Fredrich Yunadi Pernah Memaki Penyidik, KPK akan Buktikan Kebohongan

Fredrich Yunadi Pernah Memaki Penyidik, KPK akan Buktikan Kebohongan

SOLOPOS.COM - Tersangka kasus merintangi penyidikan perkara korupsi e-KTP Fredrich Yunadi tiba untuk menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Senin (22/1/2018). (JIBI/Solopos/Antara/Akbar Nugroho Gumay)

KPK akan membuktikan kebohongan Fredrich Yunadi yang ternyata disebut pernah memaki-maki penyidik.

Solopos.com, JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan membuktikan kebohongan yang dilakukan oleh Fredrich Yunadi saat masih menjadi pengacara Setya Novanto yang berupaya merintangi penyidikan.

Wakil Ketua KPK Laode Muhamad Syarif mengatakan bahwa dalam melakukan pembelaan diri, siapapun boleh berkilah tapi proses pengadilan yang akan membuktikan siapa yang berbohong.

“Jadi seperti yang katanya keluarga dia dizalimi KPK atau lainnya, nanti akan kita buktikan di pengadilan siapa yang berbohong dalam kejadian ini,” ujarnya, Kamis (8/2/2018).

Laode mengatakan berdasarkan laporan dari penyidik KPK, justru Fredrich Yunadi yang menghardik dan memaki-maki para penyidik tersebut. Karena itulah, KPK akan membuktikan dakwaan tersebut dalam persidangan.

Dalam sidang perdana merintangi penyidikan Setya Novanto, Fredrich mengklaim bahwa dakwaan terhadap dirinya merupakan sebuah kebohongan besar sehingga dia langsung ingin membacakan eksepsinya.

“Sudah saya baca dakwaan saat diserahkan pengacara ke saya. Sudah saya baca dan sudah dengar, semua itu palsu dan rekayasa sekarang saya akan ajukan eksepsi saya sudah siapkan eksepsi,” katanya dengan nada tinggi.

Hakim kemudian menegaskan bahwa yang ditanyakan adalah apakah terdakwa sudah memahami isi dakwaan tersebut. “Saya mengerti meskipun itu palsu,” jawab Fredrich.

Dia kemudian meminta izin untuk membacakan eksepsi yang telah disiapkan meski kuasa hukumnya, Sapriyanto Refa, meminta kepada majelis hakim waktu seminggu untuk menyusun eksepsi tersebut. “Saya ini advokat bisa saja interpretasi hukum berbeda antara saya, jaksa dan penasihat hukum,” kata Fredrich.

Majelis hakim kemudian memberikan kesempatan kepada Fredrich Yunadi untuk berdiskusi dengan penasihat hukumnya yang kemudian bersepakat bahwa eksepsi baik yang berasal dari Fredrich maupun panesehat hukumnya akan dibacakan pekan depan.

Fredrich Yunadi dijerat dengan Pasal 21 Undang-undang (UU) No.31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diperbaharui dalam UU No.20/2001 juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP karena dianggap merintangi penyidikan.

Bersama dokter Bumanesh Sutarjo dari Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Fredrich diduga menyusun skenario yang menyatakan bahwa kondisi kesehatan Setya Novanto sedang terganggu sehingga tidak dapat menjalani pemeriksaan oleh KPK.

Berita Terkait

Berita Terkini

Ini Alasan Mantan Tetap Ingin Berteman, Terima atau Tidak?

Ada sejumlah penyebab melandasi niatan sang mantan ingin tetap berteman.

Benarkah Makan Bawang Merah Berlebihan Bikin Bau Vagina Tak Sedap?

Makan bawang merah bisa memicu bau tak sedap pada vagina.

Partai Golkar Kecam Keras Serangan Israel ke Palestina

Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto menyatakan pihaknya mengecam keras serangan tentara Israel terhadap rakyat Palestina.

Penonton Liga Inggris Bisa Sepenuhnya Datangi Stadion di Musim Ini

Pengelola Premier League Inggris berencana membuka akses bagi para penonton untuk menonton di stadion pada musim 2021- 22 ini.

Duh! Sampah Petasan Kotori Alun-Alun Pengging Boyolali

Alun-Alun Pengging Boyolali dikotori dengan keberadaan sampah. Sebagian besar sampah itu adalah serpihan-serpihan kertas bekas petasan.

Makin Brutal, Pemboman Israel Tewaskan Satu Keluarga Palestina

Pemboman oleh pasukan Israel pada Kamis (13/5/2021) malam menumpas habis seluruh anggota sebuah keluarga Palestina di wilayah utara Jalur Gaza.

Ada Larangan Mudik, Bus dan Truk yang Masuk Solo Turun Drastis

Jumlah bus dan truk yang keluar masuk Kota Solo menurun drastis selama pemberlakuan larangan perjalanan mudik oleh Kementerian Perhubungan.

Satgas Covid-19 Evaluasi Kasus Selama Libur Lebaran

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Sukoharjo, Yunia Wahdiyati, mengatakan belum bisa memperkirakan apakah terjadi lonjakan kasus Covid-19 selama libur Lebaran.

Resiliensi Sektor informal

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa, 4 Mei 2021. Esai ini karya Muhammad Taufik Nandito, mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyan Surakarta dan aktif di Lingkar Studi Sasadara di Kleco, Kota Solo.

Lebaran, 8 Balon Udara Dilaporkan Terbang di Langit Indonesia

Sebanyak 8 balon udara dilaporkan berada di langit Indonesia saat momentum Lebaran tahun ini. Sejauh ini, belum ada laporan balon udara melintas di langit Solo.

Ayu Maulida Kenakan Kostum Komodo di Panggung Miss Universe

Ayu Maulida terpilih sebagai Puteri Indonesia 2020 menggantikan Puteri Indonesia 2019 Frederika Alexis Cull.

Pertanyaan TWK KPK: Pacaran Ngapain Aja?

Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) untuk pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ramai disorot karena ada pertanyaan yang dianggap aneh.