Ilustrasi penanganan flu burung. (Dok/JIBI)

Solopos.com, WONOGIRI--Kondisi kesehatan balita asal Desa Kerjo Lor, Kecamatan Ngadirojo, Wonogiri, RF terus membaik. Sementara hasil tes laboratorium menunjukkan bahwa RF negatif terserang virus Avian Influenza (AI). Data di bidang Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Wonogiri, tahun ini ada tiga balita yang dinyatakan suspect AI.

Dua balita, yakni RF dan RN, asal Desa Talunombo, Kecamatan Baturetno, Wonogiri dinyatakan negatif sedangkan Ridho, asal Desa Semin, Kecamatan Jatisrono hasil uji laboratorium dinyatakan positif terserang virs AI sehingga meninggal beberapa bulan lalu. Akibat kematian seorang balita, Wonogiri berstatus kejadian luar biasa (KLB) AI. Penegasan itu disampaikan Kabid P2PL DKK Wonogiri, Supriyo Heriyanto saat ditemui solopos.com di kantornya, Rabu (28/5/2014).

“Dengan tidak turunnya tim dari Kemenkes menunjukkan bahwa RF, balita di Kerjo Lor, Ngadirojo negatif diserang virus AI. Jika hasil uji laboratorium positif anggota tim Kemenkes akan turun ke lapangan melakukan pengecekan seperti di Jatisrono,” ujar Supriyo.

Dikatakannya, RF masih dirawat di RS dr Moewardi Solo namun kondisinya membaik. Supriyo meminta warga secepatnya melaporkan kejanggalan yang muncul di lingkungannya.

“Ada kesan, warga tak melaporkan kejanggalan yang menimpa anggotanya yang sakit karena takut dikucilkan. Sikap seperti itu justru salah karena akan merugikan warga lain tetapi dengan melaporkan kejadian tim medis bisa melakukan langkah-langkah antisipasi.”

Terpisah, Kepala Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan (Nakperla) Wonogiri, Rully Pramono menegaskan, Wonogiri masuk wilayah KLB virus AI. Karenanya, Pemerintah Provinsi Jateng memberi perhatian khusus kepada Kabupaten Wonogiri menyusul tewasnya seorang balita asal Kecamatan Jatisrono, Rd.

“Kebutuhan disinfektan untuk kandang unggas tercukupi. Stok disinfektan selalu ada. Setiap permintaan dari Wonogiri dipenuhi oleh pemprov.”

Walau balita asal Ngadirojo, RF dinyatakan negatif terserang virus AI, ujarnya, semua petugas kesehatan hewan di masing-masing kecamatan diminta melakukan sosialisasi. Rully menegaskan, melarang jual-beli unggas dan meminta unggas dikandangkan.

“Pantauan terhadap unggas mati di daerah suspect AI terus dilakukan hingga waktu tak terbatas. Kematian seorang balita mengubah status Wonogiri menjadi kabupaten endemis AI.”

Rully meminta warga tak mengubur habis unggas yang mati. “Sisanya unggas mati tersebut agar bisa dilakukan rapid test. Sedangkan kepada semua petugas kesehatan hewan agar terus-menerus melakukan sosialisasi penanggulangan AI. Sosialisasi dilakukan usai melakukan IB (Inseminasi buatan atau kawin suntik), takziah maupun menghadiri hajat. Sosialisasi bisa dilakukan lima menit hingga 10 menit,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, penularan virus Avian influenza (AI) dari unggas mati mendadak ke manusia kembali terjadi di Kabupaten Wonogiri. Seorang anak bawah lima tahun (balita) bernama RF, 5, warga Desa Kerjo Lor, Kecamatan Ngadirojo menjalani perawatan intensif di rumah sakit lantaran suspect tertular virus AI.

RF menderita demam tinggi sejak beberapa hari terakhir. Bocah tersebut langsung dibawa ke RS Anak Astrini, Selogiri. Lantaran kondisi demamnya tak kunjung reda, RF dirujuk ke RS dr Moewardi, Solo. Diduga RF terjangkit penyakit flu burung lantaran sebelumnya terdapat kasus flu burung di sekitar lingkungan rumahnya. Sedikitnya 10 ekor unggas mati mendadak. Namun, kasus flu burung tersebut tak dilaporkan oleh warga setempat kepada instansi terkait.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten