Foto Mobil Esemka Beredar via Facebook, Begini Kondisi Pabrik di Sambi Boyolali

Foto Mobil Esemka Beredar via Facebook, Begini Kondisi Pabrik di Sambi Boyolali

SOLOPOS.COM - Tanah kas Desa Demangan, Sambi, di samping pabrik Esemka akan dibangun jalan selebar tujuh meter menuju Dukuh Gandrungan, Desa Demangan, Sambi. (Aries Susanto/JIBI/Solopos)

Foto mobil Esemka sempat beredar di Facebook dan membuat masyarakat bertanya-tanya ihwal produksi mobil tersebut.

Solopos.com, BOYOLALI -- Foto mobil Esemka baru-baru ini muncul di media sosial Facebook. Foto ini memancing rasa penasaran dengan produksi mobil nasional tersebut.

Dalam foto itu, mobil SUV berwarna putih tersebut diangkut dengan sebuah truk loader. Di bagian belakang mobil Esemka tertera bedge bertuliskan Garuda 1. Tidak jelas kapan foto itu diambil atau di mana. Namun, foto itu membuat orang bertanya-tanya apakah mobil Esemka telah benar-benar diproduksi.

Kabar tersebut bahkan sudah sampai ke perakit mobil Esemka pertama. Mereka berharap dilibatkan dalam proyek Esemka Garuda yang diproduksi PT Adiperkasa Citra Lestari kini dikomandani mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) A.M. Hendropriyono.

“Harapan kami tetap ingin dilibatkan, karena akarnya mobil Esemka kan dari SMK. Berapa persen pun kita coba untuk andil. Kalau tidak seperti itu SMK bisa semakin tertinggal jauh,” kata Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Bidang Kesiswaan SMK Warga, Heru Raharjo, sekaligus pionir perakit mobil Esemka ketika berbincang dengan Solopos.com, Rabu (31/1/2018).

Baca:

Pabrik Esemka Boyolali Dilengkapi Sarana Test Drive Bertaraf Internasional

Showroom Mobil Esemka di Sambi Boyolali Siap Digunakan

Esemka kali pertama muncul pada 2008 yang dirakit oleh siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Nama Esemka makin melejit ketika Joko Widodo yang kala itu masih menjabat sebagai Wali Kota Solo serta Wakil Wali Kota (Wawali) F.X. Hadi Rudyatmo menjadikan mobil Esemka sebagai kendaraan dinas mereka.

Bahkan, saat ini mobil yang memiliki mesin 1.500 cc dan transmisi manual 5 percepatan itu telah menjadi monumen di SMK Warga. “Jadi daripada tidak terurus diparkiran, kami jadikan monumen di depan sekolah,” katanya.

Sementara itu, untuk mengobati rasa penasaran itu, Solopos.com menyambangi salah satu pabrik Esemka di Desa Demangan, Kecamatan Sambi, Boyolali. Menurut informasi, pabrik tersebut hingga saat ini belum beroperasi memproduksi mobil Esemka. Bahkan pabrik tersebut belum dilengkapi mesin produksi maupun penunjangnya.

Dalam pengamatan Solopos.com, di pabrik itu tidak tampak ada aktivitas produksi mobil. Pintu bangunan utama tertutup sehingga tidak dapat terlihat bagian dalamnya.

Di sebelah utara, tampak beberapa pekerja proyek sedang menyelesaikan pekerjaan. Sebuah truk molen (truk cor beton) terlihat memasuki area menuju lokasi para pekerja proyek tersebut beraktivitas.

Sementara itu, saat Solopos.com berusaha menemui pengelola, petugas sekuriti mengatakan saat itu sedang tidak ada pihak yang dimaksud. Selain itu petugas juga menyampaikan pesan semua orang dilarang mendekat atau masuk ke area pabrik.

