Batu berelief yang diduga merupakan fragmen candi di Desa Gondosuli, Kecamatan Bulu, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. (Antara-Heru Suyitno)

Semarangpos.com, TEMANGGUNG — Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Temanggung melaporkan penemuan batu berelief yang diduga fragmen candi di Desa Gondosuli ke Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah.

Kepala Bidang Kebudayaan Disbudpar Kabupaten Temanggung Didik Nuryanto di Temanggung, Jawa Tengah, Senin (28/1/2019), mengatakan batu yang diduga fragmen bangunan tersebut ditemukaan saat pembuatan fondasi rumah Wardoyo, warga Dusun Gondosuli, Desa Gondosuli, Kecamatan Bulu, Temanggung, Jateng, beberapa waktu lalu.

"Komponen bangunan candi berupa batu tersebut ditemukan dalam kedalaman sekitar dua meter saat dilakukan penggalian untuk fondasi rumah," katanya sebagaimana dikutip Kantor Berita Antara, Senin.

Ia menuturkan bebatuan yang diduga fragmen candi itu ditemukan tidak jauh dari Candi Gondosuli, sekitar 20 m arah selatan candi tersebut. Ia menyampaikan benda purbakala yang diduga bagian dari bangunan candi itu terdiri atas batu balok polos, baru berukir, dan batu dengan pahatan. "Jumlah keseluruhan batu tersebut ada sekitar 40 potong," katanya.

Berdasarkan pengukuran batu secara acak, antara lain batu candi berukuran 40 cmx23 cmx15 cm, 40 cmx34 cmx16 cm, dan 15 cmx30 cmx27 cm. Ia menuturkan kondisi batu sebagian besar masih utuh, namun ada beberapa batu yang pecah karena memang terbuat dari batu yang tidak begitu keras.

"Batu dari bagian komponen bangunan candi tersebut sudah dilaporkan ke BPCP lewat juru pelihara Candi Gondosuli untuk diteliti lebih lanjut," katanya. Ia menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang telah memiliki kesadaran untuk melaporkan temuan benda cagar budaya, sehingga benda purbakala itu bisa diselamatkan.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya




Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten