For-Pakasa Minta Keraton Kembali Pasang Label BCB di Gapura Gladak

SOLO -- Empat orang seniman Solo yang tergabung dalam Forum Peduli Keraton Surakarta (For-Pakasa) menuntut Keraton memasang kembali label benda cagar budaya (BCB) di Gapura Gladak.

Tuntutan tersebut mereka sampaikan dalam aksi yang digelar di Bundaran Gladak, Rabu (10/4/2013) siang. Adalah Heru Sutarto, Janthit Sanakala, Sarjana Lelana Putra serta Sulistyo, empat seniman Solo yang berorasi sembari membentangkan spanduk bertuliskan “Menyelamatkan Cagar Budaya dengan Cara Berbudaya”.

Mereka menyampaikan tuntutan dalam beberapa dialog wayang suket. Menurut Sekretaris For-Pakasa, Heru Sutarto, tujuan aksi tersebut untuk meminta penjelasan Keraton Solo tentang pelepasan label BCB. “Kami mau minta konfirmasi, kenapa label itu dilepas dan siapa yang melepas?” ujar dia kepada Solopos.com.

Heru menyayangkan arogansi oknum Keraton yang melepas label BCB dengan semaunya. Tindakan itu, tambah Heru, merupakan sebuah simbol bahwa Keraton tidak menghargai pelaksanaan dan pelaksana Undang-Undang Cagar Budaya (UUCB).

“Itu kan sama saja pelecehan dan pembangkangan terhadap NKRI [Negara Kesatuan Republik Indonesia]. Kami khawatir jika masalah ini dibiarkan akan makin banyak lagi label BCB yang dilepas dengan seenaknya,” imbuh dia.

Seusai berorasi di Bundaran Gladak, mereka bergerak ke Kori Kamandungan Keraton Solo. Empat orang seniman itu meminta bertemu Raja Keraton Kasunanan Surakarta untuk mengadakan audiensi.

Mereka mengaku telah melayangkan surat permohonan resmi untuk bertemu Sinuhun Paku Buwana XIII. Namun, para seniman tersebut harus menelan pil pahit lantaran tidak diizinkan bertemu langsung dengan penguasa Keraton Solo itu.

“Sinuhune disingkerke, Sinuhune didelekke, dialang-alangi, ora iso ketemu karo kawulane [Sinuhunnya disingkirkan, Sinuhunnya disembunyikan, dihalang-halangi, tidak bisa bertemu kawulanya],” urai Janthit Sanakala dalam dialog wayang suket yang dilakonkannya di depan Kori Kamandungan.

Heru menyatakan akan menggelar aksi lanjutan hingga niatan bertemu Sinuhun Paku Buwana XIII bisa tercapai. Mereka tidak akan berhenti sampai label BCB kembali dipasang di Gapura Gladak.

Sementara itu, Wakil Sasana Wilapa, KP Winarno Kusuma, menjelaskan permohonan mereka tidak dapat dikabulkan lantaran Sinuhun sedang dalam kondisi tidak sehat. Sebagai gantinya, Winarno mempersilakan empat seniman itu menemui KP Satriyo Hadinagoro.

“Kalau bertemu Sinuhun ya tidak bisa. Lagi pula untuk apa demo? Di Keraton itu tidak ada demo, abdi dalem saja yang gaji telat dibayar tidak demo,” terang Winarno.

Lebih lanjut, Winarno membenarkan pelepasan label BCB memang sengaja dilakukan pihak Keraton. Menurutnya, pemasangan label oleh Pemkot Solo justru merusak keaslian BCB yang dimiliki Keraton. Dia menilai Gapura Gladak tidak perlu dipasangi label BCB dari Pemkot karena telah diakui dan terdaftar secara nasional. “Kalau yang menuntut dipasangnya label BCB itu justru yang enggak mengerti sejarah,” tandas dia.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom