Kategori: Sragen

Foto Bersama Ibu-Ibu Jenguk Korban Pencabulan Sragen Jadi Gunjingan Warganet


Solopos.com/Muhammad Rizal Fikri/JIBI/Solopos.com

Aliansi Peduli Perempuan Sukowati (APPS) menjenguk korban pencabulan.

Solopos.com, SOLO – Foto ibu-ibu yang tergabung dalam Aliansi Peduli Perempuan Sukowati (APPS) Sragen menjadi gunjingan warganet. Pasalnya, ibu-ibu tersebut tampak gembira saat berfoto bersama korban pencabulan asal Tanon Sragen yang baru saja melahirkan. Warganet melihat ironi dalam foto tersebut.

Sebelumnya diberitakan Solopos.com, Rabu (27/12/2017), perempuan berinisial DA,16, melahirkan bayi laki-laki  di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro, Sragen, Sabtu (23/12/2017).  Aliansi Peduli Perempuan Sukowati (APPS) pun datang menjenguk DS, Selasa (26/12/2017).

DA tersenyum saat rombongan APPS datang menjenguknya. Para aktivis tersebut sudah mengenal DA sejak kandungannya berusia 16 pekan. DA menjadi korban pencabulan yang dilakukan Sm,45. Kasus tersebut mencuat Juli 2017, kini Sm sudah divonis 10 tahun penjara.

Dalam berita Solopos.com yang membahas DA sudah melahirkan diunggah juga foto ibu-ibu APPS saat menjenguk DA. Bukannya memberi komentar tentang DA atau bayinya, warganet malah memperhatikan pose ibu-ibu APPS. (Baca: Remaja Korban Pencabulan Melahirkan Bayi)

Warganet melihat ironi karena ibu-ibu APPS tampak berpose, tersenyum, dan berbahagia. Padahal DA melahirkan karena menjadi korban pencabulan. Hal tersebut dibuwjudkan dengan komentar sindiran yang diunggah di fanpage Faebook Solopos.com.

“Hmmm, korbannya sedih, malu. Tapi yang menjenguk difoto malah berlagak artis. Semua bergaya, ibu-ibu dan nenek-nenek zaman now, ” tulis Je Je.

“Saya heran dengan yang menjenguk. Itu bagaimana hati dan pikirannya? Mereka terkesan seneng-seneng dan bergaya bak artis,” tulis Miffatul Janah.

“Oalah, malah podo selfie-selfie, apa ga kasihan korbannya?” tulis Malati Putri.

 

 

 

 

Share
Dipublikasikan oleh
Rini Yustiningsih