“Mohon maaf orang luar tidak boleh memasuki area maupun mengambil gambar. Kalau mau meminta informasi lebh lanjut, silakan menghubungi pihak manajemen,” ujar salah satu petugas sekuriti.

Petugas hanya mengiyakan bahwa di bagian utara sedang ada pembagunan perluasan pabrik. “Iya, pabrik ini masih ada pengembangan,” ujarnya.

Informasi perluasan ini dibenarkan Camat Sambi, Hari Haryanto. “Pabrik Esemka di Desa Demangan sampai saat ini belum produksi. Saya kemarin ke sana, saat ini masih dalam tahap penyelesaian gedung untuk produksi. Yang showroom sudah jadi," ujarnya melalui telepon.

Sementara itu, Managing Director PT. Adiperkasa Citra Esemka Hero (ACEH) belum dapat dimintai konfirmasi mengenai produksi mobil tersebut. Saat dihubungi, nomor teleponnya tidak aktif.

Berita Terkait

Berita Terkini

H+1 Lebaran Jalanan Wonogiri Kok Ramai, Ternyata Ini Alasannya

Arus lalu lintas di Wonogiri pada H+1 Lebaran atau hari kedua Lebaran, Jumat (14/5/2021) terpantau ramai lancar. Banyak warga yang berwisata maupun bersilaturahmi.

Israel Tewaskan 7 Warga Palestina di Tepi Barat

Tujuh orang warga Palestina meninggal dunia pada Jumat (14/5/2021) akibat aksi kekerasan pasukan Israel yang membubarkan aksi unjuk rasa mereka.

Pengrajin Jamu Gendong Asal Sukoharjo Tak Pulang Kampung, Sebelum Ramadan Sudah Kulakan Dulu

Sebagian pengrajin jamu asal Nguter Sukoharjo memilih tidak pulang ke kampung halaman saat Lebaran 2021. Mereka kulakan bahan baku jamu dalam jumlah besar untuk menambah stok jamu sebelum bulan puasa.

Ini Alasan Mantan Tetap Ingin Berteman, Terima atau Tidak?

Ada sejumlah penyebab melandasi niatan sang mantan ingin tetap berteman.

Benarkah Makan Bawang Merah Berlebihan Bikin Bau Vagina Tak Sedap?

Makan bawang merah bisa memicu bau tak sedap pada vagina.

Partai Golkar Kecam Keras Serangan Israel ke Palestina

Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto menyatakan pihaknya mengecam keras serangan tentara Israel terhadap rakyat Palestina.

Penonton Liga Inggris Bisa Sepenuhnya Datangi Stadion di Musim Ini

Pengelola Premier League Inggris berencana membuka akses bagi para penonton untuk menonton di stadion pada musim 2021- 22 ini.

Duh! Sampah Petasan Kotori Alun-Alun Pengging Boyolali

Alun-Alun Pengging Boyolali dikotori dengan keberadaan sampah. Sebagian besar sampah itu adalah serpihan-serpihan kertas bekas petasan.

Makin Brutal, Pemboman Israel Tewaskan Satu Keluarga Palestina

Pemboman oleh pasukan Israel pada Kamis (13/5/2021) malam menumpas habis seluruh anggota sebuah keluarga Palestina di wilayah utara Jalur Gaza.

Ada Larangan Mudik, Bus dan Truk yang Masuk Solo Turun Drastis

Jumlah bus dan truk yang keluar masuk Kota Solo menurun drastis selama pemberlakuan larangan perjalanan mudik oleh Kementerian Perhubungan.

Satgas Covid-19 Evaluasi Kasus Selama Libur Lebaran

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Sukoharjo, Yunia Wahdiyati, mengatakan belum bisa memperkirakan apakah terjadi lonjakan kasus Covid-19 selama libur Lebaran.

Resiliensi Sektor informal

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa, 4 Mei 2021. Esai ini karya Muhammad Taufik Nandito, mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyan Surakarta dan aktif di Lingkar Studi Sasadara di Kleco, Kota Solo.