Lalu Muhammad Zohri (Reuters-Kalle Parkkinen)

Solopos.com, JAKARTA - Lalu Muhammad Zohri gagal berprestasi di Kejuaraan Dunia Atletik 2019 di Doha, Qatar. Sprinter 19 tahun itu pun diminta untuk mengalihkan fokus ke Olimpiade 2020 di Tokyo, Jepang.

Dalam ajang Kejuaraan Dunia Atletik 2019, Jumat (27/9/2019), Zohri tampil di nomor 100 meter putra. Dikutip dari detik.com, Senin (30/9/2019), Zohri meraih posisi keenam dari tujuh pelari dalam pertandingan itu. Dia mencatatkan waktu 10,36 detik.

Catatan waktu itu bukan yang terbaik bagi Zohri. Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) menyadari hal itu karena banyaknya pesaing yang kuar bagi Zohri.

"Seperti saya katakan sebelumnya, memang belum saatnya Zohri membuat kejutan di sini. Terlalu banyak pelari yang jauh lebih hebat dari dia baik dari segi prestasi maupun pengalaman," kata Sekretaris Jenderal PB PASI, Tigor Tanjung.

Setelah Kejuaraan Dunia Atletik itu, Zohri difokuskan untuk menghadapi Olimpiade 2020 Tokyo. Zohri dijadwalkan mengikuti sejumlah uji coba yang beriringan dengan rencana PASI mengirim Zohri ke Amerika Serikat.

Berkaca hasil Asian Games 2018 Jakarta-Palembang, Emilia Nova dkk menunjukkan hasil sip setelah menjalani training camp di AS. Hasilnya, atletik meraih medali perak di nomor 4x100 meter estafet putra, medali perak di nomor lari gawang putri melalui Emilia, dan Sapwaturrahman di lompat jauh mendapatkan perunggu.

"Setelah kembali dari Doha, Zohri akan beristirahat dan kami akan menyusun program kembali termasuk memilih kompetisi uji coba. Persiapan Zohri akan dibuat bertahap agar dalam Olimpiade 2020 Zohri dapat menembus 10 detik," ujar Tigor.

"Kami akan cari kesempatan berlatih dan bertanding di luar negeri seperti kami lakukan tahun lalu di USA," imbuhnya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten