Pengendara melintas di Jl. dr. Moewardi sisi barat lokasi proyek pembangunan flyover Manahan Solo, Minggu (29/4/2018) siang. (Solopos-Irawan Sapto Adhi)

Solopos.com, SOLO -- Jalan layang (flyover) Manahan Solo dijadwalkan mulai bisa dilewati kendaraan pada Minggu (28/10/2018) mendatang.

Site Manager PT Yasa Patria Perkasa, Ari Wahyudi, mengatakan perkembangan proyek pembangunan flyover Manahan hingga pekan ketiga September ini telah mencapai tahap 77%.

PT Yasa Patria Perkasa selaku kontraktor pembangunan flyover Manahan optimistis mampu mengejar target waktu penyelesaian flyover hingga mulai dapat dilalui kendaraan bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober mendatang.

Dengan dibukanya flyover Manahan, para pengguna kendaraan di Jl. Adisucipto maupun Jl. M.T. Haryono otomatis tak perlu lagi memutar Jl. Slamet Riyadi dan kawasan Pasar Nongko untuk bisa menuju ke arah kawasan Kota Barat.

Begitu juga kendaraan dari Kawasan Kota Barat tidak perlu lagi memutar Jl. A. Yani, Jl. Sam Ratulangi maupun kawasan Pasar Nongko untuk menuju Gelora Manahan. Kendaraan tinggal memanfaatkan flyover Manahan untuk menyeberang perlintasan sebidang Manahan.

“Targetnya pada 28 Oktober flyover Manahan sudah bisa dilalui. Tapi secara resmi proyek belum selesai pada saat itu. Kami masih perlu tambahan waktu untuk finishing,” kata Ari saat diwawancarai Solopos.com, Selasa (18/9/2018).

Ari menjelaskan PT Yasa Patria Perkasa setidaknya butuh waktu hingga pertengahan November untuk mengerjakan tahap penyelesaian atau finishing. Namun, dia memastikan kendaraan tetap bisa melalui badan jalan flyover Manahan saat PT Yasa Patria Perkasa mengerjakan tahap finishing tersebut.

Ari menerangkan beberapa pekerjaan yang akan dilakukan PT Yasa Patria Perkasa dalam tahap finishing, antara lain memasang rambu petunjuk arah, rambu peringatan, hingga instalasi lampu penerangan jalan.

“Penyediaan rambu dan instalasi lampu di atas [bagian] flyover Manahan menjadi kewenangan kami. Tapi kalau untuk pemasangan rambu dan lambu di bawah atau di jalan seputaran flyover, itu nanti dikerjakan Pemkot,” jelas Ari.

Ari tak menampik PT Yasa Patria Perkasa semakin termotivasi bisa membuka flyover Manahan mulai 28 Oktober karena muncul gagasan dari Pemkot Solo untuk menggelar lomba lari 10K sekaligus peresmian flyover Manahan untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda.

Peserta lomba lari jarak jauh itu rencananya dilewatkan masuk flyover Manahan setelah mengambil start di Tugu Makuto, Kelurahan Karangasem, Laweyan.

Sekretaris Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Solo, Radik Karyanto, menyebut acara Solo Open 10K sengaja digelar untuk memeriahkan peresmian flyover Manahan. Namun dia memastikan bukan jadwal peresmian flyover yang disesuaikan dengan jadwal pelaksanaan lomba lari jarak jauh tersebut.

Radik pun mempersilakan masyarakat untuk turut serta dalam acara Solo Open 10 K. Masyarakat yang mendaftar dipersilakan mengikuti lomba lari sejauh 10 kilometer (km) dari Tugu Makuto menuju Balai Kota Solo.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten