FORMULA ONE : Lotus Berharap Renault Tak Coret Pembalap
Ilustrasi (JIBI/Harian Jogja/Reuters)

Formula One diwarnai dengan akuisisi Renault terhadap tim Lotus.

Solopos.com, ENSTONE — Lotus berharap Renault yang resmi mengambil alih kepemilikan tim Formula One (F1) ini tak bakal mengubah skuat di musim depan. Sebelum diakuisisi produsen mesin asal Prancis ini, Lotus lebih dulu memperpanjang kontrak Pastor Maldonado dan menggaet Jolyon Palmer.

Tim berbasis di Enstone, Inggris, ini optimistis Renault akan mempertahankan pembalap pilihan mereka. Namun, keputusan itu belum akan dibeberkan dalam waktu dekat. Renault berjanji buka-bukaan baik soal strategi tim hingga pembalap, Januari 2016 mendatang.

“Kontrak memang bisa dibatalkan jika kedua pihak menginginkannya. Tapi, mereka sudah mendapatkannya. Saya kira itu tinggal menunggu diumumkan semuanya, Januari nanti,” kata Direktur Teknis Lotus, Nick Chester, dilansir Crash.net, Rabu (9/12).

Memang dari segi prestasi kedua pembalap tersebut sangat minim. Maldonado sudang berkecimpun di ajang balap jet darat ini sejak musim 2011 lalu. Ia bergabung dengan Lotus dari Williams di musim 2014 lalu. Ia pernah sekali menang, merebut satu pole position, dan sekali podium.

Terlepas dari nihil prestasi, keberadaan Maldonado lebih karena persoalan finansial. Pembalap asal Venezuela ini disokong oleh perusahaan minyak PDVSA yang juga punya berperan penting dalam pengembangan Renault.

Sedangkan Palmer adalah juara GP 2 musim 2014. Selama musim 2015 pembalap asal Inggris ini jadi test driver untuk Force India dan Lotus. Ia sempat tampil di sesi latihan bebas dan balapan GP Austria serta Inggris. Hanya, Palmer belum pernah jadi pembalap penuh F1.

“Pastor dan sponsornya adalah bagian dari rencana Renault dalam 12 bulan mendatang. Saya pikir kedua pembalap akan seperti yang kami inginkan,” imbuh Chester.

Bagaimana pun skuat ini diragukan bakal dipakai Renault mengingat tim punya standar tinggi soal pembalap. Saat masih berduet mesra dengan Red Bull, mereka punya Sebastian Vettel yang sukses mempersembahkan empat gelar juara dunia pembalap dan konstruktor.

CEO Renault, Carlos Ghosn, memang belum mau blak-blakan terkait hal ini. Namun demikian, bos Renault ini berjanji akan buka suara tentang rencana jangka panjang tim, termasuk siapa yang akan mereka andalkan di balik kemudi mobil musim depan.

Di sisi lain, Renault sedang menyelesaikan utang-piutang yang ditinggalkan Lotus. Lotus terbebani penunggakan pembayaran pajak mencapai 2,7 juta poundsterling atau Rp56,9 miliar. Mereka diberi batas waktu hingga 28 Desember untuk pelunasan.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho