Tutup Iklan
Flyover Manahan Solo Molor hingga setelah Tahun Baru, Ini Alasannya
Desain flyover Manahan. (Farida Trisnaningtyas/JIBI/Solopos)

Pemkot Solo meminta agar pembangunan flyover Manahan dibangun setelah Tahun Baru.

Solopos.com, SOLO -- Pemkot Solo meminta penutupan perlintasan sebidang Manahan seiring pembangunan flyover (jalan layang) dikerjakan setelah Tahun Baru. Langkah ini sebagai upaya mengantisipasi kemacetan lalu lintas saat perayaan pergantian tahun.

Otomatis proyek pembangunan flyover yang tadinya dijadwalkan paling lambat Desember ini molor lagi. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Solo Endah Sitaresmi Suryandari mengatakan teken kontrak pengerjaan proyek flyover paling lambat selesai 28 Desember. (Baca: Mundur, Flyover Manahan Solo Dibangun Mulai Januari 2018)

“Setelah itu Januari dikerjakan,” kata Sita sapaan akrabnya ketika dijumpai wartawan di sela-sela Konvensi Lomba Inovasi Antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kusuma Sahid Prince Hotel (KSPH) Solo, Senin (11/12/2017).

Sita mengatakan pengerjaan flyover mulai Januari nanti dinilai lebih efektif karena sekaligus mengantisipasi kemacetan lalu lintas saat perayaan Tahun Baru. Menurut Sita, potensi kemacetan sangat tinggi jika proyek dimulai sebelum pergantian tahun.

Seperti diketahui, simulasi rekayasa lalu lintas proyek pembangunan flyover Manahan yang dikerjakan Dinas Perhubungan (Dishub) menyebabkan kemacetan parah di Kota Bengawan. Simulasi dikerjakan Dishub dengan menutup perlintasan sebidang Manahan.

“Kami minta penutupan [perlintasan sebidang] setelah Tahun Baru agar tidak macet,” kata dia. (Baca: MRLL Disimulasikan, Ini Curhatan Warga soal Sulitnya Lolos dari Kemacetan)

Sejalan dengan itu, Sita menambahkan proyek pengerjaan pendamping flyover dengan dibiaya APBD Kota Solo berupa pembangunan drainase kanan dan kiri Jl. dr. Moewardi juga akan selesai akhir tahun ini. Pemkot kemudian akan melanjutkan proyek tersebut ke sisi utara perlintasan sebidang Manahan.

“Nanti sisi utara rel kami kerjakan jika flyover sudah setengah jadi,” kata dia.

Lebih lanjut, Sita mengatakan Dinas PUPR fokus pengerjaan sisi utara perlintasan sebidang Manahan di antaranya pembenahan jalur lambat Jl. M.T. Haryono. Pemkot Solo akan menormalkan jalur lambat. Saat ini, Sita mengatakan masih menunggu preconstruction meeting dengan rekanan sebelum melaksanakan pengerjaan tersebut.

“Kami juga tunggu koordinasi lebih lanjut dengan Dishub bagaimana rekayasa lalu lintasnya,” katanya.

Sita mengakui pembangunan flyover Manahan molor dari rencana semula. Ada beberapa kendala dalam pembangunan itu, di antaranya pengerjaan harus mendapat izin tahun jamak (multiyears) dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Izin multiyears dari Kemenkeu itu tidak gampang dan baru turun pada September lalu. Setelah izin turun, proses lelang proyek pembangunan dimulai. “Lelang kan juga membutuhkan waktu lama,” kata dia. (Baca: Pekerjaan Drainase Pendukung Flyover Manahan Tak Maksimal, Legislator Omeli Rekanan)

Sita melanjutkan lelang kali ini tidak sama dengan lelang kegiatan fisik lainnya, di mana detail engineering design (DED) telah disusun dan rekanan tinggal mengerjakan. Sedangkan flyover Manahan sebagai pilot project Pusat Penilitian Jalan dan Jembatan (Pusjatan), lelangnya dikerjakan satu paket, DED dan fisik.

Anggota Staf Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VII Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Hardian Syahputra, mengatakan dimulainya pembangunan jalan layang Manahan bakal ditentukan dari selesainya proyek pendamping yang masih berlangsung di Jl. dr. Moewardi. Akses alat berat ke lokasi pembangunan jalan layang akan memaksimalkan Jl. dr. Moewardi.

“Kalau mengandalkan Jl. dr. Moewardi dengan kondisi sekarang jelas tidak memadai untuk dilalui alat berat dan kendaraan lain,” katanya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom

Pasang Baliho