Tutup Iklan

FORMULA ONE 2017 : Absen Uji Ban, McLaren Dinilai Bisa Rugi

FORMULA ONE 2017 : Absen Uji Ban, McLaren Dinilai Bisa Rugi

SOLOPOS.COM - Fernando Alonso (The Guardian)

Formula One 2017 diwarnai dengan McLaren yang absen uji coba ban.

Solopos.com, MILAN — Pembalap McLaren-Honda, Fernando Alonso, menyayangkan timnya yang bakal absen dalam uji ban Formula One (F1) 2017 yang digelar tahun ini.

Tiga tim balapan jet darat, Mercedes, Ferrari, dan Red Bull, memastikan ikut bagian dalam uji coba ban F1 untuk musim depan yang berlansung selama 24 sesi. Uji coba tersebut diperlukan untuk membantu pemasok ban F1, Pirelli, dalam mengembangkan bagian depan dan belakang ban yang diperlebar untuk musim depan.

Sementara McLaren memilih tidak ikut bagian dalam tes tersebut. Tim yang bermarkas di Inggris itu berasalan ingin fokus mengkaji desain mobil dan pembagian program untuk balapan jet darat pada 2017. Alonso menganggap keputusan McLaren tidak ikut terlibat dalam tes ban tersebut bisa merugikan.

“Ya, karena selalu ada hal-hal yang bisa dipelajari, selalu bisa merasakan ban yang Anda pakai. Meski seandainya mereka memakai mobil lama [dari 2015], saya yakin tim-tim akan belajar bagaimana memakai ban tersebut, menggelidingkan ban tersebut,” jelas Alonso, seperti dilansir Autosport, Jumat (21/10/2016).

Pembalap Mercedes, Nico Rosberg, merasakan untuk uji coba ban untuk 2017 itu, pekan lalu.  Dia mencobanya saat kondisi cuaca kurang bersahabat di Sirkuti De Catalunya, Barcelona, dengan melahap 60 lap. Kandidat kuat juara dunia F1 musim ini pun merasa bakal memetik pelajaran dari uji coba ban ini.

“Ini bermanfaat  untuk mendapat wawasan apa yang mereka kerjakan untuk ke depan, apa yang mereka rencanakan. Juga bisa beradaptasi dengan ban-ban tersebut,” jelas dia.

Driver Manor Racing, Pascal Wehrleinm, juga sependapat dengan Rosberg. “ Kami akan lihat bagaimana [ban] dengan mobil baru karena kami memakai Mercedes 2015. Namun kami akan membandingkannya dengan ban tahun ini dan apa yang bisa saya simpulkan ban ini lebih cepat,” jelas mantan rekan setim pembalap asal Indonesia, Rio Haryanto itu.

Berita Terkait

Berita Terkini

Malaysia Targetkan Vaksinasi 60% Penduduk

Pemerintah Malaysia menargetkan dapat melakukan vaksinasi terhadap 60% penduduk dengan deadline akhir September 2021.

Panen Hadiah Simpedes BRI Klaten Diundi, Ini Nasabah Yang Beruntung Dapat Honda Mobilio

Bank BRI Cabang Klaten menggelar penarikan undian panen hadiah Simpedes periode II dengan hadiah utama satu unit mobil Honda Mobilio.

Kronologi Munculnya Klaster Takziah Covid-19 di Kabupaten Pasuruan

Satgas Covid-19 Kabupaten Pasuruan menemukan klaster takziah di Desa Dayurejo, Kecamatan Prigen. Ada 21 orang positif terpapar Covid-19.

Begini Perketatan Aktivitas Masyarakat Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali melakukan perketatan aktivitas masyarakat selama masa PPKM Skala Mikro.

Sinyal Ferdinand Sinaga Merapat ke Persis Solo

Seorang sumber Solopos.com menyebut peluang Ferdinand merapat ke Persis mencapai 90%.

3 Zodiak Ini Konon Insan Paling Kreatif

Dalam urusan kreativitas, ada beberapa orang yang bingung dengan idenya, namun ada yang mudah mewujudkan layaknya zodiak insan kreatif.

Persika Karanganyar 0-1 Persis Solo: Assanur Rijal Akhirnya Pecah Telur

Setelah nihil gol di empat laga uji coba awal klub, Rijal Torres akhirnya pecah telur saat Persis beruji coba melawan Persika Karanganyar

Ngeri! Tabrak Pikap Pengendara Motor Tewas Terlindas Tronton

Kecelakaan itu terjadi antara pengendara sepeda motor Honda Vario dengan mobil Grand Max pikap dan truk tronton

Waduh! Stok Oksigen Menipis, RSUD Sragen Ketir-Ketir

RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen dibuat ketir-ketir dengan kondisi stok oksigen untuk pasien Covid-19 yang menipis.

8 Vaksin & Obat Covid-19 Ini Paling Laris

Bagi kaum skeptis, datangnya pandemi virus corona berati kesempatan bagi para penyedia obat-obatan dan vaksin pencegah Covid-19.

Target Vaksinasi Covid-19 di Jepang Terlampaui, Ini Kiatnya…

Jepang menuntaskan target vaksinasi Covid-19 melalui kerja keras memenuhi target, yakni mewujudkan sampai satu juta dosis vaksin setiap hari. 

Parah! Mau Diberi Masker, Pria Kulonprogo Malah Memukul Polisi

WW, 46 tahun warga Kulonprogo ditangkap setelah memukul Kanit Binmas Polsek Pandak, Ipda Tetepana yang hendak memberinya masker.