Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo meninjau kesiapan Flyover Manahan di Jl. MT. Haryono, Manahan, Banjarsari, Solo, Minggu (16/12/2018). (Solopos-Nicolous Irawan)

Solopos.com, SOLO -- Dinas Perhubungan Kota Solo melakukan uji coba pengoperasian Flyover Manahan, Banjarsari, Solo, Senin (17/12/2018) pagi. Rencananya, flyover tersebut akan mulai dibuka untuk umum sebagai uji coba pada Rabu (19/12/2018).

Pantauan Solopos.com, uji coba dilakukan dengan menggunakan kendaraan roda empat maupun roda dua dari berbagai jalur masuk menunjukkan flyover tersebut hampir siap dibuka. Secara kemiringan, tiga jalur jalan layang Manahan disimpulkan sudah landai atau tak terlalu curam.

Namun ada beberapa catatan yang perlu dibenahi (disempurnakan) sebelum jalan layang itu mulai dioperasikan untuk umum. Salah satu yang menjadi perhatian utama yaitu titik crossing (pertemuan) kendaraan dari utara dan barat.

Kendaraan yang masuk dari arah barat (Jl. Adi Sucipto) akan bertemu dengan kendaraan dari arah utara (Jl. MT Haryono) di Flyover Manahan. Artinya butuh kehati-hatian pengguna jalan agar kendaraan tidak saling bersenggolan, apalagi kendaraan dipacu dengan cepat.

Kepala Bidang (Kabid) Lalu Lintas Dinas Perhubungan Solo, Ari Wibowo, mengonfirmasi titik pertemuan kendaraan dari arah utara dan barat jadi perhatian. Pihaknya akan memasang satu CCTV khusus untuk memantau titik tersebut untuk melihat permasalahan yang mungkin muncul. “Pengguna jalan jangan memaksakan masuk bareng-bareng, harus bergantian,” tutur dia.

Catatan lain dari uji coba jalan layang Manahan, Ari menjelaskan, perlu segera merampungkan pembuatan marka jalan, pemasangan rambu-rambu lalu lintas, serta pencahayaan. Semua item itu diselesaikan sebelum Rabu (19/12/2018).

Sebab pada Rabu mendatang Flyover Manahan akan dibuka untuk umum sebagai tahap simulasi penggunaannya. “Tadi Pak Wali Kota memantau langsung uji coba, alhamdulillah lancar. Pada Rabu kami buka untuk umum,” kata dia.

Kasatlantas Polresta Solo Kompol Imam Safii mengatakan pembukaan flyover pada Rabu besok dilakukan untuk menganalisis lebih tajam berbagai potensi masalah lalu lintas. Pembukaan jalan layang untuk umum merupakan tahap simulasi penggunaan jalur itu.

Masa simulasi jalan layang menurut dia bisa hanya sehari atau hingga tiga hari, tergantung kebutuhan data analisis. “Hari Rabu dibuka full sampai malam hari. Bisa sehari, dua hari, atau bahkan tiga hari,” imbuh dia.

Sedangkan untuk mengantisipasi adanya pengguna jalan layang yang langsung berbelok setelah keluar dari jalur flyover, akan dipasang rambu larangan berbelok langsung. Petugas akan ditempatkan untuk berjaga-jaga saat simulasi.

“Nanti akan ditunggui petugas kami agar tidak langsung berbelok kluwer. Bila nanti ada yang melanggar ya pasti kami tindak. Masyarakat harus dididik dengan penyuluhan supaya paham pentingnya patuh rambu,” urai dia.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten