FLYOVER MANAHAN SOLO : Simulasi Batal, Rekayasa Lalu Lintas Langsung Diuji Coba
Gambaran rekayasa lalu lintas proyek flyover Manahan Solo. (Istimewa/Dishub Solo)

Pemkot Solo batal menggelar simulasi rekayasa lalu lintas proyek pembangunan flyover Manahan.

Solopos.com, SOLO -- Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo batal menggelar simulasi rekayasa lalu lintas pembangunan jalan layang (flyover) Manahan selama tiga hari pada Senin-Rabu (12-14/3/2018). Dishub memutuskan langsung menguji coba rekayasa lalu lintas mulai Senin-Minggu (12-28/3/2018).

Dengan begitu, Dishub tidak akan mengembalikan arus lalu lintas seperti sediakala setelah dilaksanakan masa uji coba. Hal itu karena flyover Manahan dijadwalkan mulai dibangun pada 19 Maret.

Kepala Dishub Solo, Hari Prihatno, menyampaikan awalnya Dishub berencana mengembalikan arus lalu lintas seperti sediakala setelah tiga hari simulasi hingga pembangunan flyover Manahan dimulai. Namun, karena tidak ingin membuat masyarakat kaget lagi dengan penerapan rekayasa lalu lintas, Dishub akhirnya memutuskan langsung uji coba.

“Kemarin kami mendapat banyak masukan, lebih baik arus lalu lintas tidak usah dinormalkan lagi setelah simulasi. Alasannya biar masyarakat enggak kaget lagi. Maka dari itu, kami akhirnya memutuskan langsung uji coba pada 12-18 Maret. Pada masa uji coba itu, kami manfaatkan untuk evaluasi,” kata Hari saat jumpa pers terkait rencana penerapan rekayasa lalu lintas di Kantor Dishub, Senin (26/2/2018) sore.

Hari menyampaikan pada 19 Maret, PT Yasa Patria Perkasa selaku kontraktor pemenang tender pembangunan flyover Manahan akan mulai memasang pagar pembatas area steril di kawasan Manahan dan Kota Barat. Dia memastikan kontraktor tidak akan menutup total bagian jalan yang disasar pembangunan flyover Manahan, yakni Jl. dr. Moewari, Jl. M.T. Haryono, dan Jl. Adisucipto.

Baca:

Masih akan tersedia akses di kanan kiri area pembangunan flyover yang bisa dimanfaatkan kendaraan. “Kiri kanan pagar masih bisa dipakai untuk kendaraan satu jalur. Jadi jalan tidak ditutup total. Yang pasti ditutup total itu kan perlintasan sebidang Manahan. Penutupan itu akan berlaku seterusnya mulai dari masa uji coba hingga flyover selesai dibangun. Saat perlintasan sebidang Manahan mulai ditutup akan disediakan space di utara dan selatan perlintasan sebidang itu untuk akses putar balik atau tembus kendaraan,” jelas Hari,

Sebelum masa uji coba, Dishub bakal menggiatkan sosialisasi penerapan rekayasa lalu lintas pembangunan flyover Manahan kepada masyarakat. Simulasi bakal dilakukan Dishub dengan berbagai cara, mulai dari menggelar pertemuan bersama warga terdampak, membikin spanduk berisi peta rekayasa lalu lintas, hingga membagikan informasi melalui media sosial milik Dishub maupun Pemerintah Kota (Pemkot) Solo.

Hari berharap masyarakat bisa proaktif mengakses informasi yang tersedia sehingga tidak menjadi bingung saat mulai dilakukan uji coba penerapan rekayasa lulu lintas pembangunan flyover.

“Ada beberapa ruas jalan yang diubah arus lalu lintasnya saat dimulai masa uji coba hingga pembangunan flyover usai. Jl. Slamet Riyadi akan kami berlakukan sistem dua arah untuk ruas Bundaran Purwosari-perempatan Gendengan," kata Hari.

Mengalir

Di sisi lain, ada juga jalan yang dijadikan searah, seperti Jl. K.S. Tubun dan Jl. Hasanuddin. Dishub akan memasang barikade untuk menutup akses crossing di sejumlah ruas jalan. "Jadi pengalihan arus lalu lintasnya jadi mengalir,” terang Hari.

Wakasatlantas Polresta Solo, AKP Made Ray Ardana, mengimbau masyarakat di sekitar Manahan dan Kota Barat tidak menutup jalan kampung saat mulai diberlakukan rekayasa lalu lintas pembangunan flyover Manahan. Jalan kampung diperlukan untuk menampung sebagian kendaraan agar tidak menumpuk di jalan besar atau jalan utama.

Dia meminta pengertian masyarakat untuk hal ini. Made bahkan berencana mengalihkan secara resmi sebgaian kendaraan untuk masuk jalan kampung untuk mengurai kemacetan di jalan utama. Namun, pengalihan kendaraan itu tentu hanya berlaku untuk sepeda motor.

“Kalau jalan kampung enggak ditutup portal, jelas bisa mengurangi kemacetan di jalan utama. Kami minta masyarakat tidak egois. Nanti tentu ada petugas di lapangan yang mengatur sirkulasi kendaraan. Yang boleh masuk jalan kampung itu kan kendaraan roda dua. Kalau roda empat tetap lewat jalan biasa yang sudah disediakan,” tutur Made.

Tenaga engineering dari PT Yasa Patria Perkasa, Ari Wahyudi, mengatakan proyek pembangunan flyover Manahan yang menelan anggaran Rp52 miliar tersebut ditarget selesai delapan bulan pekerjaan. Dia diminta menyelesaikan pembangunan flyover paling lambat pada pada 5 Oktober 2018.

Dia menyampaikan proses pembangunan flyover Manahan memang tidak membutuhkan waktu terlalu lama hingga bertahun-tahun karena bakal menggunakan teknologi timbunan ringan mortar busa inovasi dari Pusat Pusat Jalan dan Jembatan (Pusjatan) Kementerian PUPR.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho