Food Truck ACT Mampir di Sragen, Bagikan Makanan Gratis bagi Peserta Vaksinasi

Program Humanity Food Truck dari Aksi Cepat Tanggap (ACT) mampir ke Sragen dan membagikan 500 makanan gratis ke peserta vaksinasi.

 Truk boks dari ACT terparkir di kompleks Setda Sragen, Senin (20/9/2021). Sebanyak 500 porsi makanan disajikan sukarelawan untuk peserta vaksinasi Covid-19. (Solopos/Moh. Khodiq Duhri)

SOLOPOS.COM - Truk boks dari ACT terparkir di kompleks Setda Sragen, Senin (20/9/2021). Sebanyak 500 porsi makanan disajikan sukarelawan untuk peserta vaksinasi Covid-19. (Solopos/Moh. Khodiq Duhri)

Solopos.com, SRAGEN — Food Truck dari Aksi Cepat Tanggap atau ACT yang bernaung di bawah Global Islamic Philantropy (GIP) sebagai Holding Foundation mampir di Sragen.

Truk itu terparkir di kompleks Setda Pemkab Sragen, Senin (20/9/2021) dan menyajikan 500 paket nasi dan lauk. Paket nasi itu lantas dibagikan kepada warga yang mengikuti vaksinasi Covid-19 di kompleks Setda Sragen gratis setelah warga disuntik.

Program Humanity Food Truck diluncurkan Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang menginisiasi Gerakan Nasional #IndonesiaDermawan. Gerakan ini menggelorakan kegiatan kedermawanan menjadi rutinitas yang tidak dapat ditinggalkan.

Baca Juga: Tabrakan Motor dan Truk di Pilangsari Sragen, 1 Orang Meninggal Dunia

GIP mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadi bagian dari gerakan mengaktifkan kembali nilai-nilai kedermawanan seperti gotong-royong yang merupakan karakter terbaik bangsa.

food truck ACT sragen
Truk boks dari ACT terparkir di kompleks Setda Sragen, Senin (20/9/2021). Sebanyak 500 porsi makanan disajikan sukarelawan untuk peserta vaksinasi Covid-19. (Solopos/Moh. Khodiq Duhri)

Gerakan ini hadir dalam menjawab tantangan problematika masyarakat seperti kemiskinan, kelaparan, masalah pendidikan, dan kesehatan yang terjadi di negeri ini dan penjuru dunia pada umumnya.

“Minggu [19/9/2021] sore kami tiba di sini. Bersama sekitar 25 sukarelawan, kami lantas menyiapkan dapur umum,” kata Program Implementator ACT, Nining Ardianti, saat ditemui Solopos.com seusai acara.

Baca Juga: Kandang Sapi di Sragen Ludes Terbakar Gara-Gara Bakar Sampah

Menyambangi Sejumlah Kota

Nining melanjutkan pukul 20.00 WIB, tim mulai memasak ayam, sementara pukul 00.00 WIB mulai memasak sayuran dan nasi. Setelah itu, paket makanan dikemas dan sudah siap disajikan pada pukul 08.00 WIB esok harinya.

Sebelum tiba di Sragen, tim dari ACT sudah menyambangi sejumlah kota dan kabupaten di Jawa Tengah dan DIY. Beberapa kota dan kabupaten itu antara lain Jogja, Solo, Karanganyar, Magelang, Pekalongan, dan Purworejo.

Setelah dari Sragen, tim akan bergerak ke Pati untuk mengadakan kegiatan serupa. Aksi bagi-bagi makanan siap santap itu merupakan bagian dari program ACT dalam rangka membantu masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19.

Baca Juga: Innalillahi, Wartawan Senior di Sragen Berpulang

“Kegiatan ini akan kami tutup di Bali. Kebetulan ada Food Truck, ada pula Food Bus, tapi khusus Jateng dan DIY berupa Food Truck,” papar Nining.

Hartanto, 45, warga Sragen Kulon, mengaku sudah mangantre sejak pagi untuk mengikuti vaksinasi Covid-19. Setelah berjam-jam mengantre, tiba gilirannya disuntik vaksin Covid-19.

“Selesai divaksin langsung dikasih makanan ini. Kebetulan pas perut lapar, jadi ya langsung dimakan,” selorohnya.


Berita Terkait

Berita Terkini

Diduga ada Pungli dalam PTSL di Desa Kecik Sragen, Kades Membantah

Program PTSL di Desa Kecik, Kecamatan Tanon, Sragen bermasalah. Warga menduga ada pungli oleh perangkat desa, sementara Kades membantah.

Solar Dibatasi, Antrean Panjang di SPBU di Wonogiri Tak Terelakkan

SPBU membatasi distribusi bio solar kepada konsumen sehingga menimbulkan antrean panjang di spbu.

Terekam Kamera CCTV, 4 Pria Bobol Kotak Infak Masjid di Daleman Klaten

Aksi pembobolan kotak infak tersebut terekam kamera CCTV yang terpasang di sejumlah lokasi masjid setempat.

Absen Ujian, 4 Pelamar PPPK Nakes Karanganyar Dipastikan Gagal

Empat peserta seleksi PPPK nakes Pemkab Karanganyar tak ikuti ujian tanpa keterangan sehingga dipastikan gugur.

Bruk...Puluhan Pohon di Sukoharjo Tumbang Diterjang Angin Kencang

Saking derasnya, hujan disertai angin kencang mengakibatkan puluhan pohon besar tumbang dan melintang di jalan perdesaan di Sukoharjo.

Resepsi Pernikahan di Solo Sudah Boleh Tampilkan Penyanyi Lur

Acara resepsi tidak boleh digelar di rumah tinggal, pendapa/joglo kelurahan/kecamatan, aula sekolah, gelanggang olahraga dan gedung sejenis lainnya.

Daarul Qur'an Bangun Asrama, Bupati Juliyatmono Letakkan Batu Pertama

Ponpes Daarul Qur'an di Colomadu, Karanganyar, membangun masjid dan asrama santri. Bupati Juliyatmono berjanji akan mendukung Ponpes Daarul Quran

Awas! Ada 11 Lokasi Rawan Lakalantas di Jl. Solo-Jogja Klaten

Kawasan Besole, Kecamatan Ceper, menjadi salah satu lokasi Jalan Solo-Jogja yang rawan kecelakaan lalu lintas.

Karanganyar Hari Ini: 22 Oktober 2011, 46 Imigran Terdampar di Berjo

Sepuluh tahun lalu, tepatnya pada 22 Oktober 2011, sebanyak 46 orang imigran asal Afghanistan dan Iran terdampar di rumah salah seorang warga di Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar.

Gapoktan Sebut Keterlibatan DPRD dalam Maraknya Penggunaan Sumur Sibel

Sebagian besar pembuatan sumur submersibel di Jaten, Karanganyar, dibiayai APBD melalui aspirasi DPRD Karanganyar.

Ini Jalan Kabupaten Klaten yang akan Membelah Rest Area Tol Solo-Jogja

Keberadaan rest area jalan tol Solo-Jogja di Manjungan, Kecamatan Ngawen, Klaten, akan terbelah dengan jalan kabupaten.

Penggunaan Sumur Sibel Tak Terkendali, Dispertan PP: Tak Ada Larangan

Dispertan PP Karanganyar menyebut tidak ada regulasi yang mengatur pengunaan sumur submersibel atau sibel di kalangan petani.

Penggunaan Sumur Sibel oleh Petani Jaten Tak Terkendali, Ini Bahayanya

Jumlah petani di Jaten, Karanganyar, yang menggunakan air sumur submersibel (sibel) dinilai terlalu banyak sehingga mengancam ketersediaan air tanah.

Operasi Pangan Murah dan Gratis Digelar di Masjid Al Falah Sragen

Operasi Pangan Murah dan Gratis ini digelar di Masjid Raya Al Falah Sragen untuk meringankan beban masyarakat setelah dihantam pandemi Covid-19 selama lebih dari satu tahun.

Duh, Masih Ada Ponpes di Sragen yang Emoh Ikut Vaksinasi, Ini Alasannya

Bupati Sragen meminta bantuan Polres dan Kodim untuk melakukan pendekatan kepada ponpes yang emoh ikut vaksinasi.