan kaki yang bengkok seperti milik sosok perempuan Belanda itu.

Gudang Ban Terbakar di Kudus, 11 Mobil PMK Dikerahkan

Ia mengatakan jika sosok perempuan Belanda itu dikuburkan di sebuah makam dengan kondisi kaki yang patah dan bengkok, maka makam tersebut akan menyesuaikan bentuk kakinya. Itulah mengapa batu nisan Raden Ayu Arten selalu miring.

"Aku pertama kali enggak tahu kalau kakinya patah soalnya tadi di depan dia itu kayak terbang gitu," tambah Tasha kemudian. Sebelumnya tidak ada yang tahu alasan di balik batu nisan yang selalu mirip.

"Iyalah kan sakit kalau kakinya dipaksa lurus. Makanya dia suka banget mengelus kakinya sendiri," ungkap gadis indigo ke Billy Christian. Tasha merasa kasihan dengan kejadian yang menimpa sosok perempuan itu.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom