Camat Grogol, Bagas Windaryatno (kiri) menyematkan co-card kepada peserta saat kegiatan bimbingan teknis kapasitas anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) se-Kecamatan Grogol di Hotel Tosan, Solo Baru, Minggu (21/7/2019). (Solopos/Bony Eko W.)

Solopos.com, SUKOHARJO-Forum Badan Permusyawaran Desa (BPD) se-Kecamatan Grogol mendorong pembentukan Badan Usaha Milik (BUM) Desa menjadi gerakan dan kekuatan ekonomi desa. Pengelolaan BUM Desa membutuhkan kesiapan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni dan profesional.

Forum BPD se-Kecamatan Grogol mengadakan kegiatan bimbingan teknis (bintek) kapasitas anggota BPD di Hotel Tosan, Solo Baru, Minggu (21/7/2019). Kegiatan itu dihadiri unsur forum komunikasi pimpinan kecamatan (Forkopincam) Grogol dan 121 anggota BPD di 14 desa di wilayah Grogol.

Ketua Forum BPD se-Kecamatan Grogol, Sudarmadi mengatakan Konsep pembentukan BUM Desa sangat melekat dengan spirit UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa. BUM Desa dibentuk untuk mendayagunakan berbagai potensi ekonomi, kelembagaan perekonomian, serta sumber daya alam dan sumber daya manusia untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. "Bantuan dana desa tak hanya digunakan untuk perbaikan infrastruktur perdesaan melainkan percepatan pertumbuhan lembaga ekonomi desa melalui BUM Desa. Justru sekarang prioritas utama adalah pembentukan BUM Desa yang dikelola secara profesional," kata dia, Minggu.

Menurut Sudarmadi, esensi dari pembentukan BUM Desa adalah mewujudkan desa mandiri. Unit-unit usaha yang dikelola BUM Desa memberikan kontribusi umtuk mendongkrak pendapatan asli desa (PAD).

Karena itu, lanjut dia, diperlukan SDM yang memahami potensi unggulan dan bisa mengelola unit usaha secara profesional dan transparan. "Kami mendorong agar anggota BPD memahami tugas dan wewenangnya. Mereka juga bisa berpartisipasi mengelola BUM Desa di wilayahnya masing-masing," ujar dia.

Ketua Panitia Bintek kapasitas anggota BPD se-Kecamatan Grogol, Budi Raharjo, menyampaikan esensi kegiatan itu adalah menyamakan persepsi mengenai regulasi dan potensi unggulan masing-masing desa. Rencananya, ada BUM Desa yang menjadi pilot project di wilayah Grogol.

Selama ini, kendala utama pengelolaan BUM Desa adalah minimnya SDM yang handal dan mumpuni. "Kegiatan ini kali pertama di Sukoharjo. Kecamatan lainnya belum ada. Saya berharap bermunculan unit-unit usaha yang dikelola BUM Desa pada masa mendatang," tutur dia.

Sementara itu, Camat Grogol, Bagas Windaryatno, meminta agar anggota BPD berperan aktif dalam penguatan lembaga ekonomi desa melalui BUM Desa. Hal ini merupakan bagian dari pemberdayaan masyarakat untuk membangun desa mandiri.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten

%d blogger menyukai ini: