Bruno Casimir seusai latihan bersama Persis Solo di Stadion Sriwedari, Solo, Senin (6/1/2020) pagi. (Solopos/Ivan Andimuhtarom)

Solopos.com, SOLO - Di sepak bola Indonesia, fenomena pemain asing tinggal terpisah dari mes pemain adalah hal lumrah. Mereka biasa meminta apartemen, hotel atau rumah tersendiri dalam klausul kontrak sebagai syarat bagi klub yang meminangnya. Namun hal itu ternyata tak berlaku bagi Bruno Casimir.

Bek asal Kamerun yang baru saja mengikat kontrak bersama Persis Solo ini mengaku tak meminta syarat aneh-aneh pada tim. Alih-alih meminta fasilitas mewah, pemain 38 tahun itu memilih tinggal di mes klub yang berada di kawasan Karangasem, Laweyan, Solo.

TSTJ Solo Kini Punya Toilet Berstandar Bandara, Apa Saja Fasilitasnya?

Pemain yang sudah menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) setahun terakhir itu tampak nyaman berbaur dengan pemain lokal di mes dua lantai tersebut. “Kalau mesnya bagus, saya pasti pilih tinggal di mes. Kecuali kalau mesnya kurang nyaman, saya baru berpikir tinggal di luar,” ujar Bruno saat ditemui Solopos.com di mes Persis beberapa hari lalu.

Dia menilai fasilitas mes Persis cukup bagus dan lengkap untuk ukuran tim Liga 2. Mes pemain juga terintegrasi dengan sebuah rumah yang menjadi tempat tinggal staf pelatih. Menurut Bruno, pilihannya tinggal di mes juga tak lepas dari keinginannya lebih dekat dengan para pemain lain.

Dia enggan diistimewakan dengan statusnya sebagai pemain naturalisasi. “Saya sudah pemain Indonesia, saya ingin diperlakukan sama. Makanya saya pilih tinggal di mes saja,” ujar mantan bek PSS Sleman dan Sriwijaya FC itu.

Iran Serang Pangkalan Militer AS di Irak, Donald Trump: Semua Baik-Baik Saja

Bruno sudah berhasrat bisa membela Persis saat masih membela PSS musim 2011/2012. Kala itu dia melihat antusiasme suporter Persis sangat luar biasa ketika PSS bentrok dengan Laskar Sambernyawa di Manahan.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten