Tutup Iklan

FLY OVER JOMBOR : Pembebasan Lahan, Warga Tangguhkan Opsi Ombudsman

FLY OVER JOMBOR : Pembebasan Lahan, Warga Tangguhkan Opsi Ombudsman

SOLOPOS.COM - Fly over Jombor (JIBI/Harian Jogja/Gigih M Hanafi)

Solopos.com, JOGJA – Warga Jombor Lor memutuskan menangguhkan dua opsi yang ditawarkan Ombudsman RI. Sampai saat ini 19 warga masih mempersoalkan salah satu opsi terkait nilai ganti rugi yang diberikan. Mereka meminta kejelasan nilai ganti rugi bangunan.

“Kami sudah menggelar rapat warga, namun belum menghasilkan keputusan apapun,” kata Sudarto, perwakilan warga Jombor Lor, Jumat (21/3/2014).

Dia membenarkan, mediasi yang dilakukan Ombudsman RI telah mengalami perkembangan signifikan. Masalah yang selama ini jadi perdebatan mulai mengerucut dan tinggal menyisakan permasalahan nilai ganti rugi yang akan diberikan kepada warga.

“Sudah ada titik terang, namun masih ada beberapa hal yang perlu dikomunikasikan, terutama nilai bangunan,” paparnya.

Secara keseluruhan, pertemuan yang digelar di Kantor Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral DIY, Kamis (20/3/2014), menghasilkan beberapa butir kesepakatan yang lebih maju terkait penyelesaian proyek Fly Over Jombor.

“Ada respons positif sehingga perbedaan persepsi yang selama ini terjadi menemui titik terang. Masalah dengan PT. KAI selesai, kini tinggal menyisakan masalah proyeksi nilai ganti rugi bangunan yang ada,” ungkapnya.

Dia mengungkapkan, secara pribadi tertarik opsi pembayaran nilai ganti rugi yang berlaku ditambah nilai bangunan. Namun, dia juga butuh kejelasan berapa standar yang akan ditawarkan, sehingga opsi yang diberikan jadi semakin jelas.

“Kalau seperti diomongkan Pak Petrus [Petrus Beda Peduli, anggota Ombudsman RI Bidang Penyelesaian Pelaporan] di mana nilai bangunan untuk bertingkat sampai Rp3,7 juta per meter, jujur saja saya tertarik. Tapi, kenyataannya itu belum jelas, dan tim masih mengupayakan nilai itu, jadi kami juga belum bisa memberikan keputusan,” papar dia.

Meski demikian, opsi pembayaran ganti rugi tanah Rp4,5 juta ditambah nilai bangunan tak sepenuhnya diterima warga. Menurutnya, ada lima warga yang keberatan karena di tempat mereka tidak ada bangunan dan hanya tanah pekarangan. “Ya kalau begitu mereka hanya menerima Rp4,5 juta per meter persegi, dan mereka menolak opsi itu,” ungkapnya.

Berita Terkait

Berita Terkini

Hasil Penelitian: Epidemi Virus Corona Pernah Terjadi 20.000 Tahun Lalu

Bagaimana hasil penelitian tentang epidemi virus corona yang pernah terjadi 20.000 tahun lalu?

Sales Rokok Ilegal Asal Sukoharjo Diciduk Satpol PP Wonogiri

Seorang sales asal Sukoharjo diciduk Satpol PP Wonogiri karena ketahuan hendak mengedarkan rokok ilegal.

Kasus Covid-19 di Ngawen Klaten Menggila, Seluruh Desa Zona Merah

Kasus Covid-19 telah menggila di Kecamatan Ngawen, Klaten. Seluruh desa di kecamatan Ngawen tercatat sebagai zona merah Covid-19 terhitung sejak, Kamis (24/6/2021).

Tenda Darurat Penuh, Pasien Indikasi Covid-19 Gelar Tikar di RSUD Bekasi

Karena saking penuhnya, pasien indikasi Covid-19 sampai menggelar tikar di area RSUD Chasbullah Abdul Madjid, Kota Bekasi, Jawa Barat

Covid-19 di Polanharjo Klaten Meledak, Satgas Jaga Tangga Diminta Hilangkan Ewuh Pekewuh

Hingga Kamis (24/6/2021), kasus kumulatif Covid-19 di Kecamatan Polanharjo mencapai 96 orang, namun belum ditemukan varian baru virus corona.

Kasus  Pengroyokan di Potrojayan Solo: Korban & Pelaku Tak Saling Kenal

Polisi masih menyelidiki motif pengroyokan di Potrojayan karena berdasarkan pemeriksaan pelaku dan korban tidak saling mengenal.

Lockdown Kampus UNS Solo Diperpanjang hingga 2 Juli 2021

Kebijakan pembatasan aktivitas aatau lockdown di kampus Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo diperpajang hingga 2 Juli 2021 mendatang.

Catat! Ini Nomor Telepon RS Rujukan Covid-19 di Solo

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka membagikan nomor telepon RS rujukan Covid-19 lewat unggahan di akun Instagramnya, @gibran_rakabuming.

Gubernur Ganjar: Baru Kudus yang Terpapar Covid-19 Varian Delta

Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, menyebut hingga kini baru Kabupaten Kudus yang ditemukan persebaran Covid-19 varian Delta.

Positif Covid-19 Saat Di Jakarta, Ini Penjelasan Eks Wali Kota Solo Rudy

Eks Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo yang akrab disapa Rudy menjelaskan kronologi dirinya sampai terkonfirmasi positif Covid-19.

Ikatan Cinta 25 Juni 2021: Elsa Bikin Masalah Lagi, Al Langsung Turun Tangan

Di bawah ini terdapat sinopsis singkat sinetron Ikatan Cinta episode malam ini, Jumat, 25 Juni 2021 yang tayang di RCTI pukul 19.45 WIB.

Heboh Harta Karun di PG Mojo, di Sragen Juga Pernah Ditemukan Emas dan Kuburan Kuno

Heboh soal penemuan buku dan arsip lawas di PG Mojo, ternyata di Sragen juga pernah diperoleh harta karun emas dan kuburan kuno.