FPKS DPRD Solo Dukung Pelarangan Konsumsi Daging Anjing

Legislator FPKS DPRD Solo menyebut larangan konsumsi daging anjing tak harus dengan perda tapi bisa menggunakan SK Wali Kota.

 Ilustrasi penjualan anjing . (Dok. Solopos.com)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi penjualan anjing . (Dok. Solopos.com)

Solopos.com, SOLO — Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) DPRD Kota Solo mendukung wacana pelarangan konsumsi daging anjing di Kota Bengawan. Sebelumnya, desakan kepada Pemkot Solo agar menerbitkan larangan konsumsi daging anjing salah satunya datang dari Koalisi Dog Meat Free Indonesia (DMFI) Solo.

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, diminta menghentikan perdagangan daging anjing. Keberhasilan Polres Sukoharjo menggagalkan penjagalan 53 ekor anjing untuk konsumsi diharapkan jadi momentum desakan berbenah bagi Solo.

PromosiRaih GPTW, Telkom Jadi Dream Job Bagi Pencari Kerja di Indonesia 

Apalagi kota ini merupakan salah satu pusat perdagangan daging anjing di Pulau Jawa. “Kami sangat mendukung adanya pelarangan konsumsi daging anjing. Sebab anjing itu bukan termasuk hewan ternak, melainkan hewan peliharaan atau kesayangan. Daging anjing tak termasuk daftar makanan layak konsumsi,” ujar Ketua FPKS DPRD Solo, Asih Sunjoto Putro, kepada Solopos.com, Senin (29/11/2021).

Baca Juga: 3 Backhoe Ratakan Rumah Warga di Bantaran Rel KA Nusukan Solo

Asih juga menyatakan anjing-anjing yang akan dijagal untuk konsumsi diduga mendapatkan perlakuan kejam atau tidak layak. “Sudah saatnya Pemkot Solo bersikap tegas dengan membuat larangan konsumsi daging anjing,” urainya.

Bentuk aturan larangan konsumsi daging anjing, menurut Asih, tidak harus berupa peraturan daerah (perda). Putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu dapat menginisiasi larangan tersebut dalam bentuk surat keputusan (SK) Wali Kota Solo.

Tidak Harus Perda

Hal itu seperti yang sudah dilakukan di Kabupaten Karanganyar belum lama ini. “Untuk aturan larangan mengonsumsi daging anjing tidak harus perda. Pemkot bisa menginisiasi. Ini lebih cepat. Bisa dengan surat keputusan Wali Kota,” sambungnya.

Baca Juga: Tambah Lagi, 28 Pelajar Solo Positif Covid-19 dalam Surveilans PTM

Penuturan senada disampaikan anggota FPKS DPRD Solo, Muhadi Syahroni. Ia mendukung opsi pelarangan konsumsi daging anjing oleh Pemkot Solo lantaran secara syariat agama Islam tidak dibolehkan alias dilarang untuk dikonsumsi.

Ia mengatakan selama ini Solo dikenal sebagai salah satu daerah yang banyak menyajikan daging anjing untuk dikonsumsi. Muhadi juga menyoroti penamaan warung penyedia olahan daging anjing yang dinilai bisa menyesatkan para konsumen.

“Sekarang mungkin masih ada tapi ndak banyak, penamaan warung atau tempatnya disamarkan, pakai istilah sate jamu dan sebagainya. Sehingga bila ada beberapa muslim yang masuk ke situ tahunya sate untuk kesehatan,” katanya.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Berita Terkini

12 Klub Ponpes Boyolali Unjuk Gigi dalam Liga Santri Piala Kasad 2022

Liga Santri sekaligus menjadi wadah silaturahmi kebangsaan untuk santri di Boyolali.

Prakiraan Cuaca Sukoharjo Hari Ini (20/5/2022): Siang-Malam bakal Hujan

Berikut ini tersaji prakiraan cuaca Sukoharjo hari ini Jumat 20 Mei 2022 secara lengkap.

Prakiraan Cuaca Boyolali Hari Ini (20/5/2022): Potensi Hujan Sore-Malam

Prakiraan cuaca Boyolali hari ini Jumat 20 Mei 2022 bisa  disimak secara lengkap dalam artikel ini.

Prakiraan Cuaca Klaten Hari Jumat Ini: Siang Panas, Sore Hujan Deras

Prakiraan cuaca Klaten hari ini Jumat 20 Mei 2022 disajikan secara lengkap dalam artikel ini.

Prakiraan Cuaca Solo Hari Ini Jumat (20/5/2022): Sore Waspada Hujan Lebat

Berikut ini bisa disimak prakiraan cuaca Solo hari ini Jumat 20 Mei 2022.

Jadi Tumpuan Pemulihan Ekonomi, UMKM Masih Saja Sulit Akses Kredit Bank

Para pembicara dalam KUR Fintech Festival 2022 di Solo Technopark kompak mengatakan UMKM saat ini masih sulit mendapat akses kredit bank untuk penguatan modal.

Prakiraan Cuaca Wonogiri Hari Ini (20/5/2022): Pagi Berawan, Siang Mulai Hujan

Informasi prakiraan cuaca Wonogiri hari ini Jumat 20 Mei 2022 bisa disimak secara lengkap dalam artikel ini.

Prakiraan Cuaca Karanganyar Hari Ini: Siang Hujan Ringan, Sore Lebat

Informasi lengkap mengenai prakiraan cuaca Karanganyar hari ini Jumat 20 Mei 2022 bisa disimak dalam artikel ini.

Prakiraan Cuaca Sragen Hari Ini 20 Mei 2022: Awas Hujan Lebat Sore Hari

Informasi lengkap mengenai prakiraan cuaca Sragen hari ini Jumat 20 Mei 2022 bisa disimak dalam artikel ini.

Belum Ada Kasus, Lurah Di Solo Minta Warga Tetap Waspada Hepatitis Akut

Sejumlah lurah di Kecamatan Laweyan, Solo, mengimbau para ketua RT dan RW agar tetap mewaspadai penularan hepatitis akut meski belum ada kasus sejauh ini.

Punya Seribuan Hewan Kurban, Begini Langkah Lazismu Solo Antisipasi PMK

Lazismu Solo yang memiliki seribuan hewan kurban sapi dan kambing telah mengambil langkah antisipasi agar hewan kurban tersebut tidak terkena wabah PMK.

Banyak Pertanyaan Soal Pendaftaran PKL CFD, Ini Jawaban Disdag Solo

Dinas Perdagangan (Disdag) Solo mendapatkan banyak pertanyaan dari para PKL yang ingin berjualan di area car free day atau CFD pada Minggu pagi.

Meriah! Pelaksanaan Karya Potensi Akademik di Disdikbud Wonogiri

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Wonogiri menggelar Gelar Karya Potensi Akademik di area parkir indoor gedung B Disdikbud Wonogiri, Kamis (19/5/2022).

Kisah Calo Tiket Bioskop Era 1980-An di Solo: Film India Paling Ramai

Seorang warga Purbowardayan, Tegalharjo, Jebres, Solo, menceritakan saat dirinya menjadi calon tiket Bioskop Rama Theatre pada era 1980-an.

Mahasiswa Akper Patria Husada Surakarta KKN di Jotangan Klaten

Sebanyak 16 mahasiswa Akademi Keperawatan (Akper) Patria Husada Surakarta mengikuti program kuliah kerja nyata (KKN) di Desa Jotangan, Kecamatan Bayat, Klaten, sejak Rabu (11/5/2022).

Sukoharjo Targetkan Cetak 1.000 Petani Milenial Tahun Ini

Petani milenial tidak harus turun ke sawah tetapi memiliki ide dan inovasi untuk mengembangkan wilayahnya masing-masing.