Ga Pake Rame! Harjo Resmi Daftar Pilkada Wonogiri 2020 ke KPU
Komisioner Komisi Pemilihan Umum Wonogiri menyerahkan berita acara dokumen penyerahan kepada calon bupati dan calon wakil bupati Wonogiri, Hartanto-Joko Purnomo (Harjo) di aula KPU Wonogiri, Sabtu (5/9/2020). (Solopos.com/M. Aris Munandar)

Solopos.com, WONOGIRI – Pasangan Hartanto-Joko Purnomo alias Harjo mendaftarakan diri sebagai calon bupati dan calon wakil bupati Wonogiri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU), Sabtu (5/9/2020).

Hasilnya seluruh persyaratan pendaftaran terpenuhi dan paslon Harjo diterima sebagai Cabup dan Cawabup Wonogiri.

Proses pendaftaran Harjo ke KPU Wonogiri dilakukan secara sederhana. Paslon ini tidak menggunakan atribut atau kendaraan khusus saat menuju KPU.

Harjo datang ke KPU Wonogiri beserta rombongannya dengan jumlah terbatas. Saat prosesi pendaftaran, rombongan menunggu di luar kantor dan menyaksikan proses pendaftaran melalui layar lebar.

40 Nakes di RSUD Sragen Kena Covid-19, Layanan Kesehatan Tetap Jalan

Ketua KPU Wonogiri, Toto Sihsetyo Adi, mengatakan syarat pencalonan pasangan Harjo sudah lengkap. Formulir B.KWK dan B.1-KWK sudah lengkap dan sah.

"Syarat calon juga sudah lengkap. Namun akan dilakukan verifikasi lagi syarat-syarat tersebut," kata Toto.

Sementara itu, Hartanto mengatakan, proses pendaftaran paslon Harjo mengikuti pilkada Wonogiri 2020 telah selesai. Selanjutnya pihaknya bakal menerima penetapan pada 23 September 2020 mendatang. Kemudian mereka bakal mendapat nomor urut sebagai paslon.

Deklarasi Hartanto-Joko Purnomo “Harjo”, Siap Tantang Jekek di Pilkada Wonogiri

Ia berharap dalam proses pilkada serentak kali ini tidak dicemari intimidasi, politik uang, dan pemberian sembako. Dengan demikian rakyat bisa memilih sesuai hati nurani masing-masing.

"Kami akan hadir sebagai Bupati yang bukan hanya menjadi pemimpin bagi golongan atau kelompok tertentu. Tapi Bupatinya rakyat Wonogiri. Sehingga rakyat sejahtera secara dhohir dan batin," kata dia kepada wartawan saat konferensi pers di KPU Wonogiri, Sabtu.

Menguak Kehidupan Gangster Solo: Inilah Preman Paling Ditakuti Selama 36 Tahun Terakhir! 

Strategi

Dia mengaku tidak memiliki startegi khusus untuk menatang petahana di Pilkada Wonogiri 2020. "Jurus saya hanya berdoa, meminta kepada Allah agar menang menjadi Bupati Wonogiri," ungkap dia.

Terkait sebagian warga Wonogiri menjadi kaum boro, lanjut dia, pihaknya tidak akan mendatangkan perantau dari perantauan, karena masih pandemi Covid-19.

"Jika mereka ikhlas pulang untuk turut andil di pilkada Wonogiri dan memilih saya, ya terimakasih," ungkap Hartanto.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom