FLY OVER PALUR : Anggaran Pembebasan Lahan Rp25 Miliar
petugas perusahaan konstruksi mengukur jalan yang akan menjadi lokasi pembangunan jembatan layang atau fly over di Palur, belum lama ini. (JIBI/SOLOPOS/Maulana Surya)

petugas perusahaan konstruksi mengukur jalan yang akan menjadi lokasi pembangunan jembatan layang atau fly over di Palur, belum lama ini. (JIBI/SOLOPOS/Maulana Surya)
KARANGANYAR – Pemerintah pusat mengalokasikan dana pembebasan lahan yang terkena pembangunan jembatan layang atau fly over di Palur senilai kurang lebih Rp25 miliar. Saat ini, sejumlah warga di Desa Ngringo, Kecamatan Jaten mulai mengumpulkan foto kopi sertifikat kepemilikan tanah serta surat-surat penting lainnya.

Penjelasan ini disampaikan Sekda Karanganyar, Samsi, kepada Solopos.com, Kamis (28/3/2013). Menurutnya, selain salinan sertifikat kepemilikan tanah, warga juga diminta mengumpulkan foto kopi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Salinan surat tersebut menjadi bukti dalam proses pembebasan lahan milik warga yang terkenda proyek fly over. “Sekarang masih dalam tahap pengumpulan salinan surat kepemilikan tanah milik warga, baru didata,” katanya.

Lahan milik warga Desa Ngringo, Jaten yang terkena proyek fly over sebanyak 46 bidang tanah dengan 37 pemilik. Rinciannya, lahan milik warga di Jl Palur-Sragen sebanyak 21 bidang tanah dengan 16 pemilik. Sementara lahan warga di Jl Palur-Dagen sebanyak 25 bidang tanah dengan 21 pemilik.

Sementara lahan warga yang berada di Jl Palur-Mojolaban sebanyak 35 bidang tanah dengan 24 pemilik. Namun demikian, terdapat penambahan jumlah lahan milik warga yang terkena proyek fly over terutama di wilayah Karanganyar. “Memang ada penambahan jumlah lahan milik warga terutama di pertigaan bangjo Botol,” jelasnya.

Saat ini, Kementerian Pekerjaan Umum tengah melakukan proses lelang pengerjaan proyek fly over. Begitu pula dengan tim appraisal yang bertugas menaksir harga tanah sedang dilakukan proses lelang oleh Kementerian.

Pihaknya meminta agar warga yang lahan tanahnya terkena proyek fly over legawa menerima harga tanah yang ditawarkan tim appraisal. Sehingga proyek pembangunan fly over bisa segera dikerjakan. “Kami masih menunggu tim appraisal, yang penting ada kesepakatan antara warga dengan tim appraisal.”

Sementara Camat Jaten, Titik Umarni, mengatakan pihaknya tengah mensosialisasikan rencana pembangunan fly over terutama kepada warga yang tanahnya terkena proyek tersebut. Dia menambahkan ada penambahan jumlah lahan milik warga di sekitar pertigaan bangjo Botol yang terkena proyek fly over. “Jumlahnya saya tak begitu hafal, yang jelas kurang dari 10 orang,” imbuhnya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho