Solopos.com, WOKING— Tim Formula One (F1) McLaren, secara resmi mengumumkan keluarnya mantan Team Principal, Martin Whitmarsh. Whitmarsh akhirnya hengkang setelah mengabdi selama 25 tahun di garasi tim asal Woking, Inggris, ini.

Kepergian pebisnis 56 tahun itu seiring kedatangan bos anyar McLaren, Ron Dennis, yang tengah melakukan restrukturisasi tim. Whitmarsh kali pertama bergabung dengan tim ini pada 1989 silam. Sejak musim 2009 hingga Januari 2014, ia naik jabatan menjadi CEO McLaren Group, McLaren Racing, dan Team Principal.

“McLaren dan Martin Whitmarsh telah mencapai kata sepakat soal pekerjaan,” ungkap juru bicara McLaren, dilansir Sky Sports, Rabu (27/8/2014) WIB.

Tak dapat dipungkiri, Whitmarsh memang mulai kehilangan pengaruhnya di tim sejak kembalinya Dennis ke Woking awal Januari lalu. Pasalnya, sejak kemenangan Jenson Button di GP Brasil 2012, McLaren belum pernah lagi merengkuh hasil apik.

Maka dari itu, Dennis disinyalir ingin melakukan perubahan besar-besaran demi memperbaiki rapor tim. Salah satunya adalah dengan meminggirkan Whitmarsh yang dianggap gagal mengembalikan kejayaan McLaren.

Dua jabatan CEO itu sudah lama hilang dari tangannya, Januari lalu. Posisinya sebagai CEO McLaren Group dan McLaren Racing langsung diambil alih oleh Ron Dennis. Sedangkan untuk jabatan Team Principal diserahkan kepada Eric Boullier. Meskipun demikian, Whitmarsh masih berstatus sebagai karyawan McLaren hingga memutuskan hengkang, pekan ini.

Selama menjabat sebagai Team Principal, Whitmarsh dianggap gagal mempersembahkan gelar juara dunia. Meskipun peluang itu sebenarnya bisa didapat di musim 2010 silam lewat mantan pembalapnya, Lewis Hamilton. Sayang, Hamilton gagal memberikan hasil terbaik dan hanya menempati urutan keempat di bawah pembalap Red Bull, Sebastian Vettel, Fernando Alonso (Ferrari) dan Mark Webber (Red Bull).

Kini McLaren bertengger di urutan kelima klasemen sementara lewat duo pembalapnya, Jenson Button dan Kevin Magnussen. (Farida Trisnaningtyas/JIBI)

Martin Whitmarsh. Ist/theguardian.co.uk

Martin Whitmarsh. Ist/theguardian.co.uk


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten